HRD Minta Pemkab Bireuen Jangan Playing Victim dan Bersikap Kontradiktif

- Editor

Selasa, 6 Januari 2026 - 05:45

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BIREUEN/Tribuneindonesia.com

Anggota Komisi V DPR RI, H Ruslan M Daud (HRD), membantah pernyataan Plt Sekretaris Daerah Kabupaten Bireuen yang menyebut adanya upaya adu domba antara korban banjir dengan Pemerintah Kabupaten Bireuen terkait polemik hunian sementara.

Kepada wartawan, Selasa (6/1/2026) HRD menegaskan, sikap dan pernyataannya murni didasarkan pada fakta lapangan serta aspirasi korban banjir di lapangan, bukan kepentingan politik apalagi upaya menciptakan konflik.

HRD meminta Pemerintah Kabupaten Bireuen untuk konsisten dengan pernyataannya yang menyebut telah all out dalam memperjuangkan pemulihan pascabanjir dan longsor. Sebab, hingga kini, masih banyak masyarakat terdampak yang terpaksa tinggal di tenda-tenda darurat maupun rumah ibadah karena belum memiliki hunian yang layak dan aman.

Menurut HRD, kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara klaim pemerintah daerah dengan realitas di lapangan. Ia mempertanyakan, jika peluang untuk memperjuangkan hunian sementara tersedia, mengapa justru diabaikan. Padahal, keberadaan huntara tidak akan menghambat proses pembangunan hunian tetap (huntap) di kemudian hari.

Lebih lanjut, HRD juga menyoroti persoalan pendataan kerusakan dan kerugian akibat banjir yang hingga saat ini dinilai masih amburadul. Ia mempertanyakan klaim pemerintah daerah yang menyebut pendataan telah rampung.

“Kalau memang data sudah selesai dan valid, silakan dipublikasikan secara terbuka ke masyarakat agar tidak menimbulkan kecurigaan dan polemik,” tegasnya.

Kritik HRD tersebut sejalan dengan pernyataan sejumlah kepala desa di wilayah terdampak banjir seperti di Kecamatan Peusangan, Peusangan Selatan, Kutablang, Kecamatan Juli dan kecamatan lainnya.

Baca Juga:  607 Perwira Polri Kumpul di Cikeas, Bahas Roadmap Profesionalisme Pelayanan Publik

Warga Desa Balee Panah, Kecamatan Juli misalnya, secara tegas membantah isu penolakan huntara oleh warga. Ia menegaskan masyarakat justru sangat membutuhkan hunian sementara demi kehidupan yang lebih layak sembari menunggu solusi jangka panjang dari pemerintah.

Kritik serupa juga disampaikan oleh Keuchik Pante Lhoong Peusangan, Murizal dan sejumlah kepala desa lainnya, yang menilai penanganan banjir oleh Pemkab Bireuen tidak tertata dengan baik.

“Bahkan, korban dengan dampak paling parah disebut tidak pernah diajak berdiskusi atau dilibatkan dalam proses pengambilan kebijakan, sehingga banyak keputusan dinilai tidak menyentuh kebutuhan riil masyarakat,” sebut HRD.

HRD menegaskan bahwa suara para keuchik tersebut adalah representasi langsung jeritan korban banjir, bukan rekayasa pihak luar. Oleh karena itu, ia meminta pemerintah daerah berhenti membangun narasi seolah kritik terhadap kebijakan adalah bentuk penggiringan opini atau upaya adu domba.

Menurut HRD, kritik dan masukan dalam roda pemerintahan adalah hal yang wajar dan sehat dalam sistem demokrasi. Kritik tidak seharusnya dianggap berlebihan atau dimaknai sebagai serangan pribadi. “Justru dengan adanya kritik, pemerintah bisa berjalan lebih seimbang, terkontrol, dan berpihak pada rakyat,” ujarnya.

Sebagai wakil rakyat di Komisi V DPR RI, HRD menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pemulihan pascabanjir di Aceh termasuk di Bireuen. Ia berharap pemerintah daerah lebih terbuka, transparan, dan fokus pada penyelesaian persoalan substantif di lapangan, mulai dari validasi data hingga pemenuhan hunian layak bagi para korban. (*)

Berita Terkait

FPI Bireuen Silaturahmi Dengan MPU Dan Pemerintah Kabupaten Bireuen, Apresiasi HUT Ke-27 Juga Bahas Olahraga Putri 
Rijaluddin Ingatkan Pemerintah Aceh Penuhi Janji Bantu Penyelesaian RS Regional Aceh Tengah
Dayah Babul Jannah Cot Keumude Akan Gelar Maulid Akbar
Addressing the Geopolitical Crisis Involving the Middle East and Saudi Arabia: Here Is the Official Statement from the King of Morocco
Tim Sepak Bola Kecamatan Kota Juang berhasil Final Piala Bupati Bireuen
Cegah Penyalahgunaan Medsos, Judol dan Pinjol, Propam Polres Bireuen Sidak HP Personel
BREAKING NEWS! APBD Perubahan Raja Ampat Disahkan, Mansur Shadan: Setiap Rupiah Harus Berdampak ke Rakyat
Dibantah Kepala Satpol PP, Endi Tetap Bawa Dugaan Ancaman Wartawan ke Polda PBD”.
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 15:57

Limbah Padat Diduga Dibuang ke Lingkungan, AMGL Desak DLHK Bongkar Pengelolaan Limbah PT KHBL

Rabu, 30 September 2026 - 15:36

PPD 2026 Perencanaan Diuji, Asri Ludin Tambunan di Peringkat Kedua

Rabu, 30 September 2026 - 13:30

GRPK Kawal Sejumlah Laporan, Progres Penanganan Dibahas Bersama Kasat Reskrim Polres Deli Serdang

Rabu, 30 September 2026 - 13:21

Lepas Kepergian Sang Istri, Jurnalis Bitung Lukman Sampaikan Apresiasi untuk Semua Pihak

Rabu, 30 September 2026 - 10:40

Laporan Polisi Dipersoalkan, Propam Diminta Periksa Polsek Medan Tembung

Rabu, 30 September 2026 - 09:15

Siswa SMP 1 Manyak Payed Nobar Film G30S/PKI, Tingkatkan Wawasan Kebangsaan dan Nasionalisme

Rabu, 30 September 2026 - 07:14

Kabar Duka, Ibunda Kadisdik Simeulue Berpulang ke Rahmatullah

Selasa, 29 September 2026 - 23:41

Rumah Data Disiapkan, bilangan Nominal Masih Terpecah

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

PPD 2026 Perencanaan Diuji, Asri Ludin Tambunan di Peringkat Kedua

Rabu, 30 Sep 2026 - 15:36