Penanganan Bencana Harus Dijaga dari Politisasi, Relawan Tekankan Pendekatan Kemanusiaan dan Kesepakatan Warga

- Editor

Selasa, 6 Januari 2026 - 08:11

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bireuen/Tribuneindonesia.com

Pemerintah Kabupaten Bireuen menegaskan bahwa penanganan pascabencana banjir dan longsor dilakukan dengan pendekatan kehati-hatian, berbasis data lapangan, serta mengedepankan kesepakatan masyarakat terdampak. Setiap kebijakan, termasuk rencana pembangunan Hunian Sementara (Huntara), dipastikan tidak menimbulkan persoalan sosial, hukum, maupun konflik baru di kemudian hari.

Pemerintah daerah menjelaskan bahwa pembangunan Huntara tidak dapat dilakukan secara tergesa tanpa persetujuan menyeluruh dari warga serta kejelasan status lahan. Di sejumlah lokasi, masih terdapat perbedaan pandangan terkait lokasi dan pola hunian, sehingga diperlukan proses dialog yang matang agar solusi yang diambil benar-benar berkelanjutan.

Menanggapi narasi yang berkembang di ruang publik, Ketua Umum Relawan Peduli Rakyat Lintas Batas, Arizal Mahdi, mengingatkan semua pihak agar tidak menarik isu kemanusiaan ke dalam kepentingan politik praktis atau membangun opini yang berpotensi memojokkan kepala daerah.

“Bencana adalah ujian kemanusiaan, bukan ruang kontestasi politik. Menyederhanakan persoalan kompleks menjadi tudingan sepihak justru berisiko mengaburkan kebutuhan riil masyarakat. Yang dibutuhkan adalah kerja bersama, bukan saling menyalahkan,” ujar Arizal Mahdi.

Baca Juga:  ​Berita Duka: Sang Jenderal Penjaga Kedaulatan dari Sulawesi Utara Berpulang

Ia menegaskan bahwa perbedaan pendapat dalam penanganan bencana adalah hal yang wajar, namun harus diselesaikan melalui dialog terbuka, berbasis fakta, dan menjunjung martabat korban. Menurutnya, kebijakan pemerintah daerah perlu dinilai secara utuh, termasuk tanggung jawab jangka panjang terhadap keberlanjutan hunian warga.

Pemerintah Kabupaten Bireuen memastikan bahwa layanan dasar bagi pengungsi, seperti kesehatan, logistik, dan fasilitas ibadah, tetap menjadi prioritas. Koordinasi dengan pemerintah pusat, DPR RI, relawan, dan tokoh masyarakat terus dilakukan agar setiap langkah yang diambil benar-benar menjawab kebutuhan korban.

Menjelang bulan suci Ramadhan, semua pihak diimbau menjaga suasana yang kondusif dan menempatkan kepentingan korban di atas kepentingan narasi apa pun. Penanganan bencana, sebagaimana ditegaskan berbagai elemen masyarakat sipil, harus tetap berada dalam koridor kemanusiaan, kejujuran publik, dan tanggung jawab bersama.( mahdi)

Berita Terkait

​Miris, Dua Pelajar di Bitung Terjaring Tim Tarsius Saat Hendak Tawuran Antar Kampung
Rayakan Hari Buruh Internasional, Pelindo Regional 4 Bitung Komitmen Melangkah Maju Bersama Pekerja
Semangat Hardiknas 2026, Pengurus PGRI Bireuen Ajak Wujudkan Generasi Cerdas dan Berakhlak Mulia
Wujudkan Pendidikan Bermutu, Jajaran Polres Bitung dan Bhayangkari Beri Ucapan Spesial
Hardiknas 2026: Pemkot Bitung Perkuat Komitmen Pendidikan Inklusif Demi Cetak Generasi Berkarakter
​Akhiri Perseteruan, Pemuda Pateten Satu dan Kampung Unyil Sepakat Berikrar Damai
Sinergi Pemkot dan Polres Bitung Kawal Keberangkatan Calon Tamu Allah Menuju Asrama Haji
Gema Keadilan dari Mimbar Agung: Pesan Menyentuh Ustadz Jufri Naki di Hari Buruh
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:17

TAMPERAK : Jika Tak Mampu Tuntaskan Jadup, Plt Kadinsos Aceh Tamiang Sebaiknya Diganti Saja

Kamis, 30 April 2026 - 16:29

Bayi 3 Minggu Diduga Tewas di Tangan Ayah Kandung, Luka Kecil yang Mengguncang Hati Nurani

Kamis, 30 April 2026 - 01:19

Babinsa Hadir Dukung Pendidikan, SMK Magadha 1 Gianyar Siap Cetak Generasi Unggul

Rabu, 29 April 2026 - 14:55

Setengah Abad Mengabdi, Dilepas Tanpa Negara Ketidakpedulian Camat Hamparan Perak dan Kades Bulu Cina Dipertanyakan

Rabu, 29 April 2026 - 14:07

PEMILIHAN KETUA OSIS SMP NEGERI 1 MANYAK PAYED JADI IMPLEMENTASI P5 TEMA SUARA DEMOKRASI

Rabu, 29 April 2026 - 12:47

Arief Martha Rahadyan Serahkan Wakaf Al-Qur’an di Bogor, Dorong Penguatan Pendidikan Pesantren

Selasa, 28 April 2026 - 13:46

*Tolak Persidangan Online, Kuasa Hukum Kadri Amin Minta Persidangan Secara Langsung di Pengadilan Tipikor*

Selasa, 28 April 2026 - 05:57

BIMTEK PEMILIHAN GEUCHIK DI LANGSA BATAL, DIDUGA TERKENDALA ANGGARAN Penggunaan Dana Desa Disorot, SOMASI Kritik Keterlibatan Pihak Ketiga

Berita Terbaru