Polres Bireuen Kebut Pembersihan SD Negeri 11 Peusangan Agar Kegiatan Belajar Kembali Normal

- Editor

Rabu, 14 Januari 2026 - 01:01

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bireuen/Tribuneindonesia.com

Pasca bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, berbagai infrastruktur publik terdampak, termasuk fasilitas pendidikan. Salah satu sekolah yang mengalami kerusakan dan dipenuhi lumpur akibat banjir adalah SD Negeri 11 Peusangan, Kabupaten Bireuen.

Guna memastikan proses belajar mengajar dapat kembali berjalan normal, personel Polres Bireuen melakukan pembersihan intensif di sekolah tersebut pada Senin, 12 Januari 2026.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., mengatakan bahwa kegiatan pembersihan dilakukan secara gotong royong oleh personel Polres Bireuen dengan menargetkan percepatan pemulihan fasilitas sekolah.

“Personel Polres Bireuen bekerja bahu membahu untuk mengebut pembersihan SD Negeri 11 Peusangan agar dapat segera digunakan kembali untuk kegiatan belajar mengajar,” ujar Kabid Humas.

Baca Juga:  Lapas Perempuan Kelas IIB Sigli Sambut Kunjungan Ketua Umum Pipas Dalam Rangka Peduli Kasih PIPAS

Ia menambahkan, percepatan pembersihan ini bertujuan agar para siswa dan tenaga pendidik dapat kembali melaksanakan proses pendidikan dengan aman dan nyaman pasca banjir.

“Dengan dikebutnya pembersihan, diharapkan proses belajar mengajar dapat segera terselenggara kembali secara normal,” jelasnya.

Menurutnya, pembersihan yang dilakukan secara intensif membuahkan hasil nyata, di mana material dan lumpur sisa banjir berhasil dibersihkan dari lingkungan sekolah.

“Polri hadir sebagai bentuk kepedulian dan memberikan solusi demi keamanan serta kenyamanan masyarakat, khususnya kalangan pelajar, agar fasilitas pendidikan dapat kembali dimanfaatkan,” tutup Kabid Humas.

Berita Terkait

HUT RI ke-81, Panitia Tetapkan Pemenang Lomba Karya Foto dan Karya Tulis Jurnalistik Aceh Tengah–Bener Meriah
Proyek P3-TGAI Desa Kuning I Disorot, Plang Tak Terlihat dan TPM Diduga Membiarkan
Program Banyak, Guru Tertunda — Keadilan Harus Sampai ke Ujung Negeri
Komisi V DPRA Serahkan Bantuan, Dorong Solusi Hunian bagi Korban Kebakaran
Polres Aceh Tenggara Diminta Panggil dan Periksa Kades Kampung Baru, Terkait Dugaan Korupsi DD Tahun 2025
Eks Kombatan GAM Pidie Tegaskan Perdamaian Harus Dijaga, Masyarakat Diminta Waspadai Provokasi
HRD Dukung Terobosan Presiden Prabowo Hadirkan Infrastruktur Dasar bagi Masyarakat
HUT ke-81 RI, TKN Kompas Nusantara dan KAMADA LMP Sumut Gelar Hiburan Rakyat
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 03:11

Jangan Jadi Pemimpin Ambisius — Peradaban Bangsa Dibangun oleh Guru

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 01:51

Maju ke Listrik, Tetapi Jangan Hilangkan Minyak Sebelum Siap

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 01:49

Janji Manis Tanpa Bukti — Kesejahteraan Guru yang Selalu Ditunda

Jumat, 14 Agustus 2026 - 16:18

Transisi Energi: Yang Listrik Silakan, Yang Minyak Tetap Berjalan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 07:50

Jangan Paksa Rakyat Pilihan Kendaraan, Bangunlah Kemandirian dan Pilihan yang Adil

Jumat, 14 Agustus 2026 - 07:47

Bangunlah Transportasi Umum yang Memadai, Bukan Memaksa Rakyat Mengganti Kendaraan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 13:54

Kelangkaan Semen di Aceh, Pemerintah Jangan Biarkan Masyarakat Berjuang Sendiri

Kamis, 9 Juli 2026 - 08:25

Saling Sandera di Cipete: Ketika Hukum Jadi Alat Barter

Berita Terbaru