Bitung | Tribuneindonesia.com – Perselisihan sengit yang melibatkan dua kelompok anak muda dari kawasan Pasar Tua dan Kombos pada Minggu (23/8) sekitar pukul 20.40 WITA akhirnya resmi berakhir damai, Senin (24/08/26).
Peristiwa pertikaian antarkelompok tersebut sempat memicu kekhawatiran warga di kawasan Kelurahan Bitung Tengah, Kecamatan Maesa.
Guna mencegah eskalasi konflik berlanjut, jajaran pemerintah daerah bersama aparat keamanan bergerak cepat memediasi kedua belah pihak yang bertikai.
Proses rekonsiliasi tersebut direalisasikan melalui musyawarah penyelesaian gangguan ketertiban dan keamanan masyarakat (kamtibmas).
Pertemuan penting ini digelar secara terbuka bertempat di Taman Kesatuan Bangsa untuk mendudulkan persoalan dan mencari jalan keluar bersama.
Hasil dari pertemuan tersebut menegaskan kesepakatan kedua belah pihak untuk menghentikan seluruh aksi saling serang.
Guna memastikan situasi wilayah tetap kondusif, para pihak bersepakat menyetujui pemberlakukan jam malam serta mengaktifkan kembali penjagaan poskamling secara ketat di titik-titik rawan.
Sejumlah pejabat daerah dan aparat keamanan turun langsung mengawal jalannya mediasi.
Hadir dalam pertemuan tersebut Camat Maesa Fatmawaty Soleman, SSTP, Kabag Ops Polres Bitung AKP Novrianto Sadia, Kapolsek Maesa AKP Tuegeh Darus, S.Sos, Danramil 1310-01/Bitung Lettu Inf. Edyzon Kasenda, Kasdim 1310/Bitung Mayor Cpm. Samsuri Usman, serta Lurah Bitung Tengah Tity Ahmad, S.Sos.
Kehadiran unsur pemuka agama, tokoh masyarakat, serta warga lokal di wilayah Pasar Tua turut memberikan dorongan moral agar komitmen perdamaian ini dihormati oleh semua pihak.
Sinergi seluruh elemen masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga kondusivitas lingkungan pascakonflik.
Mari kita ciptakan kondisi wilayah yang aman dengan bersinergi bersama aparat keamanan, pemerintah, dan partisipasi aktif dari seluruh masyarakat!
Laporkan segera setiap potensi gangguan kamtibmas di lingkungan Anda kepada pihak berwenang demi kenyamanan bersama. (kiti)
























