TribuneIndonesia.com I Deli Serdang-Sebuah sekolah dasar berisi 28 siswa kini diproyeksikan menampung fungsi yang jauh lebih besar.kantor pemadam kebakaran dan penanggulangan bencana. Lokasinya berada di SD Negeri 101833, Sibolangit, yang ditinjau dr H Asri Ludin Tambunan, pada Selasa, 25 Agustus 2026.bilangan 28 menjadi dasar penataan. Jumlah siswa yang relatif kecil membuat lahan dan bangunan sekolah dinilai dapat dialihkan untuk kebutuhan layanan lain. Rencananya, siswa SD Negeri 101833 akan dikelompokkan ke sekolah terdekat. Sebagian bangunan lama disiapkan sebagai Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
ada alasan lain yang ikut menopang rencana itu. Sibolangit belum memiliki PKBM. bangunan sekolah yang sudah tersedia pun dipandang dapat menutup kekosongan tersebut tanpa harus memulai pembangunan dari lahan baru.
namun perubahan fungsi itu membawa konsekuensi. Sebuah fasilitas pendidikan yang selama ini melayani 28 siswa akan berbagi kawasan dengan rencana kantor Damkar dan BPBD. artinya, penataan lokasi perlu memperhitungkan akses kendaraan pemadam, mobilitas petugas, keselamatan warga sekolah, serta kebutuhan siswa yang nantinya dipindahkan.
di sisi lain, SMP Negeri 2 Sibolangit yang berdiri bersebelahan memiliki 208 siswa. Sekolah ini justru diarahkan untuk berkembang melalui pembangunan lantai dua.
Kontras itu memperlihatkan arah penataan yang tengah disiapkan: satu sekolah dengan jumlah siswa kecil akan dikurangi fungsinya sebagai fasilitas pendidikan, sementara sekolah yang memiliki jumlah siswa lebih besar diproyeksikan menambah kapasitas.
Asri Ludin mengatakan penataan dilakukan berdasarkan kondisi dan kebutuhan lapangan. Fasilitas SD Negeri 101833 dinilai dapat digunakan untuk Damkar, BPBD, serta PKBM.
Rencana tersebut juga menyisakan sejumlah hal yang perlu diuji sebelum pembangunan berjalan. Bagaimana pola pemindahan 28 siswa? Seberapa jauh sekolah tujuan dari tempat tinggal mereka apakah bangunan lama memenuhi syarat untuk kantor layanan kebakaran dan kebencanaan.Lalu, apakah struktur bangunan serta akses menuju lokasi sanggup menunjang kendaraan Damkar?
tidak ada keterangan soal hasil kajian teknis atau nilai anggaran pembangunan kantor tersebut pada peninjauan itu. Belum pula dijelaskan apakah seluruh bangunan SD akan dialihfungsikan atau hanya sebagian.
yang sudah terlihat ialah arah kebijakannya. Sekolah dengan 28 siswa diposisikan sebagai aset yang dapat ditata ulang. di sebelahnya, sekolah dengan 208 siswa disiapkan untuk menambah fasilitas. Satu kawasan pendidikan pun berpotensi berubah fungsi menjadi pusat beberapa layanan masyarakat.
Rencana itu kini menunggu tahap berikutnya.kajian teknis, penataan siswa, serta kepastian fungsi bangunan. Sebab memindahkan fungsi sebuah sekolah tidak berhenti pada perubahan papan nama. Ada siswa yang harus dipindahkan, bangunan yang harus diuji, dan layanan kebencanaan yang membutuhkan akses cepat.(Ilham Gondrong)
























