TribuneIndonesia.com I Medan Mengusung genre Brutal Death Metal dengan karakter musik ekstrem dan distorsi gitar yang agresif, GOLGOTTA menjadi salah satu nama yang mewarnai perjalanan musik bawah tanah (underground) di Kota Medan sejak kelahirannya pada 1998. Berbekal karakter vokal yang garang, permainan gitar yang tajam, serta gebukan drum berintensitas tinggi, band ini terus menjaga eksistensinya di tengah perubahan lanskap musik cadas.
nama GOLGOTTA merujuk pada Golgota, yang dikenal dalam tradisi Kristen sebagai tempat Yesus disalibkan. Robert, sang vokalis, menjelaskan bahwa nama tersebut memiliki makna historis dan religius yang kuat. Bagi GOLGOTTA, nama itu menjadi identitas yang melekat dalam perjalanan mereka mengarungi kerasnya dunia musik ekstrem.
Perjalanan GOLGOTTA yang telah berlangsung hampir tiga dekade sejak 1998 menunjukkan proses pendewasaan para personelnya. Bertahan di skena underground bukan perkara mudah. Konsistensi bermusik, soliditas antar personel, serta kemampuan mempertahankan karakter menjadi tantangan yang harus dihadapi band-band independen.
di tubuh GOLGOTTA, SiBlack menempati posisi penting sebagai gitaris sekaligus penggerak musik alitas band. Permainan gitarnya yang keras dan agresif membangun karakter suara GOLGOTTA, sekaligus menjadi salah satu daya tarik bagi para penggemarnya.
Sementara itu, Heri Sopiyan di balik perangkat drum menghadirkan gebukan cepat dan intens melalui teknik hyperblasting. Permainan drum tersebut memperkuat karakter Brutal Death Metal yang menjadi fondasi musik GOLGOTTA, menciptakan bertenaga bagi para penikmat musik ekstrem.
Pada vokal, Robert mengandalkan teknik growl dengan karakter suara rendah, kasar, dan penuh tekanan. Perpaduan vokal ekstrem, gitar berdistorsi tebal, dan permainan drum berkecepatan tinggi membentuk identitas musikal yang menjadi ciri khas GOLGOTTA.
Dalam perjalanan kreatifnya, GOLGOTTA telah melahirkan mini album dengan corak Brutal Death Metal. Sejumlah lagu yang disebut menjadi bagian dari perjalanan musikal mereka antara lain Agresi Timur Tengah, Massa Gila, Revolusi, Api Dendam, dan Aku Terbuang.
Lagu-lagu tersebut memperlihatkan pilihan tema dan pendekatan musikal yang menjadi bagian dari identitas band. di tengah perkembangan musik modern dan perubahan selera pendengar, karya-karya GOLGOTTA tetap menjadi bagian dari perjalanan mereka bersama komunitas penggemar musik underground.
Salah satu karya yang terus disebut dalam perjalanan band ini adalah lagu berjudul GOLGOTTA. Bagi para penggemarnya, karya tersebut turut memperkuat pengenalan terhadap nama dan karakter musik band asal Medan ini.
Tahun ini, GOLGOTTA berencana menghadirkan single terbaru dengan konsep musikal yang disebut akan dikembangkan lebih matang, megah, dan brutal. Rencana tersebut menjadi bagian dari upaya mereka memperbarui karya tanpa meninggalkan karakter dasar Brutal Death Metal yang selama ini diusung.
Tantangannya terletak pada kemampuan mengolah intensitas musik ekstrem menjadi karya yang tetap memiliki identitas, kualitas produksi, dan daya tarik bagi pendengar lama maupun generasi baru penikmat musik underground.
Dengan pengalaman panjang sejak 1998, GOLGOTTA memiliki perjalanan yang layak dicatat dalam perkembangan musik cadas Medan. namun, konsistensi berkarya dan realisasi single terbaru akan menjadi bagian penting dalam menilai arah perjalanan mereka berikutnya.(Ilham Gondrong)










