GMNI Aceh Tengah Imbau Masyarakat Tidak Panik Soal Isu Kelangkaan BBM

- Editor

Kamis, 5 Maret 2026 - 07:45

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TAKENGON – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Aceh Tengah mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tidak terpancing isu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang belakangan berkembang di tengah masyarakat. GMNI menilai stok BBM di wilayah Aceh Tengah masih dalam kondisi aman dan distribusi dipastikan tetap berjalan setiap hari.

Ketua GMNI Aceh Tengah, Saparuda IB, menegaskan agar tidak ada pihak-pihak yang memanfaatkan situasi dengan memainkan isu kelangkaan BBM, terlebih dengan memanfaatkan memanasnya situasi geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat serta pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang dinilai memicu kepanikan masyarakat.

Menurutnya, masyarakat Aceh Tengah dan Bener Meriah masih memiliki trauma akibat kekosongan BBM yang pernah terjadi pascabencana beberapa bulan lalu, yang sempat menyebabkan kelumpuhan transportasi di wilayah tersebut.
“Karena pengalaman itu, masyarakat tentu sangat sensitif terhadap isu kelangkaan BBM. Namun kami mengimbau agar masyarakat tetap tenang karena stok BBM sebenarnya masih aman,” kata Saparuda, Kamis (5/3/2026).

Ia menjelaskan, pernyataan Pertamina melalui konferensi pers di Jakarta Pusat sebelumnya juga menegaskan bahwa ketersediaan BBM nasional dalam kondisi aman hingga Idul Fitri. Bahkan, Pertamina disebut telah melakukan langkah antisipasi sebelum munculnya isu konflik Iran dan Amerika Serikat.

Namun demikian, GMNI menemukan adanya antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Aceh Tengah dan Bener Meriah. Berdasarkan hasil pengamatan organisasi tersebut, antrean kendaraan untuk mendapatkan BBM bahkan mencapai lebih dari dua kilometer.

Baca Juga:  PTPN IV Regional 6 Aceh Luruskan Narasi, Sajikan Fakta, dan Jaga Integritas

“Masyarakat mengeluh karena harus antre sangat panjang. Bahkan tidak ada jaminan mereka yang antre akan mendapatkan BBM. Kami menduga kondisi ini dimanfaatkan oleh mafia BBM untuk meraup keuntungan pribadi,” ujarnya.

Saparuda juga menyoroti kenaikan harga BBM di tingkat pengecer yang terjadi secara tiba-tiba. Pada 5 Maret 2026, harga BBM eceran dilaporkan melonjak hingga Rp20.000 sampai Rp25.000 per liter, bahkan ada yang mencapai Rp30.000 per liter.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak bisa dianggap sepele karena perekonomian masyarakat Aceh Tengah dan Bener Meriah saat ini masih dalam tahap pemulihan.
Karena itu, GMNI meminta Bupati Aceh Tengah Haili Yoga dan Bupati Bener Meriah Tagore Abu Bakar segera membentuk tim khusus untuk menangani persoalan distribusi BBM hingga menjelang Idul Fitri.

Selain itu, pemerintah daerah juga diminta mengeluarkan surat edaran kepada seluruh camat dan aparatur desa untuk memastikan masyarakat tidak panik terkait ketersediaan BBM.

“Pemerintah daerah harus hadir memberikan kepastian kepada masyarakat agar situasi tetap kondusif,” kata Saparuda.

GMNI juga mendesak DPRK Aceh Tengah dan DPRK Bener Meriah untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja Pertamina terkait distribusi BBM di wilayah tersebut.

“Ke depan, kami berharap persoalan seperti ini tidak lagi membuat masyarakat menjerit kesulitan,” pungkasnya.

Berita Terkait

Kas dan Kewajiban Jadi Sorotan, BPK Sebut Pemkab Simeulue Belum Mampu Bayar Seluruh Utang Jangka Pendek
P3-TGAI Rp195 Juta Kuning II Disorot, Disebut Aspirasi Dewan PKB
Wamenag RI Soroti Kasus Dugaan Penistaan Agama di The Sounds Project: Jangan Jadikan Agama Komoditas
Tinjau Sekolah Rakyat DKI Jakarta, Menteri PU Apresiasi Hutama Karya
DPC PKB Kota Langsa Buka Peluang Warga Jadi Pengurus DPAC dan Tingkat Gampong
​Semarak HUT RI ke-81: Wali Kota Bitung Lepas Peserta Gerak Jalan SKPD dan Umum
​Mempererat Sinergi di Malam Doa: Pemkot Bitung dan TNI Gaungkan Spirit Kemerdekaan di Girian Bawah
​Genjot PAD Rp104 Miliar, Wali Kota Bitung Dorong Perubahan Budaya Transaksi Lewat QRIS
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 10:16

Kas dan Kewajiban Jadi Sorotan, BPK Sebut Pemkab Simeulue Belum Mampu Bayar Seluruh Utang Jangka Pendek

Rabu, 12 Agustus 2026 - 08:08

Kawal Kamtibmas Jelang Peringatan HDA Ke – 21 Tahun 2026, Polres Bireuen Gelar Apel Gabungan Bersama TNI

Rabu, 12 Agustus 2026 - 06:18

Satgas TMMD ke-129 Tebar Lele dan Isi Kandang Ayam Petelur di Lima Lokasi RTLH

Rabu, 12 Agustus 2026 - 06:09

Kapolres Bireuen Terima Penghargaan sebagai Inisiator Penggerak Literasi Digital Kamtibmas Tahun 2026

Rabu, 12 Agustus 2026 - 04:56

LSM KPK RI Desak Audit P3-TGAI Kuning II: Rp195 Juta Uang Negara, Jangan Dikerjakan Asal Jadi

Rabu, 12 Agustus 2026 - 04:17

Wamenag RI Soroti Kasus Dugaan Penistaan Agama di The Sounds Project: Jangan Jadikan Agama Komoditas

Rabu, 12 Agustus 2026 - 04:10

Tinjau Sekolah Rakyat DKI Jakarta, Menteri PU Apresiasi Hutama Karya

Rabu, 12 Agustus 2026 - 04:09

LSM KPK RI Desak P3-TGAI Kuning II Diaudit: “Jangan Main-Main dengan Uang Negara!”

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

Survei Merit dan Jejak Kesiapan ASN

Rabu, 12 Agu 2026 - 10:33