Gelombang Aksi di Medan Mahasiswa USU dan Ojol Kepung Polda Sumut

- Editor

Senin, 1 September 2025 - 12:17

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Medan | TribuneIndonesia.com-
Gelombang aksi unjuk rasa mewarnai halaman Markas Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) pada Senin (01/09/2025). Belasan mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) turun ke jalan dengan mengenakan jas almamater, membawa poster, serta menyuarakan kritik keras terhadap tindakan represif aparat kepolisian.

Melalui pengeras suara, mahasiswa mendesak agar aparat tidak lagi bersikap anarkis terhadap pengunjuk rasa. “Kami meminta pihak kepolisian segera berbenah, hentikan tindakan-tindakan anarkis,” teriak salah seorang mahasiswa di hadapan wartawan.

Kapolda Sumut, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, turun langsung menemui massa untuk berdialog dan mendengarkan aspirasi mereka. Kehadiran orang nomor satu di jajaran Polda Sumut itu sempat meredam ketegangan di lapangan.

Namun, suasana di sekitar Polda Sumut diperkirakan semakin padat sore ini. Ratusan pengemudi ojek online (Ojol) yang tergabung dalam Gabungan Ojek Roda Dua Medan Sekitar (Godams) juga berencana menggelar aksi serupa. Ketua Umum Godams, Agam Zubir, menyebut sekitar 300 pengemudi Ojol akan ikut dalam aksi tersebut.

“Situasinya tidak memungkinkan membawa massa dalam jumlah besar. Yang ikut aksi hanya perwakilan dari setiap komunitas, sekitar 300 orang. Titik kumpul di Taman Makam Pahlawan, lalu bergerak ke Polda Sumut pukul 15.00 WIB,” jelas Agam.

Baca Juga:  Mahasiswa dan LSM Ultimatum Kejari Subulussalam: Tuduhan Pembiaran Kasus Korupsi Dana Desa Menguat

Aksi Ojol ini merupakan tindak lanjut atas tewasnya Affan Kurniawan, pengemudi Ojol yang dilindas kendaraan taktis Brimob saat aksi di Jakarta. Mereka menuntut Kapolda Sumut untuk menyampaikan permohonan maaf serta mengingatkan anggotanya agar tidak melakukan kekerasan terhadap demonstran.

Selain itu, para pengemudi Ojol juga menuntut pertanggungjawaban DPR RI yang mereka nilai sebagai biang kerok kericuhan. Mereka mendesak pejabat publik, baik dari unsur pemerintah maupun legislatif, serta tokoh lintas agama, hadir menenangkan masyarakat.

“Ini tanggung jawab bersama. Kami ingin semua pihak turun tangan, bukan hanya membiarkan rakyat menghadapi kekerasan,” tegas Agam.

Rekayasa Lalu Lintas
Kasat Lantas Polrestabes Medan, AKBP I Made Parwita, memastikan pihaknya menyiapkan rekayasa lalu lintas di sekitar Jalan Sisingamangaraja, depan Polda Sumut. “Kita lihat situasi. Jika memungkinkan, kita terapkan contra flow. Kalau jalur terpaksa ditutup, pengendara mobil bisa lewat Tol Amplas, sementara roda dua dialihkan ke Jalan Karya Sembada menuju Jalan Bendungan I,” ujarnya.

Dengan dua gelombang aksi yang berpotensi memadati kawasan Polda Sumut, warga Medan diimbau memilih jalur alternatif untuk menghindari kemacetan parah.

Ilham Gondrong

Berita Terkait

Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa Aras Kabu Mengemuka, Tokoh Pemuda Soroti Pemberitaan yang Dinilai Tidak Berimbang
Skandal Beasiswa Aceh: Mantan Kadis BPSDM yang Kini Kadis Perpustakaan Jadi Tersangka, Negara Rugi Rp14,07 Miliar
Aiyub NSS Grong-Grong Berikan Souvenir Jam Dinding, Jamu Nasabah Setia Asal Medan dengan Kuliner Khas Aceh
Imigrasi di Era Yuldi Yusman: Rekor PNBP dan Penguatan Penegakan Hukum
Wartawan Mengaku Diintimidasi di Polresta Deli Serdang, Propam Belum Beri Tanggapan
Aksi Pencurian Marak Pasca Banjir, Warga dan Pedagang Pasar Tualang Baro Diliputi Keresahan
93 Siswa SMA Negeri 3 Langsa Lolos SNBP 2026, Kepala Sekolah Apresiasi Kerja Keras Siswa dan Guru
Di tengah hujan, Disub tetap gagah amankan kunjungan Bupati
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 31 Maret 2026 - 06:30

Lalat di Minuman Antara Hadits, Sains, dan Kesehatan Modern

Sabtu, 28 Maret 2026 - 04:51

Peta Tubuh di Telapak Kaki Antara Mitos, Terapi, dan Fakta Medis

Rabu, 25 Maret 2026 - 14:00

“Wak Labu ! Raja Licik yang Paling Pintar… Mengelabui Rakyat Sendiri”

Selasa, 24 Maret 2026 - 15:17

TTI Mendesak Kajari Aceh Besar Usut Kasus THR dan Gaji ke 13 Guru di Kabupaten Aceh Besar sejumlah Rp.17,44 Milyar.

Kamis, 12 Maret 2026 - 04:26

Program Makan Bergizi Gratis: Investasi Masa Depan atau Sekadar Proyek Populis?

Kamis, 5 Maret 2026 - 15:15

Bhayangkara di Garis Pengabdian: Menjaga Negeri tak kenal waktu

Rabu, 4 Maret 2026 - 13:21

Agama Menguatkan Bhayangkara

Rabu, 4 Maret 2026 - 12:28

Syariat Islam di Kota Langsa Kian Melemah: Ketika Dinas Syariat Hanya Menerima Laporan Tanpa Kewenangan Bertindak

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x