Kelangkaan BBM Lumpuhkan Pelayanan SPBU di Sumut, Pertamina Diminta Bertanggung Jawab

- Editor

Jumat, 10 Juli 2026 - 07:23

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan,| Kelangkaan hampir seluruh jenis BBM Pertamina kembali terjadi di berbagai wilayah Sumatera Utara. Situasi tersebut meliputi Kota Medan, Deliserdang, Binjai, Langkat, Serdang Bedagai, Tebing Tinggi, Asahan, Batu Bara, hingga Tanjung Balai.

Kondisi ini bukan lagi sekadar keterlambatan distribusi, tetapi telah mengganggu pelayanan publik, aktivitas ekonomi, dan operasional ratusan SPBU. Masyarakat kembali dipaksa mengantre panjang hanya untuk mendapatkan BBM, sementara banyak SPBU tidak dapat melayani konsumen karena stok belum tiba.

Salah satu kondisi tersebut terlihat pada SPBU 14.201.106 Jalan AH. Nasution, Medan, pada Jumat (10/7/2026) pukul 07.37 WIB. Terlihat papan pemberitahuan Pertalite, Biosolar, Pertamax, dan Pertamina Dex “Dalam Perjalanan”, yang menunjukkan pasokan belum tersedia di SPBU, begitu juga jalan Lintas Langkat – Banda Aceh lumpuh total.

Anto, warga Medan Johor menuturkan, ia sudah mendatangi sejumlah SPBU di Medan, tapi rata-rata pihak pengelola mengaku kehabisan stok atau lagi dalam perjalanan.

“Besar sekali efeknya kalau terjadi kelangkaan seperti ini. Aktivitas masyarakat pun jadi terhambat,” keluhnya.

Ia juga menyesalkan sikap Pertamina sebagai perusahaan yang mengurusi penyediaan BBM di tanah air yang terkesan tidak peka dengan kondisi ini.

“Masyarakat sudah diberatkan dengan harga BBM yang tinggi, sekarang dihadapkan lagi dengan kelangkaan. Kan kacau. Sudah hampir 81 tahun kita merdeka, tapi permasalahan klasik seperti ini terus saja berulang,” ucapnya.

Ironisnya, meskipun berbagai pihak telah meminta adanya perbaikan sistem distribusi BBM di Sumatera Utara, tapi hal itu belum juga terealisasi.

Selain masyarakat, para pengusaha SPBU turut mempertanyakan mengapa gangguan distribusi masih terus terjadi tanpa solusi yang mampu mencegah kejadian berulang.

Baca Juga:  Rp1,27 Triliun di APBD Perubahan 2026, Wabup Raja Ampat Ajak Semua Pihak Kawal Pembangunan

Pada gangguan distribusi sebelumnya, Pertamina pernah menyampaikan bahwa faktor cuaca menjadi penyebab terhambatnya distribusi.

Dampak yang ditimbulkan sangat besar:

* Antrean kendaraan mengular hingga keluar area SPBU dan menyebabkan kemacetan panjang.

* Aktivitas masyarakat terganggu karena waktu habis untuk mengantre BBM.

* Pengusaha SPBU mengalami kerugian karena tidak dapat melakukan penjualan, sementara biaya operasional seperti gaji karyawan, listrik, keamanan, dan biaya lainnya tetap berjalan.

* Banyak Delivery Order (DO) yang belum terealisasi sehingga stok di SPBU kosong berjam-jam bahkan lebih lama.

Para pengusaha SPBU juga meminta Pertamina Patra Niaga menjelaskan secara terbuka penyebab terganggunya distribusi BBM. Berbagai informasi yang beredar di lapangan mengenai keterbatasan armada mobil tangki, perubahan jumlah pengemudi, maupun faktor operasional lainnya perlu dijelaskan secara resmi agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

Pengusaha SPBU dan masyarakat mendesak Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut untuk:

1. Memulihkan distribusi BBM secepatnya di seluruh Sumatera Utara.

2. Menjelaskan secara terbuka penyebab gangguan distribusi.

3. Menjamin kejadian serupa tidak terus berulang.

4. Mengevaluasi seluruh rantai distribusi BBM apabila terbukti terdapat kelemahan yang menyebabkan keterlambatan pasokan.

“BBM merupakan kebutuhan vital masyarakat. Gangguan distribusi yang berulang tidak hanya merugikan pengusaha SPBU, tetapi juga menghambat aktivitas ekonomi, pelayanan publik, dan mobilitas masyarakat luas. Karena itu, penyelesaian yang cepat, transparan, dan menyeluruh menjadi kebutuhan mendesak,” ucap salah seorang pengusaha SPBU di Medan

Berita Terkait

RSUD Raja Ampat Jadi Lokasi Studi Tiru RSUD Oksibil, Dari Papua Pegunungan Belajar ke Papua Laut
Kajari Simeulue Terima Tahap II, 5 Tersangka Korupsi Jalan Simpang Air Dingin-Labuhan Bajau Rp7,6 Miliar Resmi Ditahan
Pangdam IX/Udayana Kerahkan Jajaran Tangani Dampak Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah Bali
Polemik Dokter Spesialis Anak di Raja Ampat Berujung Baik, Direktur RSUD Tekankan Profesionalitas dan Kepentingan Masyarakat
PENCURIAN TOWER XL DI TUALANG BARO TERULANG! WARGA RESAH, DIDUGA KOMPlotan PENCURI BERKELIARAN DI TENGAH MALAM
Cak Imin Sentil Kader PKB: Jangan Terlena Kekuasaan, Kuasai Media Sosial dan Hadir untuk Rakyat
Hampir Sepekan Berpolemik, Nasib Dokter Laura di RSUD Raja Ampat Temukan Titik Terang
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 00:43

RSUD Raja Ampat Jadi Lokasi Studi Tiru RSUD Oksibil, Dari Papua Pegunungan Belajar ke Papua Laut

Selasa, 3 November 2026 - 19:03

Selasa, 3 November 2026 - 12:44

Polemik Dokter Spesialis Anak di Raja Ampat Berujung Baik, Direktur RSUD Tekankan Profesionalitas dan Kepentingan Masyarakat

Selasa, 3 November 2026 - 09:59

Gebrakan Mubes X Yayasan Al-Muslim Peusangan: Rusyidi Mukhtar Pimpin Pembina, Edi Obama Calon Kuat Penggerak Transparansi Wakaf

Selasa, 3 November 2026 - 08:58

Wabup Razuardi: RDTR Perkotaan Bireuen Harus Jadi Pijakan Nyata, Bukan Dokumen di Atas Kertas

Selasa, 3 November 2026 - 07:31

Lompatan Kemandirian: 219 Penerima Bansos Bireuen Siap Dobrak Pasar Digital Lewat Jalur Wirausaha

Selasa, 3 November 2026 - 02:53

Polsek Samalanga Gelar Patroli dan Sosialisasi Maklumat Kapolda Aceh untuk Cegah Karhutla

Selasa, 3 November 2026 - 02:50

Satlantas Polres Bireuen Imbau Pengendara Patuhi Peraturan Sebagai Upaya Jaga Keselamatan

Berita Terbaru

Feature dan Opini

Berpolitik Serius, Ikutan atau Sekadar Latah?

Rabu, 4 Nov 2026 - 00:31

Pemerintahan dan Berita Daerah

Dinas Sosial Langsa Turun Langsung, Berikan Perhatian dan Bantuan kepada Ibu Nur Asiah

Selasa, 3 Nov 2026 - 19:10

Agama

Selasa, 3 Nov 2026 - 19:03