Penanaman 10 ribu bibit mangrove melalui program Green Policing, Anggota DPR RI Nasir Jamil Kapolda Aceh

- Editor

Kamis, 5 Maret 2026 - 15:33

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta/Tribuneindonesia.com

Anggota Komisi III DPR Nasir jamil-Anggota Komisi III DPR Nasir jamil mengapresiasi langkah Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basya, M. M, yang menginisiasi penanaman 10 ribu bibit mangrove melalui program Green Policing atau Polisi Hijau.

“Mangrove itu banyak manfaatnya selain tempat tinggal ikan dan berbagai jenis binatang laut lainnya, pohon mangrove juga bisa meredam gelombang besar seperti tsunami. Karena itu, penanaman 10 ribu mangrove adalah model mitigasi bencana melalui pendekatan ekologi,” kata Nasir, Selasa (3/3/2026).

Ia menjelaskan, keberadaan mangrove berfungsi menahan abrasi dan mengurangi dampak gelombang pasang serta tsunami di wilayah pesisir. Nasir menilai inisiatif tersebut juga memiliki dimensi edukatif, yakni mendekatkan kembali masyarakat pesisir dengan lingkungannya, khususnya generasi muda yang selama ini belum banyak memahami pentingnya ekosistem mangrove.

“Inisiatif ini dalam pandangan kami ingin mendekatkan kembali masyarakat pesisir dengan lingkungannya, terutama generasi muda yang mungkin belum banyak tahu tentang tanaman mangrove,” ungkap legislator asal Aceh itu.

Lebih lanjut, ia menyebut mangrove yang tumbuh dengan baik dapat memberikan nilai tambah bagi desa. Baik dari sisi kualitas udara maupun potensi ekonomi melalui pengembangan kawasan wisata edukasi dan lingkungan.

“Mangrove yang tumbuh dengan baik akan menjadi nilai tambah berupa udara yang lebih bersih di sekitarnya dan juga bisa menjadi sumber pendapatan bagi desa jika dikembangkan sebagai wisata edukasi dan lingkungan,” ujarnya.

Nasir menegaskan, konsep Green Policing di setiap daerah dapat berbeda sesuai karakteristik wilayah masing-masing. Namun, memiliki tujuan yang sama, yakni menyelamatkan lingkungan dari kerusakan akibat pertambangan dan penebangan kayu secara liar.

“Green Policing tentu berbeda di masing-masing daerah, tetapi tujuannya sama, yaitu menyelamatkan lingkungan dari kerusakan akibat pertambangan dan penebangan kayu secara liar,” ungkapnya.

Baca Juga:  Seleksi Beasiswa Santri Tahfidh Bireuen: 421 Peserta Berlomba Merebut 222 Kuota Beasiswa

Ia juga mendorong pemerintah daerah agar mendukung program tersebut melalui pengalokasian anggaran untuk menjaga kelestarian mangrove. Menurutnya, menjaga keseimbangan ekologi kawasan pesisir merupakan sebuah keharusan, dan langkah awal telah diinisiasi oleh Kapolda Aceh.

“Inisiatif Kapolda Aceh Irjen Marzuki harus didukung pemerintah setempat dengan mengalokasikan dana untuk menjaga kelestarian mangrove. Menjaga keseimbangan ekologi kawasan pesisir menjadi keharusan, dan inisiatif itu sudah dimulai,” tegasnya.

Nasir berharap program tersebut mendapat dukungan luas dari berbagai pihak agar berjalan berkelanjutan. “Semoga gayung bersambut, sebab ekologi yang baik akan menghadirkan kualitas lingkungan hidup yang baik pula,” tutupnya.

Sebelumnya, program penanaman 10 ribu mangrove dilaksanakan oleh Polda Aceh sebagai wujud komitmen Polisi Hijau dalam mendukung pelestarian lingkungan dan memperkuat ketahanan kawasan pesisir. Kegiatan tersebut dipusatkan di Gampong Alue Naga, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh.

Kapolda Aceh menyatakan, program Polisi Hijau merupakan wujud nyata komitmen institusinya dalam menjaga keseimbangan lingkungan hidup, khususnya di kawasan pesisir.

“Kawasan pesisir memiliki peran strategis dalam mitigasi bencana, pencegahan abrasi, serta keberlanjutan kehidupan masyarakat pesisir,” ujarnya.

Ia menambahkan, penanaman mangrove merupakan investasi jangka panjang bagi generasi mendatang. Selain menjaga keseimbangan ekosistem pantai dan menjadi habitat berbagai biota laut, mangrove juga berfungsi sebagai penyerap karbon dan penghasil oksigen.

“Green Policing Polda Aceh diawali dengan penanaman 10 ribu bibit mangrove. Ke depan, saya memerintahkan seluruh Kapolres dan Kapolresta jajaran di Aceh untuk melaksanakan kegiatan serupa,” pungkas Kapolda Aceh.

Berita Terkait

Jalur Udara Timur Tengah di Tutup Imigrasi Denpasar Berikan ITKT Bagi WNA Terdampak
Kemenag Siapkan Sidang Isbat Idul Fitri 1447 H di Jakarta
Pemda Aceh Tengah Siapkan Sanksi bagi Pedagang BBM yang Jual di Atas HET
Kajari Aceh Tenggara di minta Usut Sejumlah Kasus Temuan LHP BPK RI  Pada Dinas Kesehatan
Jasa Raharja Kanwil Utama DKI Jakarta Gelar FGD FKLL dengan Mitra Stackholder Wilayah Jakarta Pusat, Gas Bareng Cegah Kecelakaan di Jakarta Pusat
Ribuan Warga Bireuen, Termasuk Pengungsi Korban pascabencana Ikut Buka Puasa Bersama Dengan HRD
Azan Magrib Itu Menghapus Jarak, Menyatukan Prajurit dan Rakyat dalam Pelukan Ramadhan.
Distribusi Material Pasir Dipercepat, Satgas TMMD Ke-127 Genjot Pembangunan Sasaran Fisik.
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 Maret 2026 - 12:30

Di Tengah Ramadan, Polri Hadir Mengawal Kekhusyukan Ibadah Umat di Bali

Kamis, 5 Maret 2026 - 02:47

TMMD Ke-127,menggelar buka puasa bersama anggota Satgas dan masyarakat

Rabu, 4 Maret 2026 - 17:20

Kodam IX/Udayana Klarifikasi Terkait Pemberitaan Dugaan Kasus Hukum Rekrutmen Prajurit TNI AD

Selasa, 3 Maret 2026 - 23:18

Pembangunan MCK TMMD Ke-127 di Desa Jeumpa Sikureung Terus Berlanjut

Selasa, 3 Maret 2026 - 23:15

Perehapan Rumah Bapak Hafani di Desa Jeumpa Sikureung Kini Memasuki Tahap Pengecatan

Selasa, 3 Maret 2026 - 23:12

Pasca Diguyur Hujan, Satgas TMMD Ke-127 Kodim 0111/Bireuen Cek Kondisi Jalan dan Jembatan Aramco.

Selasa, 3 Maret 2026 - 05:29

Kapolres Binjai beri penghargaan Bhabinkamtibmas Berprestasi, Tegaskan Polisi Harus Hadir untuk Rakyat

Senin, 2 Maret 2026 - 14:11

Kodam IX/Udayana Dukung Pemulihan Ekosistem Danau Yeh Malet

Berita Terbaru

Feature dan Opini

Bhayangkara di Garis Pengabdian: Menjaga Negeri tak kenal waktu

Kamis, 5 Mar 2026 - 15:15

Headline news

Pendidikan dan Pembangunan Jadi Kunci Indonesia Maju

Kamis, 5 Mar 2026 - 13:44