DENPASAR |Tribuneindonesia.com Persoalan pengelolaan sampah di Bali kembali menjadi sorotan menyusul kebijakan penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung. Kebijakan ini memunculkan pertanyaan besar terkait kesiapan infrastruktur pengganti serta dampak sosial-ekonomi yang menyertainya.
Untuk membedah isu tersebut secara kritis dan transparan, Ikatan Wartawan Online (IWO) Provinsi Bali menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Dibalik Penutupan TPA Suwung: Siapa Diuntungkan?”
FGD akan dilaksanakan pada Sabtu, 16 Mei 2026, mulai pukul 09.00 WITA hingga selesai, bertempat di Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Lumintang, Denpasar.
Ketua IWO Bali, Tri Widiyanti, menyatakan kegiatan ini bertujuan memetakan tantangan di lapangan, mendorong transparansi kebijakan, serta menggali siapa saja pihak yang terdampak maupun diuntungkan dari skema pengelolaan sampah pasca-penutupan TPA Suwung.
“Diskusi ini penting agar publik mendapat gambaran utuh. Bukan hanya soal kebijakan, tapi juga soal dampak nyata di masyarakat dan bagaimana solusinya ke depan,” ujarnya.
Empat narasumber dihadirkan untuk memberikan perspektif dari sisi pemerintah, akademisi, praktisi, dan legislatif diantaranya, I Made Dwi Arbani, Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali, I Nengah Muliarta, Akademisi Universitas Warmadewa, Wayan Balik, Penggagas teba modern, I Nyoman Suyasa, Ketua Komisi III DPRD Bali.
Diskusi ini diharapkan dapat menjadi ruang dialog terbuka antara pembuat kebijakan, pakar, dan masyarakat untuk mencari solusi pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan di Bali.(red)
















