Bitung | Tribuneindonesia.com – Pemerintah Kota Bitung secara resmi mengawal langkah krusial perbaikan fasilitas kesehatan daerah melalui pembukaan kegiatan survei akreditasi UPTD Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bitung pada Senin (12/10/26).
Wali Kota Bitung Hengky Honandar, S.E., hadir langsung memimpin pembukaan agenda strategis tersebut dengan didampingi Wakil Wali Kota Randito Maringka, S.Sos.
Langkah kolaboratif Pemkot Bitung ini bertujuan untuk mendorong peningkatan mutu pelayanan kesehatan sekaligus menjamin keselamatan pasien yang berobat di RSUD Kota Bitung.
Survei akreditasi yang digelar untuk pertama kalinya ini menjadi momentum evaluasi menyeluruh bagi jajaran manajemen dalam mengidentifikasi berbagai kekurangan layanan.
Melalui momentum ini, pihak rumah sakit bertekad menjalankan pembenahan secara berkelanjutan demi menghadirkan pelayanan medis yang makin prima bagi warga Bitung.
Sejumlah pejabat penting turut mengawal pembukaan agenda tersebut, termasuk Ketua Tim Surveior dr. Benny Tumbelaka, Sp.OT, MH.Kes, Sp.KP, MARS, FIHFAA.
Dukungan politik dan birokrasi juga terlihat dari hadirnya Wakil Ketua I DPRD Kota Bitung Ronald Gunawan Kansil, S.H, Asisten I Setda Kota Bitung Forsman Dandel, S.Sos., MAP., serta Kepala Dinas Kesehatan dr. Pieter Lumingkewas.
Direktur RSUD Kota Bitung dr. Vivi Tumbel bersama perwakilan dari Kementerian Kesehatan RI, Lembaga Akreditasi Fasilitas Kesehatan Indonesia (LAFKI), dan jajaran staf rumah sakit menyambut langsung jalannya proses akreditasi ini.
Saat menyampaikan sambutannya, Wali Kota Hengky melontarkan apresiasi setinggi-tingginya kepada dr. Benny Tumbelaka beserta tim surveior yang turun langsung menguji kelayakan fasilitas kesehatan milik daerah tersebut.
Hengky menilai kedatangan tim penilai independen ini sebagai peluang emas bagi RSUD Kota Bitung untuk menyerap masukkan kritis serta rekomendasi obyektif demi membenahi kualitas layanan medis.
Secara terbuka, Orang Nomor Satu di Bitung tersebut mengakui bahwa RSUD Kota Bitung saat ini masih menghadapi sejumlah tantangan serta kendala operasional yang membutuhkan perhatian serius.
Kendati demikian, ia menegaskan tekad kuat Pemerintah Kota Bitung dalam menyokong pengembangan RSUD agar makin tanggap dalam menjawab kebutuhan kesehatan warga lokal.
Hengky mendorong tim survei untuk bekerja secara objektif dengan memberikan arahan, koreksi, dan masukan tegas pada aspek tata kelola, keselamatan pasien, hingga pemenuhan sarana-prasarana medis.
Ia memungkasi arahannya dengan penuh optimisme agar seluruh rangkaian proses penilaian berjalan lancar dan mampu mentransformasi RSUD Kota Bitung menjadi rumah sakit yang aman, nyaman, dan berstandar tinggi. (∗-kiti)











