TribuneIndonesia.com I Deli Serdang-Empat tahun penantian warga Kalitawang berujung pada peletakan batu pertama Masjid Ar-Rahman, Desa Naga Timbul, Kecamatan Tanjung Morawa,pada Jumat, 28 Agustus 2026. Proyek rumah ibadah itu lahir dari dorongan warga, dukungan DPP Aliansi Masyarakat Peduli Keadilan AMPK, PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk Lonsum, serta dukungan pemerintah daerah.
Peletakan batu pertama dilakukan Lom Lom Suwondo, Wakil Bupati, di lokasi masjid. Kehadiran sejumlah pihak pada acara itu memperlihatkan panjangnya jalan yang ditempuh warga sebelum pembangunan bisa dimulai.
Lom Lom menyebut Masjid Ar-Rahman memiliki arti penting bagi kehidupan keagamaan warga Kalitawang. Ia berharap masjid tersebut kelak tidak hanya digunakan untuk ibadah, tetapi juga melahirkan kegiatan pendidikan keagamaan serta pembinaan moral masyarakat.
Masjid ini akan menjadi tempat lahirnya manusia dan masyarakat yang memiliki akal, budi pekerti, dan spiritualisme,” kata Lom Lom.
namun, kisah pembangunan masjid ini tidak bermula dari peletakan batu pertama. ada penantian empat tahun yang menyertainya. waktu sepanjang itu menunjukkan bahwa kebutuhan warga terhadap tempat ibadah telah lama diperjuangkan sebelum akhirnya memperoleh jalan keluar.
Lom Lom Suwondo menyampaikan apresiasi kepada AMPK, Lonsum, dan warga yang terus memperjuangkan pembangunan tersebut.
ini adalah tonggak sejarah bagi kita. Saya mendengar sudah empat tahun perjuangan untuk mendirikan masjid ini, dan hari ini akhirnya dapat direalisasikan,” ujarnya.
Bagi warga, pembangunan masjid bukan hanya soal berdirinya sebuah bangunan. ada kebutuhan sosial dan keagamaan yang ikut dipertaruhkan. Masjid nantinya diharapkan dapat digunakan warga untuk sholat berjemaah, pengajian, pendidikan agama, serta kegiatan kemasyarakatan.
Ketua Umum DPP AMPK Rahman Hutabarat menilai dukungan pemerintah daerah terhadap aspirasi warga patut diapresiasi. Ia berharap pembangunan Masjid Ar-Rahman dapat mempertemukan kepentingan warga, pemerintah, dan perusahaan yang beraktivitas di sekitar kawasan tersebut.
Rahman juga menyinggung potensi Kalitawang sebagai kawasan yang memiliki aktivitas masyarakat dan potensi wisata. Ia berharap perhatian pemerintah tidak berhenti pada pembangunan masjid, tetapi ikut menyentuh kebutuhan warga serta pengembangan potensi kawasan.
Sementara itu, General Manager PT Lonsum Syahrudi Sagala mengatakan keterlibatan perusahaan merupakan bentuk kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat sekitar wilayah operasional perusahaan.
Pernyataan itu menempatkan pembangunan Masjid Ar-Rahman pada konteks yang lebih luas. hubungan antara perusahaan perkebunan, warga sekitar, dan pemerintah daerah. Masjid kali ini hadir melalui dukungan berbagai pihak setelah proses perjuangan warga berlangsung selama empat tahun.
Kini pekerjaan fisik tinggal menunggu pelaksanaan. Tantangannya bukan lagi mencari lokasi atau memperjuangkan kebutuhan warga, melainkan memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana dan hasilnya dapat digunakan secara berkelanjutan.
Lom Lom berpesan agar Masjid Ar-Rahman kelak dirawat dan dimanfaatkan sebaik-baiknya.
mudah-mudahan perjuangan ini menjadi karya nyata di tengah masyarakat dan menjadi sedekah jariyah yang pahalanya terus mengalir,” katanya.
Bagi Kalitawang, batu pertama itu menandai dimulainya pekerjaan yang telah lama dinanti. Empat tahun perjuangan warga kini memasuki fase pembangunan. ukuran keberhasilannya kelak bukan pada kegiatan peletakan batu, melainkan pada apakah masjid itu benar-benar hadir sebagai fasilitas ibadah yang terawat dan berguna bagi warga.(Ilham Gondrong)


























