Mantan Keuchik Alue Tuwi,Terlibat Kasus Jual Lahan Transmigrasi, Sultan Ancam Akan Laporkan Wartawan

- Editor

Jumat, 4 Juli 2025 - 06:58

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH TIMUR/Tribunindonesia.com
Pengalihan hak kepemilikan lahan di Desa Alue Tuwi Kecamatan Ranto Selamat dan Desa Sri Mulia Kecamatan Peunaron bukan hanya terjadi dikawasan lahan transmigrasi, akan tetapi praktek mafia tanah yang melibat mantan Keuchik dan perangkat desa setempat diduga ikut menjual puluhan hektar lahan hutan adat masyarakat.Kamis (03/07/25)

Praktek mafia tanah yang bekerja secara terselubung dan sistemik diungkapkan oleh beberapa warga Desa Alue Tuwi yang mengaku gerah terhadap perampasan hak masyarakat untuk meraup keuntungan pribadi.

Sumber menyebutkan dua sosok nama perangkat desa Alue Tuwi yang duga terlibat dalam praktek mafia tanah yang menjual tanah kepada Saiful Hasballah.

“Itu bukan pemilik asli eks warga transmigrasi yang menjual tanah, akan tetapi tanah tersebut dijual oleh Sultan selaku mantan Keuchik dan Abdurrahman pada saat itu menjabat salah satu perangkat desa,” sebut sumber yang minta identitas dirahasiakan.

Parahnya ungkap sumber, lahan yang ada bangunan masjid yang berada di areal pemukiman tranmigrasi seluas 17,000 m2 ikut dijual kepada Saiful Hasballah dengan harga Rp 40 juta,

“Ada bukti sporadik yang menjual lahan dan bangunan masjid atas nama Sultan selaku pihak penjual dan Saiful Hasballah selaku pihak pembeli,” ungkap sumber yang ikut memperlihatkan surat sporadik tersebut kepada media ini beberapa waktu lalu.

Sofyan, Kepala Bidang Transmigrasi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Aceh Timur kepada media ini saat ditemui diruang kerja mengatakan beberapa yang lalu, beberapa orang perwakilan eks warga transmigrasi Desa Alue Tuwi pernah datang mengadu dan menpertanyakan lahan milik mereka yang telah dijual tanpa.sepengetahuan pemiliknya.

Baca Juga:  Penanganan Bencana Sudah Sesuai Tahapan, Silakan Diuji Melalui Class Action

“Sekitar 3 bukan yang pernah datang beberapa orang yang mengaku sebagai perwakilan warga transmigrasi desa Alue Tuwi, mereka menyampaikan keluhan dan mempertanyakan status lahan mereka yang tidak ada lagi,” ungkap Sofyan

Menurut Sofyan, karena pihaknya tidak bisa menjelaskan tentang persoalan yang dipertanyakan oleh mereka, dirinya menyarankan ke Banda Aceh untuk menanyakan langsung kepada Dinas Transmigrasi Provinsi Aceh.

“Jadi saya menyuruh menanyakan langsung ke Dinas Provinsi Aceh, disana bisa memberikan penjelasan lebih lengkap,” kata Sofyan

Sultan, mantan Keuchik Desa Alue Tuwi, saat dikonfirmasi terkait soal tudingan warga, yang menyebutkan mantan keuchik dan perangkat desa yang terlibat dalam penjualan tanah milik warga tranmigrasi serta tanah adat membantah tudingan tersebut.

“Kalau ada bukti otentiknya boleh bang, tapi semua itu dilakukan oleh pemilik awal kepada warga warga2 kita, mengenai bangunan masjid itu juga tidak benar, bahkan hal ini pernah dipertanyakan oleh bupati tapi saya pastikan hal itu hanya isu yang tidak bisa dibuktikan kebenarannya,” kilah Sultan.

Mantan Keuchik yang menjabat sejak 2006-2018 tersebut, kepada media ini mengancam akan melaporkan ke ranah hukum, bila dalam pemberitaan tidak bisa membuktikan.

“Pemberitaan boleh2 saja bang, tapi apa bila berita itu hanya dengan bahasa dari sumber yang tidak bisa disebutkan namanya untuk memfitnah orang lain ini juga salah bang, tunjukkan orangnya dan buktinya kita negara hukum,” tegas Sultan dengan nada ancaman.(Saipul Ismail (SF)

Berita Terkait

BERJUANG SENDIRI, TAPI TIDAK HARUS MENUTUP DIRI
Polsek Gandapura Gencarkan Patroli KRYD Cegah Karhutla, Imbau Warga Tak Bakar Lahan
Carles Imbir Ajak Rakyat Raja Ampat Kawal DPRK: Pastikan Berjalan Sesuai Aturan dan Aspirasi
Ketua DPRK Raja Ampat Tegaskan APBD Perubahan 2026 Harus Tepat Sasaran
FKLL Jakarta Selatan Perkuat Sinergi Tangani Titik Rawan Kecelakaan di Jalan Ciputat Raya Kebayoran Lama
Kapolres Aceh Timur Silaturahmi ke Abu Paya Pasi, Perkuat Sinergi Polri dan Ulama
Peringati Maulid Nabi, Kapolres Aceh Timur Santuni puluhan Anak Yatim
Fraksi Otsus DPRK Raja Ampat Soroti Dana Otsus Rp268 Miliar: Jangan Hanya Jadi Angka di APBD
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 04:40

Jepang Memberi Makan Gratis Tanpa Keracunan- Mengapa Kita Tidak Bisa? Pemimpin Harus Mencicipi Dulu!

Kamis, 20 Agustus 2026 - 03:19

Jangan Menjadi Pemimpin — Gubernur Atau Siapa Pun — Untuk Menciptakan Kebohongan Kepada Rakyat

Kamis, 20 Agustus 2026 - 03:14

Korupsi Menggurita — Mengapa Koruptor Diperlakukan Istimewa, Rakyat Yang Disiksa?

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:48

Ketika Tanah Leluhur Diambil — Tanda Peradaban yang Akan Hancur

Rabu, 19 Agustus 2026 - 04:43

Belajarlah kepada India — Bukan Meniru, Tapi Membangun Peradaban Sendiri

Rabu, 19 Agustus 2026 - 03:59

Kerajaan Babilon: Kekuasaan yang Lupa Pencipta

Rabu, 19 Agustus 2026 - 03:56

Bangsa Kaya yang Terjatuh karena Melupakan Rakyat

Rabu, 19 Agustus 2026 - 03:54

Kesombongan yang Menjatuhkan

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

Deli Serdang Kembangkan Bawang Merah di Namorambe, Target Produksi 13 Ton

Minggu, 27 Sep 2026 - 08:04

Sosial

BERJUANG SENDIRI, TAPI TIDAK HARUS MENUTUP DIRI

Minggu, 27 Sep 2026 - 07:11

Feature dan Opini

Panggil BKPSDM Soal IPDN Dipertanyakan, Warga: Jangan Salah Sasaran!

Minggu, 27 Sep 2026 - 01:29

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x