TAMPERAK dan PEPABRI Soroti DPRK Aceh Tamiang yang Dinilai “Mati Suri”, Baru Terbangun Saat Pemilu

- Editor

Kamis, 14 Mei 2026 - 06:50

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tamiang | TribuneIndonesia.com — Tameng Perjuangan Rakyat Anti Korupsi (TAMPERAK) bersama Persatuan Purnawirawan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (PEPABRI) Aceh Tamiang melontarkan kritik tajam terhadap kinerja DPRK Aceh Tamiang yang dinilai belum menunjukkan peran aktif dalam mengawal penanganan pascabencana banjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut beberapa bulan lalu.

Ketua TAMPERAK sekaligus Sekretaris PEPABRI Aceh Tamiang, Purnawirawan TNI Zulsyafri, menyoroti bahwa telah lebih dari lima bulan berlalu sejak bencana banjir dan longsor memporak-porandakan sejumlah kawasan di Kabupaten Aceh Tamiang.

Namun hingga kini, keberadaan dan suara para wakil rakyat di DPRK Aceh Tamiang dinilai nyaris tak terdengar di tengah penderitaan masyarakat yang masih menanti bantuan, khususnya bantuan hidup sementara (jadup) dan perabotan rumah tangga.

“Rakyat masih menunggu kepastian bantuan yang terus dijanjikan akan segera cair. Berulang kali masyarakat hanya mendengar alasan bahwa proses masih terkendala verifikasi dan validasi data, padahal pekerjaan itu sudah berjalan selama empat bulan. Sementara DPRK yang memegang mandat rakyat justru terkesan diam dan seolah-olah ‘mati suri’,” tegas Zulsyafri.

Menurutnya, sebagai lembaga legislatif, DPRK memiliki fungsi pengawasan yang sangat penting untuk memastikan pemerintah daerah bekerja cepat, transparan, dan tepat sasaran dalam menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana.

Baca Juga:  Soal BUMDes Kadubadak, MOI Pandeglang: Kepala Desa dan BPD Jangan Tutup Mata

TAMPERAK dan PEPABRI menyayangkan sikap pasif para wakil rakyat yang dinilai belum menunjukkan keberpihakan nyata kepada masyarakat pada saat dibutuhkan.

“Jangan sampai DPRK hanya terlihat dan terbangun ketika momentum pemilu tiba. Saat rakyat membutuhkan perhatian dan pembelaan, justru keberadaan mereka nyaris tidak terasa. DPRK seharusnya menjadi garda terdepan dalam memastikan setiap bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak,” lanjutnya.

Zulsyafri juga berharap DPRK Aceh Tamiang segera mengambil langkah konkret dengan duduk bersama pemerintah daerah guna membahas percepatan penyaluran bantuan bagi korban banjir dan longsor.

“Kami meminta DPRK segera turun langsung ke lapangan untuk melihat realitas yang dihadapi masyarakat, membuka ruang dialog publik terkait transparansi penyaluran dana bantuan, serta melakukan pengawasan ketat agar hak-hak korban banjir tidak diabaikan,” ujarnya.

Kekecewaan masyarakat, kata Zulsyafri, semakin memuncak seiring lambannya realisasi bantuan yang dinilai belum memberikan kepastian. Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar terkait komitmen para wakil rakyat dalam menjalankan amanah yang telah diberikan oleh masyarakat.

TAMPERAK dan PEPABRI menegaskan bahwa DPRK Aceh Tamiang harus segera menunjukkan keberpihakan nyata kepada rakyat, bukan hanya hadir saat momentum politik, tetapi juga saat masyarakat sedang menghadapi kesulitan dan membutuhkan perhatian serius dari para pemimpinnya.

Berita Terkait

Lawan Bandar Narkoba di Pantai Labu, Guru Tahfidz Terima Apresiasi dari Polresta Deli Serdang
Pengamanan Kedatangan KM Leuser di Pelabuhan Benoa Berjalan Aman, Ratusan Penumpang Diperiksa
Dikukuhkan Sebagai Asia Pasific Head Office APIEM, PIB College Perkuat Posisi Bali Sebagai Hub Pendidikan Industri Event International
Dugaan Intimidasi Guru PPPK di SDN 2 Lawe Dua, LSM PERKARA Desak Evaluasi PLT Kepsek
Wartawan Gelar Aksi Damai di Lapas Labuhan Ruku, Kalapas Sampaikan Permohonan Maaf dan Janji Pembenahan
Pelantikan Pengurus FKP70 Periode 2026–2030 “Menguat Silahturahmi, Bersinergi Membangun Generasi”
CV. Tona Jaya Kupi Dorong UMKM Kopi Aceh Tembus Pasar Nasional
Miris, Bocah 11 Tahun Diduga Dianiaya Dua Perempuan Dewasa di Pidie
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 06:21

Penanaman Distan Agara Dipertanyakan.Jagung 3sak dengan Biaya Perawatan senilai 25 JT per KK

Kamis, 14 Mei 2026 - 06:12

Wujudkan Lingkungan Kondusif, Kodim 1310/Bitung Tegaskan Sinergitas Lintas Sektoral melalui Patroli Malam

Rabu, 13 Mei 2026 - 15:36

Sinergi Digital Bitung Perkuat Pelantikan PWI Sulut 2026

Rabu, 13 Mei 2026 - 14:40

Kodim 1310/Bitung Gelar Kerja Bakti Massal di Kampung Candi Guna Mewujudkan Indonesia ASRI

Rabu, 13 Mei 2026 - 10:57

Dugaan Intimidasi Guru PPPK di SDN 2 Lawe Dua, LSM PERKARA Desak Evaluasi PLT Kepsek

Rabu, 13 Mei 2026 - 09:20

Muhajir Ismail Membawa Semangat Baru Pendidikan Bireuen

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:48

Inspirasi Wisuda: Marshanda Maharani Raih Cum Laude di UBHARA Jaya, Tekankan Pentingnya Resiliensi

Rabu, 13 Mei 2026 - 02:18

Bupati Bireuen Lepas Keberangkatan Jemaah Haji Kloter BTJ 08 Embarkasi Aceh

Berita Terbaru