Swiss-Belhotel International Langkah Strategis untuk Menata Ulang Pengalaman Berlibur dengan Rebranding

- Editor

Selasa, 15 April 2025 - 13:41

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kuta | Tribuneindonesia.com

Swiss-Belhotel International telah mengumumkan perubahan nama tiga properti perhotelan di Bali sebagai langkah strategis untuk memperkuat kehadirannya di destinasi wisata utama dan menyoroti komitmen berkelanjutan Grup untuk memberikan pengalaman tamu yang luar biasa dan memperluas jejaknya di seluruh Indonesia.

Tiga hotel dalam rencana perluasan ini, termasuk Kamarkoe Hotel Seminyak, D’sawah Villa Umalas, dan The Sunset Mansion, secara resmi terintegrasi ke dalam portofolio merek Swiss-Belhotel International mulai 15 April 2025.

Hotel-hotel yang baru berganti nama tersebut termasuk The Sunset Mansion Seminyak, yang telah resmi berganti nama menjadi Swiss-Belinn Sunset, Kamarkoe menjadi Swiss-Belcourt Seminyak, dan D’Sawah Villas menjadi Swiss-Belvillas Umalas. Hotel-hotel tersebut terletak di jantung Seminyak, distrik gaya hidup paling ramai di pulau ini, dan menawarkan suasana kontemporer dan bergaya, memadukan desain modern dengan keramahan khas Swiss-Belhotel International.

Setiap properti dipilih dengan cermat agar selaras dengan standar internasional, kenyamanan, dan keunggulan operasional. Perubahan nama ini bertujuan untuk memposisikan hotel-hotel tersebut sebagai akomodasi bintang tiga dan empat bertaraf internasional dengan akses mudah ke destinasi belanja terkenal, tempat kuliner populer, dan pantai-pantai yang disinari matahari di Seminyak.

“Dengan tiga properti Bali yang baru saja berganti nama ini, kami memperkuat komitmen jangka panjang kami terhadap sektor pariwisata dan perhotelan lokal. Kami bertujuan untuk meningkatkan pengalaman tamu dengan menyediakan lebih banyak pilihan akomodasi bagi wisatawan lokal dan internasional serta memadukan standar kualitas global kami sambil memadukan karakter unik setiap destinasi dengan semangat Asia yang hangat dan profesionalisme Swiss,” kata Fabrice Mini, Direktur Operasional & Pengembangan PT. Swiss-Belhotel International – Indonesia, selasa (15/4/2025).

Baca Juga:  Paguyuban Musara Gayo Kota Langsa Gelar Family Gathering di Pantai Lokop

Swiss-Belhotel International terus memperluas pasarnya di Indonesia dan mengharapkan lebih banyak pembangunan di seluruh Bali dan sekitarnya. Dengan perkembangan terkini ini, Swiss-Belhotel International terus memantapkan kehadirannya di berbagai destinasi utama di seluruh Indonesia, menghadirkan berbagai pengalaman perhotelan yang disesuaikan dengan harapan para pelancong masa kini, baik yang mencari kehidupan kota yang semarak, liburan di vila yang tenang, atau akses strategis ke berbagai objek wisata utama.

Swiss-Belinn Sunset, Swiss-Belvillas Umalas, dan Swiss-Belcourt Seminyak kini menjadi gerbang istimewa untuk menjelajahi Pulau Dewata.

Swiss-Belhotel International saat ini beroperasi di 20 negara, mengelola portofolio lebih dari 150 hotel, resor, dan proyek yang terletak di Australia, Selandia Baru, Indonesia, Malaysia, Filipina, Vietnam, Thailand, Kamboja, China, Hong Kong, Arab Saudi, Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, Oman, Irak, Mesir, Kenya dan Tanzania.

Grup ini menyediakan layanan pengembangan dan manajemen yang komprehensif dan sangat profesional dalam semua aspek hotel, resor, dan tempat tinggal berlayanan.

Kantor-kantor Swiss-Belhotel International terletak strategis di Hong Kong, Selandia Baru, Australia, China, Indonesia, Uni Emirat Arab,Filipina, Vietnam, Malaysia dan Thailand yang mencakup wilayah Oceania, Asia, Eropa, Timur Tengah, Afrika, dan India.

Berita Terkait

Mengangkat Rasa Nusantara, Menghidupkan Kuta: Gerakan Baru Industri F&B Bali
Bripka Pande Ari Sudewa Hadirkan Garuda Wisnu Kencana yang Memikat Jakarta
HUT ke-67 Kebun Raya Bali Hadirkan Harmoni Konservasi, Budaya, dan Kuliner Tradisi Bali
DTW Jatiluwih Masuk Daftar KEN Kemenparekraf RI, Destinasi Wisata Budaya dan Pertanian Berkelanjutan Bertaraf Internasional
Kampung Nipah Naik Kelas, Destinasi Mangrove Kian Memikat
Mengapa Kabupaten Bireuen Disebut Kota Juang?
Dana Desa Dipotong, Koperasi Belum Terbentuk: Keresahan Masyarakat Aceh Tenggara Mulai Menguat
CV. Tona Jaya Kupi Dorong UMKM Kopi Aceh Tembus Pasar Nasional
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 03:11

Jangan Jadi Pemimpin Ambisius — Peradaban Bangsa Dibangun oleh Guru

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 01:51

Maju ke Listrik, Tetapi Jangan Hilangkan Minyak Sebelum Siap

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 01:49

Janji Manis Tanpa Bukti — Kesejahteraan Guru yang Selalu Ditunda

Jumat, 14 Agustus 2026 - 16:18

Transisi Energi: Yang Listrik Silakan, Yang Minyak Tetap Berjalan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 07:50

Jangan Paksa Rakyat Pilihan Kendaraan, Bangunlah Kemandirian dan Pilihan yang Adil

Jumat, 14 Agustus 2026 - 07:47

Bangunlah Transportasi Umum yang Memadai, Bukan Memaksa Rakyat Mengganti Kendaraan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 13:54

Kelangkaan Semen di Aceh, Pemerintah Jangan Biarkan Masyarakat Berjuang Sendiri

Kamis, 9 Juli 2026 - 08:25

Saling Sandera di Cipete: Ketika Hukum Jadi Alat Barter

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x