Bitung | Tribuneindonesia.com – Aparat kepolisian bergerak cepat mengantisipasi lonjakan euforia masyarakat menyambut gelaran Piala Dunia FIFA 2026. Jumat (10/07/26).
Kepolisian Resor (Polres) Bitung secara resmi mengeluarkan seruan agar seluruh warga yang menggelar atau mengikuti kegiatan nonton bersama (nobar) tetap mengedepankan faktor keselamatan dan ketertiban umum.
Langkah preventif ini diambil guna memastikan atmosfer pesta sepak bola sejagat tersebut tidak ternodai oleh tindakan-tindakan yang merugikan. Pihak kepolisian berharap kemeriahan ajang empat tahunan ini dapat dinikmati secara positif tanpa mengorbankan kenyamanan publik.
Kapolres Bitung, AKBP Arie Sulistyo Nugroho, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pihaknya sangat memahami tingginya animo masyarakat dalam memberikan dukungan kepada tim nasional favorit mereka.
Kendati demikian, ia mengingatkan agar semangat yang meluap-luap tersebut disikapi secara bijak dan tidak memicu gesekan di lapangan.
”Seru dan antusias mendukung tim kesayangan tentu merupakan hal yang wajar. Namun, ketertiban umum dan keamanan harus tetap menjadi prioritas utama. Mari kita sukseskan momen Piala Dunia FIFA 2026 dengan sikap yang dewasa, santun, dan penuh tanggung jawab,”
tutur AKBP Arie Sulistyo Nugroho saat memberikan keterangan resmi.
Sebagai langkah konkret di lapangan, Polres Bitung mendesak warga untuk lebih selektif dalam memilih tempat nobar.
Masyarakat sangat disarankan untuk mendatangi lokasi-lokasi yang telah mengantongi izin resmi, memiliki fasilitas yang nyaman, serta didukung oleh sistem pengamanan internal yang memadai.
Selain faktor lokasi, aspek perilaku berkendara dan kedisiplinan di area publik juga menjadi sorotan tajam.
Warga diwajibkan memarkir kendaraan di kantong-kantong parkir resmi serta dilarang keras melakukan konvoi kendaraan secara berlebihan yang berpotensi melumpuhkan arus lalu lintas.
Aspek sportivitas antarpendukung turut menjadi poin krusial yang digarisbawahi oleh pihak kepolisian.
Masyarakat diminta untuk menahan diri dari segala bentuk provokasi, termasuk larangan mutlak terhadap aktivitas perjudian, penggunaan petasan, serta konsumsi minuman beralkohol maupun narkotika di area nobar.
Guna mengawal jalannya setiap pertandingan, Polres Bitung pun telah menyusun strategi pengamanan komprehensif.
Korps Bhayangkara bakal mengoptimalkan patroli wilayah secara berkala dan menyiagakan personel di sejumlah titik keramaian yang disinyalir menjadi pusat berkumpulnya massa.
Di sisi lain, Kapolres juga mengimbau warga untuk tetap mawas diri terhadap potensi tindak kriminalitas konvensional, seperti aksi pencurian kendaraan bermotor atau pencopetan di tengah kerumunan.
Jika masyarakat melihat gelagat mencurigakan atau membutuhkan intervensi darurat, mereka diminta segera melapor kepada petugas terdekat atau memanfaatkan layanan Call Center 110.
Melalui komitmen bersama ini, Polres Bitung berharap Piala Dunia FIFA 2026 dapat bertransformasi menjadi momentum perekat persaudaraan antarwarga.
Kesadaran kolektif dari seluruh lapisan elemen masyarakat diyakini menjadi kunci utama dalam menjaga Kota Bitung agar tetap berada dalam situasi yang aman, damai, dan kondusif. (kiti)















