PSI Dinilai Abai, Gerbong dan Pendukung di Aceh Tamiang Merasa Ditinggalkan Pasca Banjir

- Editor

Sabtu, 27 Desember 2025 - 05:35

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tamiang | TribuneIndonesia.com

Kekecewaan mendalam dirasakan keluarga besar Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Kabupaten Aceh Tamiang. Pasalnya, hingga kini belum terlihat adanya perhatian maupun dukungan moril dan mental dari partai terhadap pengikut, gerbong, serta warga masyarakat yang terdampak bencana banjir di wilayah tersebut.

Banjir yang melanda Aceh Tamiang beberapa waktu lalu tidak hanya merusak rumah dan harta benda, tetapi juga meninggalkan dampak berkepanjangan bagi kehidupan sosial, ekonomi, dan kesehatan warga. Keluarga besar PSI Aceh Tamiang yang ikut menjadi korban saat ini masih berjibaku memulihkan tempat tinggal dan sumber penghidupan mereka.

“Setelah banjir surut, persoalan belum selesai. Warga mengalami krisis kesehatan seperti demam, batuk, dan diare akibat perubahan cuaca dan lingkungan yang tidak sehat,” ungkap salah seorang pendukung PSI di Aceh Tamiang.

Selain persoalan kesehatan, dampak psikologis juga menjadi beban berat yang dirasakan para korban. Guncangan mental dialami oleh banyak keluarga akibat rumah dan barang-barang yang hanyut serta rusak diterjang banjir. Kondisi ekonomi pun belum stabil, terutama bagi warga yang menggantungkan hidup dari pekerjaan serabutan. Anak-anak dan keluarga turut mengalami trauma yang tidak ringan.

Dalam situasi sulit tersebut, gerbong PSI di Aceh Tamiang berharap adanya perhatian nyata dari pimpinan pusat partai. Mereka menaruh harapan besar kepada Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, yang selama ini dikenal aktif membesarkan partai, agar juga menunjukkan kepedulian terhadap para pendukungnya di saat sedang tertimpa musibah.

Baca Juga:  KAKI Pantau Dugaan Korupsi di Aceh: Soroti Pengadaan Barang dan Dana Hibah KONI

“Kami berharap ada perhatian, dukungan moril, dan jika memungkinkan bantuan yang jelas dan transparan. Jika memang ada bantuan, kami ingin tahu ke mana disalurkan dan apakah benar-benar sampai kepada korban sesuai data yang ada,” ujar perwakilan gerbong PSI.

Mereka juga menyinggung kekhawatiran soal penyaluran bantuan yang tidak tepat sasaran. Jangan sampai, menurut mereka, bantuan hanya tersimpan di “lumbung-lumbung dengan kamar-kamar terselubung”, sementara korban di lapangan tetap berjuang sendiri menghadapi dampak bencana.
Kekecewaan ini dinilai bukan sekadar soal bantuan materi, tetapi juga menyangkut komitmen dan keseriusan partai dalam menyokong pengikut, pendukung, bahkan kadernya sendiri. Terlebih, dukungan moral di masa sulit dianggap penting untuk menjaga semangat dan loyalitas dalam perjuangan politik jangka panjang hingga 2029.

“Sebenarnya, ini adalah momentum yang sangat baik bagi PSI. Saat masyarakat dan pendukungnya tertimpa musibah, kehadiran partai akan menjadi bukti nyata solidaritas. Jika PSI ingin besar, maju, dan mendapat dukungan luas ke depan, inilah saatnya menunjukkan kepedulian,” tutup salah seorang pendukung PSI di Aceh Tamiang.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pengurus pusat PSI terkait keluhan dan harapan gerbong serta pendukungnya di Aceh Tamiang. (Zs)

Berita Terkait

Bayi 3 Minggu Diduga Tewas di Tangan Ayah Kandung, Luka Kecil yang Mengguncang Hati Nurani
Babinsa Hadir Dukung Pendidikan, SMK Magadha 1 Gianyar Siap Cetak Generasi Unggul
Setengah Abad Mengabdi, Dilepas Tanpa Negara Ketidakpedulian Camat Hamparan Perak dan Kades Bulu Cina Dipertanyakan
PEMILIHAN KETUA OSIS SMP NEGERI 1 MANYAK PAYED JADI IMPLEMENTASI P5 TEMA SUARA DEMOKRASI
Arief Martha Rahadyan Serahkan Wakaf Al-Qur’an di Bogor, Dorong Penguatan Pendidikan Pesantren
*Tolak Persidangan Online, Kuasa Hukum Kadri Amin Minta Persidangan Secara Langsung di Pengadilan Tipikor*
BIMTEK PEMILIHAN GEUCHIK DI LANGSA BATAL, DIDUGA TERKENDALA ANGGARAN Penggunaan Dana Desa Disorot, SOMASI Kritik Keterlibatan Pihak Ketiga
Banda Aceh Rayakan HUT ke-821, Momentum Sinergi di Tengah Sorotan Efisiensi Anggaran
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 15:53

Bantuan Kemanusiaan 1 Juta Rupiah untuk Warga Seuneubok Saboh, Harapan Masyarakat Terpenuhi

Kamis, 30 April 2026 - 12:41

Langkah Strategis Dalam Memperkuat Sinergi, Kejaksaan Bireuen Tanda Tangani MoU Dengan RSUD DR.Fauziah Bireuen

Kamis, 30 April 2026 - 11:36

Pelindo Resmi Terapkan Sistem Terintegrasi di Pelabuhan Bitung demi Efisiensi Global

Kamis, 30 April 2026 - 09:18

PT Jasa Raharja melaksanakan Program Intensifikasi Keselamatan Transportasi Berbasis Domisili Korban

Kamis, 30 April 2026 - 08:57

Pastikan Kamtibmas Kondusif, Kapolsek Matuari Pimpin Pengamanan Kompetisi Olahraga di Kota Bitung

Kamis, 30 April 2026 - 06:30

Diduga Gunakan Material Galian C Ilegal, Proyek PT HK Disorot Tajam: Bupati Aceh Tenggara Diminta Jangan Jadi Penonton

Kamis, 30 April 2026 - 06:26

STMA Trisakti Gelar Seminar Nasional Bahas Stabilitas Pertumbuhan Industri Perasuransian

Kamis, 30 April 2026 - 04:39

Kawal Progres Infrastruktur, Babinsa Dampingi Pengecoran Jembatan Perintis Garuda

Berita Terbaru

Feature dan Opini

Maling Teriak Maling: Cermin Retaknya Integritas di Lingkar Kekuasaan

Kamis, 30 Apr 2026 - 15:43