Koperasi Merah Putih: Program Nasional yang Belum Matang, Publik Dibingungkan oleh Informasi yang Bertebaran

- Editor

Minggu, 1 Juni 2025 - 18:42

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh | TribuneIndonesia.com

Program pembentukan Koperasi Merah Putih yang diinisiasi pemerintah pusat melalui Kementerian Koperasi dan UKM kini menjadi sorotan publik. Meski tujuan awalnya mulia, mendorong ekonomi kerakyatan melalui lembaga koperasi di tingkat desa,  namun implementasinya di lapangan justru menyisakan banyak tanda tanya.

Beragam informasi beredar luas di media sosial dan grup percakapan digital, mulai dari kabar tentang besarnya gaji pengurus koperasi, hingga soal pengelolaan dana yang bersumber dari pinjaman bank, bukan hibah atau bantuan murni dari negara. Informasi ini semakin membingungkan masyarakat, karena datang tidak hanya dari kalangan netizen, tapi juga dari pernyataan para pejabat, termasuk Menteri Koperasi dan UKM yang kerap menyampaikan berbagai hal melalui kanal digital.

Salah satu isu yang paling disorot adalah kewajiban pengurus koperasi untuk bersih dari catatan buruk BI Checking. Persyaratan ini menimbulkan pertanyaan mendasar: jika dana dikelola oleh lembaga koperasi, mengapa status kredit pribadi pengurus menjadi tolok ukur? Bukankah berarti beban pinjaman melekat pada pribadi pengurus, bukan koperasi sebagai badan hukum?

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran. Bila pengurus koperasi nantinya melakukan pengajuan pembiayaan dan tercatat secara personal, maka secara otomatis akan berdampak pada skor kredit mereka secara individu. Hal ini dinilai tidak adil, mengingat koperasi adalah lembaga kolektif yang seharusnya menanggung risiko secara kelembagaan, bukan secara pribadi.

“Ini bukan hanya soal regulasi teknis, tapi juga menyangkut perlindungan hukum dan beban moral para pengurus koperasi di desa. Jangan sampai semangat berpartisipasi justru membuat mereka terjerat masalah di kemudian hari,” ujar seorang pemerhati koperasi dari LSM bidang ekonomi kerakyatan, Sabtu (1/6/2025).

Program Koperasi Merah Putih juga dikabarkan menyalurkan dana berdasarkan plafon yang disetujui oleh pihak bank, berdasarkan proposal yang diajukan oleh masing-masing koperasi desa. Ini berarti, bantuan tersebut sesungguhnya adalah pinjaman komersial, bukan program stimulus murni. Sayangnya, tidak semua pengurus koperasi maupun masyarakat memahami sistem ini, sehingga muncul asumsi keliru di tengah publik.

Baca Juga:  Pembuatan Tempat Wudhu MasjidSekjend GBNN Aceh Tenggara Bergotong royong , Pembuatan Tempat Wudhu Masjid Al-Suhada Desa RambunG Teldak Kecamatan Darul Hasanah

Minim Sosialisasi, Terlalu Banyak Gimik

Kementerian Koperasi dan UKM dinilai belum siap dalam implementasi program ini secara matang. Alih-alih hadir dengan petunjuk teknis (juknis) dan prosedur operasional standar (SOP) yang jelas, publik justru dijejali berbagai pernyataan di media sosial yang menimbulkan kesan tidak terkoordinasi.

“Jika program sudah siap, tinggal diterapkan melalui jalur resmi. Tidak perlu terlalu banyak gimik di media sosial. Ini bukan produk komersial, ini program negara,” tambahnya.

Kondisi ini menimbulkan kesimpulan di kalangan publik bahwa Koperasi Merah Putih berpotensi tidak berjalan mulus. Inkonsistensi informasi dan pendekatan komunikasi yang cenderung reaktif membuat masyarakat semakin skeptis terhadap keberhasilan program ini.

Masyarakat dan pegiat koperasi berharap agar Kementerian Koperasi dan UKM segera melakukan penataan ulang, memperjelas kerangka hukum, alur pembiayaan, dan mekanisme pelaksanaan di lapangan. Selain itu, perlu ada edukasi yang masif dan tepat sasaran agar publik, khususnya di tingkat desa, memahami secara utuh program ini — mulai dari tanggung jawab, risiko, hingga manfaatnya.

Program Koperasi Merah Putih seharusnya menjadi tonggak baru bagi kebangkitan koperasi sebagai sokoguru perekonomian rakyat. Namun, jika tidak dirancang dan dijalankan dengan serius, program ini hanya akan menjadi proyek jangka pendek yang berujung pada kekecewaan massal.

Oleh : Chaidir Toweren, SE.,KJE
Editor: Redaksi TribuneIndonesia.com

Berita Terkait

Perkara Lae Saga Masih Berproses, Surya Darma Berhak Mendapat Perlindungan Hukum
Dugaan Penyalahgunaan Alsintan TR4 di Paya Gambar Disorot, P2BMI-GRPK Siapkan Laporan ke Kejaksaan
Re-LUN Ungkap Korupsi Sebesar US$50 Juta Dibalik Proyek AMI PLN, Diduga Mengalir ke Darmawan Prasodjo Cs
FIFGROUP: Jangan Bangun Opini Publik dengan Asumsi, Buktikan Tuduhan dengan Fakta
PROYEK REVITALISASI SEKOLAH APBN 2026 DI ACEH TENGGARA DISOROT, PENGAWASAN K3 DIPERTANYAKAN
Padam Berkali-kali & Manipulasi Data: Darmawan Prasodjo Jadi Dirut PLN Terburuk dalam 20 Tahun Terakhir
Re-LUN Sebut Kinerja Kelistrikan Era Darmawan Prasodjo Terburuk dalam 20 Tahun, PLN Belum Beri Tanggapan
Wakil Bupati Membuka Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat SD dan SMP se Kabupaten Simeulue .
Berita ini 156 kali dibaca
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 12:44

Deli Serdang Rancang Strategi Inovasi Berbasis Riset

Jumat, 19 Juni 2026 - 12:26

Lom Lom Suwondo Sambut Jamaah Haji Deli Serdang Kloter 15, Tekankan Makna Haji Mabrur

Kamis, 18 Juni 2026 - 13:02

Lom Lom Suwondo Perkuat Struktur Pemerintahan Deli Serdang, 23 Pejabat Baru Resmi Dilantik

Kamis, 18 Juni 2026 - 07:52

Deli Serdang Mengaji, Strategi Membangun Generasi Berkarakter Religius

Kamis, 18 Juni 2026 - 04:13

PROYEK REVITALISASI SEKOLAH APBN 2026 DI ACEH TENGGARA DISOROT, PENGAWASAN K3 DIPERTANYAKAN

Kamis, 18 Juni 2026 - 03:30

Tingkatkan Sinergisitas, Kacabdin Simeulue Gelar Silaturahmi Bersama Insan Pers

Rabu, 17 Juni 2026 - 06:55

Galian C Ilegal Marak di Simeulue, Salah Satunya di Desa Suak Bulu Diduga Oknum Terlibat Perjualbelikan

Selasa, 16 Juni 2026 - 13:28

Deli Serdang Sukses Dukung Pembukaan MTQ Sumut 2026 di Astaka Pancing

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

Deli Serdang Rancang Strategi Inovasi Berbasis Riset

Jumat, 19 Jun 2026 - 12:44

Pemerintahan dan Berita Daerah

Lom Lom Suwondo Sambut Jamaah Haji Deli Serdang Kloter 15, Tekankan Makna Haji Mabrur

Jumat, 19 Jun 2026 - 12:26

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x