
Banda Aceh – Sistem kelistrikan di seluruh wilayah Provinsi Aceh kembali mengalami padam total (blackout) pada Senin malam (25/5/2026) sekitar pukul 19.12 WIB, setelah sebelumnya baru dua hari kembali normal.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, gangguan terjadi akibat Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Pangkalan Brandan–Langsa 1 dan 2 mengalami trip. Kondisi tersebut menyebabkan Subsistem Sumatera Utara terpisah dari Sistem Aceh hingga terbentuk Island Aceh.
Namun, pada pukul 19.22 WIB, Island Aceh dilaporkan gagal beroperasi sehingga seluruh sistem kelistrikan Aceh mengalami padam total.
Pemadaman listrik mendadak itu memicu keresahan masyarakat, terutama karena terjadi saat warga sedang menjalankan aktivitas malam dan ibadah salat Magrib.
“Iya tadi terjadi sekitar setengah jam setelah azan Magrib tiba-tiba listrik padam. Gelap gulita di sini. Saya lagi masak juga,” ujar Feby, warga Leungbata, Banda Aceh, saat dikonfirmasi.
Keluhan serupa juga disampaikan Rizka, warga Kabupaten Aceh Tengah. Menurutnya, pemadaman listrik turut terjadi di wilayah dataran tinggi Gayo yang berbatasan langsung dengan Sumatera Utara.
“Iya bang, di sini juga padam listriknya. Tolong sampaikan keluhan kami ke Direktur PT PLN. Jangan sesuka-sukanya saja. Kalau kami telat bayar listrik diputus, tapi kalau mereka mematikan listrik tidak ada kompensasi untuk pelanggan,” keluh Rizka.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PT PLN terkait penyebab rinci gangguan maupun estimasi waktu pemulihan sistem kelistrikan di Aceh.















