Pagar Besi di Bantaran Sungai Ular

- Editor

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 11:22

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TrubuneIndonesia.com I Deli Serdang-Jalan menuju bantaran Sungai Ular dipersempangan,Pada Sabtu, 29 Agustus 2026, sebuah pembatas selebar 2,6 meter dipasang di akses yang selama ini dapat dilalui kendaraan pengangkut pasir. Langkah itu muncul ketika tepian sungai mulai terkikis dan aktivitas pengambilan pasir dikhawatirkan mempercepat kerusakan bantaran.

Bersama jajaran TNI-Polri, dr. H. Asri Ludin Tambunan meninjau lokasi pemasangan pembatas. dari kawasan bantaran, ia menyebut abrasi telah terlihat cukup parah. Pendangkalan juga disebut terjadi di sejumlah bagian alur sungai.

Pengambilan pasir lewat kendaraan bertonase besar kini menjadi perhatian. Truk yang masuk ke tepian sungai dinilai berpotensi mengubah kondisi fisik bantaran. Ketika material pasir terus diambil, tepian sungai kehilangan penahan alaminya. arus air lantas memperoleh lebih banyak kesempatan menggerus tanah.

pemasangan pembatas ini kita harapkan menjadi salah satu upaya mencegah masuknya truk mengambil pasir di bantaran Sungai Ular. Saat ini sudah mulai terjadi abrasi yang luar biasa di pinggir sungai,” ujar Asri Ludin saat meninjau lokasi.

namun, pembatas itu tidak diarahkan untuk menutup akses warga. Jalur tersebut masih dipakai petani untuk mengangkut hasil bumi. Karena itu, ukuran pembatas dibuat untuk menyulitkan kendaraan besar masuk, sementara kendaraan pengangkut hasil pertanian tetap dapat melintas.

Baca Juga:  Proyek Bronjong Diduga Gunakan Batu Sungai Ilegal, Kontraktor Terancam Pidana hingga Rp100 Miliar

Kita tidak mematikan jalan ini, hanya membuat pembatas untuk truk saja. Sebab masih banyak masyarakat yang mengeluarkan hasil bumi,” kata Asri Ludin.

di balik pembatas selebar 2,6 meter itu tersimpan persoalan yang lebih panjang. bagaimana pasir dari bantaran sungai dapat terus diambil, siapa yang mengangkutnya, serta sejauh mana pengawasan terhadap aktivitas tersebut berjalan.

Abrasi tidak lahir sehari. Ia terbentuk dari perubahan yang berulang. air yang menggerus tepian, material yang diambil, lalu kendaraan yang keluar-masuk membawa muatan. Jika dibiarkan, kerusakan bantaran dapat merembet pada kestabilan aliran sungai dan lingkungan di sekitarnya.

Langkah pemasangan pembatas kini menjadi ujian bagi pengawasan di Sungai Ular. Pintu bagi truk boleh dipersempit, tetapi persoalan pasir dan kerusakan bantaran tidak selesai hanya dengan memasang penghalang.

Pemkab menyebut langkah itu juga berkaitan dengan gerakan Indonesia Asri yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. di lapangan, ukuran keberhasilannya akan lebih mudah dibaca dari satu hal, apakah truk pengangkut pasir benar-benar berhenti memasuki bantaran, dan apakah abrasi yang telah terjadi dapat dikendalikan.(Ilham Gondrong)

Berita Terkait

Puluhan Nakes RSUD Raja Ampat Refreshing di Pantai, Direktur Bangun Kekompakan dan Sinergitas
Kadis Kominfo Altin Tumengkol Bekali PMR SMPN 1 Bitung Ilmu Bermedsos Sehat
Peringati HUT ke-73 KPU Bitung, Pemkot Dorong Penguatan Demokrasi dan Beri Santunan Anak Yatim
Dua Nama Jadi Sasaran Polemik Medsos, Rico dan dr. Laura Tegaskan Bantahan
Mewakili Wali Kota Bitung di HUT ke-598 Minahasa, Kadis Kominfo Altin Tumengkol Pererat Sinergi Budaya
Sambut Dirjen Bina Pemdes Kemendagri, Wali Kota Bitung Harap Kelurahan Girian Weru Dua Raih Prestasi Tertinggi
RSUD Raja Ampat Jadi Lokasi Studi Tiru RSUD Oksibil, Dari Papua Pegunungan Belajar ke Papua Laut
Dinas Sosial Langsa Turun Langsung, Berikan Perhatian dan Bantuan kepada Ibu Nur Asiah
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 10:50

Jelang HUT Ke-19 PPWI di Bandar Lampung, Perwakilan Aceh Tamiang Siap Hadir

Minggu, 8 November 2026 - 09:09

Keluarga Inaku-Moputi Gelar Ritual Bale lo Paesa Kenang 40 Hari Wafatnya Indrawati Arsyad

Minggu, 8 November 2026 - 05:19

Puluhan Nakes RSUD Raja Ampat Refreshing di Pantai, Direktur Bangun Kekompakan dan Sinergitas

Minggu, 8 November 2026 - 03:45

Polres Jembrana Ajak Generasi Muda Bersatu Cegah Narkoba dan Balapan Liar

Minggu, 8 November 2026 - 03:29

PEPABRI dan LSM KPK RI Serukan Jaga Perdamaian Aceh: Jangan Terprovokasi, Bijak Bermedia Sosial!

Sabtu, 7 November 2026 - 13:20

Hengky Honandar Sabet Penghargaan Kepala Daerah Terbaik Penggerak Ekspor di PWI Sulut Awards 2026

Sabtu, 7 November 2026 - 12:43

Peringati 40 Hari Wafatnya Pendiri Komunitas Tasumaro, Keluarga Besar Manuel Gelar Doa Bersama di Wangurer Bitung

Sabtu, 7 November 2026 - 01:09

PENCURIAN PERANGKAT BTS XL SMART KEMBALI TERULANG! JARINGAN ACEH TAMIANG TERGANGGU, WARGA TERANCAM TERISOLASI KOMUNIKASI

Berita Terbaru

Peristiwa, kecelakaan dan bencana Alam

Tiga Hari Syawaludin Hilang Ditelan Sungai Sena, Pencarian Tim SAR Berpacu dengan Arus Deras

Minggu, 8 Nov 2026 - 06:29