Dugaan Hilangnya Inventaris Desa Kuta Buluh Jadi Sorotan, LSM Desak Inspektorat Audit Aset Desa

- Editor

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:31

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TRIBUNEINDONESIA | ACEH TENGGARA — Dugaan hilangnya sejumlah barang inventaris milik Desa Kuta Buluh, Kecamatan Bambel, Kabupaten Aceh Tenggara, menuai sorotan masyarakat. Warga mempertanyakan keberadaan berbagai aset desa yang disebut sudah tidak lagi berada di desa dan diduga tidak memiliki kejelasan administrasi.

 

Sejumlah barang inventaris yang dipersoalkan antara lain alat PKK, becak motor, jektor, hingga bak perontok padi. Dugaan tersebut mencuat setelah adanya laporan masyarakat kepada Ketua DPD LSM WGAB (Wadah Generasi Anak Bangsa), Samsul Bahri.

 

Menindaklanjuti laporan itu, Samsul Bahri mengaku telah melakukan konfirmasi langsung kepada mantan Penjabat (Pj) Kepala Desa Kuta Buluh bersama sejumlah perangkat desa di salah satu kedai kopi pada Jumat (29/05/2026).

 

Menurut Samsul Bahri, dalam pertemuan tersebut mantan Pj Kepala Desa mengakui bahwa sebagian aset desa memang sudah tidak berada lagi di desa.

 

Tak hanya itu, saat dikonfirmasi terkait keberadaan salah satu aset berupa jektor, mantan Pj Kepala Desa disebut menyampaikan bahwa barang tersebut telah dijual. Hasil penjualannya, kata dia, digunakan untuk membeli pompa air (sanyo) serta tong air guna kebutuhan MCK desa.

 

“Jektor itu memang dijual, dan uangnya digunakan untuk membeli sanyo serta tong air untuk MCK desa,” ujar mantan Pj Kepala Desa Kuta Buluh saat dikonfirmasi.

 

Pernyataan tersebut memicu perhatian masyarakat terkait mekanisme pengelolaan aset desa, khususnya mengenai proses penjualan barang inventaris yang semestinya dilakukan melalui prosedur resmi dan tercatat dalam administrasi pemerintahan desa.

Baca Juga:  Lahan Eks HGU Lonsum 75 Hektare Resmi Diserahkan, Pemkab Deli Serdang Prioritaskan Kepentingan Rakyat

 

Ketua DPD LSM WGAB, Samsul Bahri, menegaskan bahwa seluruh aset desa merupakan barang milik negara yang dibeli menggunakan anggaran publik, sehingga wajib dijaga dan dipertanggungjawabkan secara terbuka kepada masyarakat.

 

“Aset desa bukan milik pribadi. Semua dibeli dari uang rakyat. Kalau benar ada yang hilang atau dialihkan, harus jelas prosesnya, dokumennya, dan pertanggungjawabannya. Kami meminta persoalan ini dibuka seterang-terangnya agar masyarakat mendapat kepastian,” tegas Samsul Bahri.

 

Ia mendesak Inspektorat Kabupaten Aceh Tenggara segera turun tangan melakukan audit menyeluruh terhadap inventaris Desa Kuta Buluh, termasuk menelusuri buku inventaris desa, berita acara serah terima jabatan, hingga dokumen pengelolaan aset desa lainnya.

 

Selain itu, Samsul Bahri juga meminta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kute (DPMK) Kabupaten Aceh Tenggara melakukan pembinaan serta pemeriksaan administrasi terkait dugaan pengalihan aset tersebut.

 

“Jika ditemukan pelanggaran administrasi ataupun unsur kerugian negara, kami meminta agar diproses sesuai aturan yang berlaku. Jangan sampai aset desa hilang tanpa kejelasan, sementara masyarakat hanya menerima jawaban bahwa barang tersebut sudah tidak ada,” tambahnya.

 

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih menunggu langkah resmi dari pemerintah desa maupun instansi terkait guna memastikan seluruh aset desa tercatat, terdata, dan dapat dipertanggungjawabkan secara transparan.(Akbar)

Berita Terkait

Dampingi Bupati DAN POS TNI AL MANGGAR SAMBANGI BUKU LIMAU
Kabur Usai Jambret, Pria Berjaket Ojek Online Ditabrak Angkot
Lom Lom: Lulusan Harus Unggul
Edi Syahputra, ST Ketua MPC PP Aceh Tamiang : “Perpanjangan Status Transisi Darurat Menjadi Alarm Keras Lambannya Pemulihan Pascabencana”
Warga Mengaku Diintimidasi Saat Meliput Proyek Wisata Air Kalimalang, Video Viral di Media Sosial
Camat Batang Kuis Apresiasi Pentas Seni Methodist 2026, Dorong Pengembangan Talenta dan Karakter Generasi Muda
Batu Bara Pertahankan WTP, Baharuddin Tegaskan Tata Kelola Keuangan Berkualitas
Diduga Ajudan Ketua DPRA Terjaring Razia Syariat di Hotel Banda Aceh, Satpol PP Amankan Pasangan Non-Mahram
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:31

Dugaan Hilangnya Inventaris Desa Kuta Buluh Jadi Sorotan, LSM Desak Inspektorat Audit Aset Desa

Sabtu, 30 Mei 2026 - 05:20

Camat Batang Kuis Apresiasi Pentas Seni Methodist 2026, Dorong Pengembangan Talenta dan Karakter Generasi Muda

Sabtu, 30 Mei 2026 - 01:14

Batu Bara Pertahankan WTP, Baharuddin Tegaskan Tata Kelola Keuangan Berkualitas

Jumat, 29 Mei 2026 - 14:46

WTP Kedelapan Tegaskan Disiplin Fiskal Deli Serdang

Jumat, 29 Mei 2026 - 14:31

Lom Lom Turun Langsung, Penanganan Korban Puting Beliung Patumbak Dipercepat

Jumat, 29 Mei 2026 - 14:09

RSUD Bangun Purba Naik Kelas

Jumat, 29 Mei 2026 - 01:15

Diduga Ada Upaya Penghambatan Penanganan Kasus, Berkas Dugaan Korupsi Dana Desa Terutung Payung Hilir Belum Juga Dilimpahkan ke Kejaksaan

Kamis, 28 Mei 2026 - 08:48

Maknai Hari Raya Iedul Adha 1447 H,Pos TNI AL Manggar Potong Hewan Kurban

Berita Terbaru

Headline news

Dampingi Bupati DAN POS TNI AL MANGGAR SAMBANGI BUKU LIMAU

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:04

Headline news

Kabur Usai Jambret, Pria Berjaket Ojek Online Ditabrak Angkot

Sabtu, 30 Mei 2026 - 10:08