BIREUEN/Tribuneindonesia.com
Rusyidi Mukhtar, S.Sos., tokoh publik yang akrab disapa Ceulangiek, kembali merebut kepercayaan mutlak untuk memimpin Yayasan Almuslim Peusangan periode 2026–2031. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) ini terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Almuslim X yang digelar di Aula Universitas Islam Aceh (UIA), Gampong Paya Lipah, Kecamatan Peusangan, Bireuen, Selasa (3/11/2026).
Keputusan bulat ini menjadi bukti nyata atas kepuasan masyarakat terhadap rapor hijau kepemimpinan Ceulangiek pada periode 2021–2026. Di bawah komandonya, tiga institusi pendidikan Almuslim mengalami lompatan kemajuan yang sangat signifikan.
Dalam sidang pleno Laporan Pertanggungjawaban (LPJ), para pimpinan lembaga memaparkan torehan emas mereka selama lima tahun terakhir:
• Universitas Almuslim (Umuslim): Rektor Dr. Marwan mengungkapkan peningkatan tajam jumlah mahasiswa, lonjakan program studi berakreditasi Unggul, hingga keberhasilan bersejarah mendirikan Fakultas Kedokteran.
• Universitas Islam Aceh (UIA): Rektor Dr. Nazaruddin MA memaparkan akselerasi mutu akademik pasca-transformasi kampus berkat sokongan penuh pihak yayasan.
• Pesantren Almuslim: Direktur Ustaz Iswan Fadlin membeberkan realisasi investasi infrastruktur berupa pembangunan gedung pesantren modern senilai miliaran rupiah.
“Sangat banyak kemajuan nyata selama lima tahun ini. Kami sepakat kepemimpinan Bapak Rusyidi Mukhtar wajib dilanjutkan,” tegas Ishak, Keuchik Gampong Tanoh Anoe, yang langsung disambut gemuruh persetujuan dari ratusan keuchik, imam mukim, dan tokoh masyarakat yang memadati forum.
Mendengar aspirasi yang begitu solid, Dr. Nazaruddin selaku pimpinan sidang langsung mengetuk palu pengesahan di hadapan perwakilan Kemenkumham Aceh, Kapolres Bireuen AKBP Yulhendri, dan Kepala Kesbangpol Dr. Mukhtaruddin.
Dalam pidato kemenangannya, Rusyidi Mukhtar menegaskan komitmennya untuk menjaga integritas Almuslim sebagai institusi milik publik, bukan milik kelompok tertentu. Menyelaraskan dengan tema “Bersatu Membangun Yayasan Almuslim”, ia menantang seluruh elemen masyarakat untuk berkolaborasi mencetak generasi emas Peusangan Raya.
“Kita harus mengayomi anak-anak di desa. Ajak mereka kuliah di Universitas Almuslim. Bagi yang kurang mampu, jangan mundur karena biaya. Kami di yayasan siap mengupayakan beasiswa KIP maupun beasiswa internal,” pungkasj Ceulangiek disambut tepuk tangan meriah peserta musyawarah.













