TrubuneIndonesia.com I Deli Serdang-Jalan menuju bantaran Sungai Ular dipersempangan,Pada Sabtu, 29 Agustus 2026, sebuah pembatas selebar 2,6 meter dipasang di akses yang selama ini dapat dilalui kendaraan pengangkut pasir. Langkah itu muncul ketika tepian sungai mulai terkikis dan aktivitas pengambilan pasir dikhawatirkan mempercepat kerusakan bantaran.
Bersama jajaran TNI-Polri, dr. H. Asri Ludin Tambunan meninjau lokasi pemasangan pembatas. dari kawasan bantaran, ia menyebut abrasi telah terlihat cukup parah. Pendangkalan juga disebut terjadi di sejumlah bagian alur sungai.
Pengambilan pasir lewat kendaraan bertonase besar kini menjadi perhatian. Truk yang masuk ke tepian sungai dinilai berpotensi mengubah kondisi fisik bantaran. Ketika material pasir terus diambil, tepian sungai kehilangan penahan alaminya. arus air lantas memperoleh lebih banyak kesempatan menggerus tanah.
pemasangan pembatas ini kita harapkan menjadi salah satu upaya mencegah masuknya truk mengambil pasir di bantaran Sungai Ular. Saat ini sudah mulai terjadi abrasi yang luar biasa di pinggir sungai,” ujar Asri Ludin saat meninjau lokasi.
namun, pembatas itu tidak diarahkan untuk menutup akses warga. Jalur tersebut masih dipakai petani untuk mengangkut hasil bumi. Karena itu, ukuran pembatas dibuat untuk menyulitkan kendaraan besar masuk, sementara kendaraan pengangkut hasil pertanian tetap dapat melintas.
Kita tidak mematikan jalan ini, hanya membuat pembatas untuk truk saja. Sebab masih banyak masyarakat yang mengeluarkan hasil bumi,” kata Asri Ludin.
di balik pembatas selebar 2,6 meter itu tersimpan persoalan yang lebih panjang. bagaimana pasir dari bantaran sungai dapat terus diambil, siapa yang mengangkutnya, serta sejauh mana pengawasan terhadap aktivitas tersebut berjalan.
Abrasi tidak lahir sehari. Ia terbentuk dari perubahan yang berulang. air yang menggerus tepian, material yang diambil, lalu kendaraan yang keluar-masuk membawa muatan. Jika dibiarkan, kerusakan bantaran dapat merembet pada kestabilan aliran sungai dan lingkungan di sekitarnya.
Langkah pemasangan pembatas kini menjadi ujian bagi pengawasan di Sungai Ular. Pintu bagi truk boleh dipersempit, tetapi persoalan pasir dan kerusakan bantaran tidak selesai hanya dengan memasang penghalang.
Pemkab menyebut langkah itu juga berkaitan dengan gerakan Indonesia Asri yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. di lapangan, ukuran keberhasilannya akan lebih mudah dibaca dari satu hal, apakah truk pengangkut pasir benar-benar berhenti memasuki bantaran, dan apakah abrasi yang telah terjadi dapat dikendalikan.(Ilham Gondrong)


























