​Mesin Mati dan Miring 20 Derajat, KM Gandha Nusantara 17 Terombang-ambing di Laut Maluku

- Editor

Minggu, 15 Maret 2026 - 10:38

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ternate | Tribuneindonesia.comKondisi mencekam dialami kru dan penumpang KM Gandha Nusantara 17 milik PT PELNI setelah kapal tersebut dilaporkan mengalami kelumpuhan mesin di tengah perairan antara Pulau Batang Dua dan Kota Ternate.

Viral di mediasosial Insiden yang terjadi pada Minggu (15/03/26) ini kian mengkhawatirkan lantaran kapal dilaporkan mulai mengalami kemiringan hingga 20 derajat akibat hantaman gelombang tinggi.

​Pelayaran yang sedianya menghubungkan Bitung dan Ternate tersebut awalnya berjalan normal saat bertolak dari pelabuhan asal pada Sabtu (14/3) pukul 22.00 WIT.

Namun, memasuki pukul 08.00 WIT keesokan harinya, mesin kapal mendadak mati total di tengah laut.

Upaya perbaikan mandiri yang dilakukan oleh kru teknis di atas kapal tidak membuahkan hasil, sehingga nakhoda segera mengirimkan sinyal darurat kepada pihak PELNI.

​Menerima laporan kegagalan mesin tersebut, Basarnas Ternate segera mengambil langkah cepat untuk memitigasi risiko tenggelamnya kapal.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Ternate, Ferdinando, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerjunkan KN SAR 237 Pandudewanata menuju titik koordinat kejadian pada pukul 12.15 WIT guna melakukan prosedur evakuasi medis dan keselamatan.

Baca Juga:  PKB dan HRD Peduli Kembali Berbagi untuk Korban Bencana di Aceh Tengah

​Di lokasi kejadian, situasi dilaporkan cukup sulit akibat faktor cuaca buruk yang ekstrem.

KM Sabuk Nusantara 115 yang berada di posisi terdekat sebenarnya telah berupaya melakukan tindakan penyelamatan dengan mencoba menarik badan kapal yang bermasalah.

Sayangnya, upaya evakuasi fisik tersebut masih terhambat oleh kondisi alam yang tidak bersahabat.

​Berdasarkan laporan lapangan, tinggi gelombang di perairan tersebut mencapai 2,5 hingga 3 meter, yang terus mengguncang lambung KM Gandha Nusantara 17.


Kondisi ini membuat stabilitas kapal terganggu hingga miring ke satu sisi, yang meningkatkan risiko bagi seluruh personel di atas kapal di tengah koordinasi penyelamatan yang sedang berjalan.


​Hingga berita ini diturunkan, operasi penyelamatan masih terus diupayakan oleh tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas Ternate, Polairud Polda Malut, KPLP Ternate, serta bantuan dari PT PELNI.

Fokus utama petugas saat ini adalah memastikan keselamatan seluruh jiwa di atas kapal dan menstabilkan posisi kapal agar tidak semakin miring akibat cuaca buruk. (∗–talia)

Berita Terkait

Beri Pernyataan Tidak Pantas, Bupati Bireuen Tegur Pj Sekda
FPI Bireuen Lanjutkan Penyaluran Bantuan Kasur dan Zakat untuk Korban Banjir Bandang di Peusangan Raya
Kacab Jasa Raharja Jakarta Selatan Hadiri Rapat Forum Keselamatan Lalu Lintas Jelang Operasi Ketupat Lebaran 2026
Buka Puasa Bersama, Intelkam Polda Sumut Perkuat Solidaritas Personel
PENYALURAN BANTUAN KASUR DPP HILMI-FPI DARI JAKARTA HARI KEDUA UNTUK KORBAN BANJIR BANDANG DI BIREUEN
​Polres Bitung Gelar Bakti Sosial di Masjid Al-Fatah, Salurkan Paket Kebutuhan Ramadan bagi Jamaah
HRD Kunker ke Bivak, Korban Bencana di Pedalaman Bireuen Pertanyakan Hunian yang Layak
​Polres Bitung Gelar Aksi Simpati Pembagian Takjil di Tengah Guyuran Hujan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 14 Maret 2026 - 21:47

Kontributor tvOne Diduga Dianiaya Oknum ASN di Paluta Usai Lakukan Konfirmasi

Jumat, 13 Maret 2026 - 12:31

Polres Aceh Tengah Periksa Dugaan Pungli Bantuan Kemensos

Sabtu, 28 Februari 2026 - 07:14

Tekan Overkapasitas Rutan Kelas I Medan Pindahkan 85 Napi Tipikor Selama 2025–2026

Kamis, 26 Februari 2026 - 07:15

Dugaan Korupsi Proyek AMI PLN Rp5 Triliun, Relawan Desak KPK dan Kejagung Lakukan Penyelidikan

Rabu, 25 Februari 2026 - 12:09

Rudenim Denpasar Deportasi WN Amerika Serikat Pembunuh Dalam Koper

Sabtu, 21 Februari 2026 - 03:19

Dumas Desa Aras Kabu Mandek, Warga Kepung Kejaksaan & Inspektorat

Jumat, 20 Februari 2026 - 17:04

Mafia Tanah Dibidik, P2BMI Puji Polresta Deli Serdang

Kamis, 12 Februari 2026 - 04:19

Setahun berlalu, kasus penikaman Abdul Hadi di Batang Kuis belum terungkap

Berita Terbaru

Perusahaan, Perkebunan dan Peternakan

Hutama Karya dan Polda Sumsel Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Tol Fungsional Palembang–Betung

Sabtu, 14 Mar 2026 - 22:08