Kejaksaan Negeri Pidie Komitmen Bersihkan Korupsi, Empat Terdakwa Dituntut Hukuman Penjara

- Editor

Senin, 25 Agustus 2025 - 06:56

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pidie|Tribuneindonesia.com

Sigli-Kejaksaan Negeri (Kejari) Pidie menunjukkan komitmennya dalam memberantas tindak pidana korupsi dengan menuntut empat terdakwa dalam perkara dugaan korupsi proyek Pemeliharaan Berkala/Rehabilitasi Jalan serta Rekonstruksi/Peningkatan Kapasitas Struktur Jalan Leuen Tanjong–Seukeumbrok, Kecamatan Padang Tijie, Kabupaten Pidie.

Sidang yang berlangsung di Pengadilan Tipikor Banda Aceh pada Jumat (22/8/2025) dipimpin oleh Majelis Hakim Muhammad Jamil, S.H. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Pidie, Muhammad Rhazi, S.H., M.H., dan Abrari Rizki Falka, S.H., M.H., dalam tuntutannya meminta majelis hakim menjatuhkan pidana penjara masing-masing selama 1 tahun 6 bulan terhadap para terdakwa, ditambah denda sebesar Rp50 juta subsider 3 bulan kurungan.

Keempat terdakwa dalam perkara ini adalah:

  • Buchari, AP., M.Si Bin Umar Abdullah (Kepala Dinas PUPR Kabupaten Pidie),
  • Muhammad Fadhli Bin M. Yusuf,
  • Faisal, ST Bin Abdul Karim,
  • Risnandar, ST Bin Nurdin.

Selain hukuman badan, JPU juga menuntut agar uang tunai sebesar Rp678 juta yang telah disita dikembalikan untuk negara, sebagai pengembalian kerugian keuangan negara.

Kasus ini berawal dari proyek peningkatan jalan sepanjang 2.550 meter dengan nilai kontrak sebesar Rp5,96 Miliar,proyek yang direncanakan oleh CV. ZEC, dilaksanakan CV. RCU, dan diawasi CV. BC tersebut, ditemukan tidak sesuai dengan spesifikasi kontrak.

Baca Juga:  Sugiharjo Bebas Banjir Sodetan 1.500 Meter dan Normalisasi Sungai Akhiri Penantian 22 Tahun

Berdasarkan hasil pemeriksaan ahli dari Politeknik Lhokseumawe dan audit Inspektorat, kerugian negara akibat penyimpangan proyek tersebut mencapai Rp677.709.730. Temuan utama meliputi penggunaan material tidak sesuai standar dan kekurangan volume pekerjaan yang berdampak pada rendahnya kualitas jalan.

Setelah mendengarkan pembacaan tuntutan, Ketua Majelis Hakim memutuskan untuk menunda persidangan. Sidang berikutnya akan digelar pada Rabu, 27 Agustus 2025, dengan agenda pembacaan nota pembelaan (pledoi) dari para terdakwa dan tim penasihat hukum.

Kepala Kejaksaan Negeri Pidie, Suhendra, S.H., melalui Kasi Intelijen, Muliana, S.H., M.H., menegaskan bahwa pihaknya akan terus bekerja secara profesional dan transparan dalam setiap perkara korupsi.

Penegakan hukum terhadap kasus korupsi adalah wujud komitmen Kejaksaan Negeri Pidie dalam menjaga keuangan negara sekaligus memastikan hasil pembangunan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegas Muliana.

Kasus ini kembali menambah catatan penting dalam upaya pemberantasan korupsi di sektor infrastruktur Aceh. Publik pun menaruh harapan besar agar Kejaksaan terus konsisten mengawal setiap penggunaan anggaran daerah demi kepentingan masyarakat luas

Berita Terkait

Polemik Dokter Spesialis Anak di Raja Ampat Berujung Baik, Direktur RSUD Tekankan Profesionalitas dan Kepentingan Masyarakat
Sembilan Keluarga di Tanjung Morawa Terima Rumah Layak Huni, Bupati Serahkan Kunci
Tutup Latsar CPNS 2026, Hengky Honandar Tegaskan ASN Harus Utamakan Kepentingan Masyarakat
Erosi Sungai Ular Meluas, Relokasi Warga Jadi Pilihan Terakhir
Tiga Kompor Gas Meledak di Kantin RSUD Langsa, Api Berhasil Dipadamkan Tanpa Korban Jiwa, Pelayanan tetap Normal
Hampir Sepekan Berpolemik, Nasib Dokter Laura di RSUD Raja Ampat Temukan Titik Terang
Tragedi Senin Pagi di Gayo Lues: 22 Rumah, Mushala, dan Balai Adat Ludes Terbakar
Dukung Kebutuhan Daerah, PT PEMA Salurkan Dua Unit Becak Motor untuk Pemko Langsa
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 12:44

Polemik Dokter Spesialis Anak di Raja Ampat Berujung Baik, Direktur RSUD Tekankan Profesionalitas dan Kepentingan Masyarakat

Selasa, 3 November 2026 - 09:59

Gebrakan Mubes X Yayasan Al-Muslim Peusangan: Rusyidi Mukhtar Pimpin Pembina, Edi Obama Calon Kuat Penggerak Transparansi Wakaf

Selasa, 3 November 2026 - 08:58

Wabup Razuardi: RDTR Perkotaan Bireuen Harus Jadi Pijakan Nyata, Bukan Dokumen di Atas Kertas

Selasa, 3 November 2026 - 02:53

Polsek Samalanga Gelar Patroli dan Sosialisasi Maklumat Kapolda Aceh untuk Cegah Karhutla

Selasa, 3 November 2026 - 02:50

Satlantas Polres Bireuen Imbau Pengendara Patuhi Peraturan Sebagai Upaya Jaga Keselamatan

Senin, 2 November 2026 - 19:06

25 Bangunan Terbakar di Telege Jernih, 23 Kepala Keluarga Kehilangan Tempat Tinggal

Senin, 2 November 2026 - 15:18

Melayani Sepenuh Hati, Hutama Karya Ajak Pengguna Jalan Jaga Kebersihan Rest Area demi Kenyamanan Bersama

Senin, 2 November 2026 - 12:11

Ketua LSM Perkara Aceh Tenggara Ajukan Permintaan DataDinas PERKIM TA 2023 dan 2024, Secara Peroranagan.

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

Sembilan Keluarga di Tanjung Morawa Terima Rumah Layak Huni, Bupati Serahkan Kunci

Selasa, 3 Nov 2026 - 12:32

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x