Diskusi JBB dan AWDI Pandeglang: Meneguhkan Etika Pers dan Kebebasan Informasi

- Editor

Selasa, 7 Oktober 2025 - 13:58

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PANDEGLANG|TribuneIndonesia.com

Dalam rangka memperkuat peran jurnalisme sebagai pilar keempat demokrasi, organisasi Jurnalis Banten Bersatu (JBB) bersama Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia (AWDI) Kabupaten Pandeglang menggelar diskusi malam bertajuk “Jurnalisme Demokratis dan Tantangan Etika di Era Digital”.

Kegiatan ini berlangsung dalam suasana hangat dan produktif di Café Garasi Panimbang, Jalan Tanjung Lesung, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang.

Diskusi yang digelar secara terbuka tersebut menghadirkan jajaran pengurus inti AWDI Kabupaten Pandeglang: Sekretaris Jenderal Jaka Somantri, Wakil Ketua Yoki Fardiansah, dan Bendahara Andi Irawan.

Turut hadir dan membuka kegiatan, Ketua Jurnalis Banten Bersatu (JBB), Kasman, yang menekankan pentingnya diskusi antarjurnalis sebagai ruang edukatif dan reflektif untuk menjaga independensi dan integritas profesi.

“Diskusi semacam ini adalah ruang yang sangat penting untuk membangun sinergitas, memperdalam pemahaman terhadap kode etik jurnalistik, serta memperkuat posisi wartawan sebagai agen perubahan di tengah masyarakat,” ujar Kasman.

Dalam paparannya, Jaka Somantri menyoroti pentingnya jurnalis menjadi penyeimbang arus informasi yang kian deras dan rawan disinformasi. Ia menekankan bahwa jurnalis harus kembali pada nilai dasar profesinya—mengutamakan akurasi, keberimbangan, dan kepentingan publik.

Baca Juga:  Jalan Baru, Rasa Lama! Proyek Rp3,8 Miliar Diduga Gagal di Tangan CV Cakra Dua Bersama

“Kita harus kembali pada roh jurnalistik yang sesungguhnya—menjaga independensi, objektivitas, dan keberpihakan kepada kebenaran,” ungkap Jaka.

Wakil Ketua AWDI, Yoki Fardiansah, menyoroti tantangan keselamatan jurnalis di lapangan. Ia menilai bahwa masih banyak wartawan yang menghadapi tekanan dan intimidasi saat meliput isu-isu sensitif.

“Solidaritas antarsesama jurnalis sangat dibutuhkan, terlebih ketika menghadapi tekanan dari pihak-pihak yang tidak menghendaki terbukanya informasi,” ujarnya.

Sementara itu, Bendahara AWDI Andi Irawan menggarisbawahi pentingnya literasi digital dan penguatan tata kelola organisasi jurnalis. Menurutnya, profesionalisme dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan zaman menjadi kunci dalam menjaga eksistensi media lokal.

Diskusi malam yang mengangkat tema “Jurnalisme Demokratis dan Tantangan Etika di Era Digital” ini ditutup dengan komitmen bersama untuk terus menjaga marwah profesi kewartawanan dan memperkuat sinergi antarorganisasi jurnalis, khususnya di wilayah Kabupaten Pandeglang. Seluruh peserta sepakat bahwa integritas, solidaritas, dan kompetensi merupakan fondasi utama dalam menghadapi tantangan dunia jurnalistik modern.(Tim/red)

Berita Terkait

Wakil Bupati Simeulue Buka Musrenbang RKPD Tahun 2027
*Pulang dari Retret Pimpinan di AKMIL, Ketua DPRK Simeulue Rasman Sidak Kapal Nelayan Terbengkalai di Lampulo*
Negara Ditaksir Merugi Puluhan Miliar, PLN Bogor Diduga Biarkan Aksi Pencurian Listrik di THM Liar di Ciluar
Pendamping Kafilah MTQ Simeulue Sampaikan Syukur atas Lolosnya Tiga Peserta ke Tingkat Nasional*
Pendamping Kafilah MTQ Simeulue Sampaikan Syukur atas Lolosnya Tiga Peserta ke Tingkat Nasional*
TAMPERAK dan LHI Aceh Tamiang Dukung Haji Uma: “Jangan Ganggu JKA, Itu Hak Rakyat”
Narasi “Kriminalisasi” Dipertanyakan, PTPN IV Regional VI Buka Fakta Kasus Brondolan Kebun Baru
Kunjungan Eropa Prabowo Subianto Perkuat Posisi Indonesia
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 05:39

Kemitraan  atau Penjinakan? Saat Media Dipaksa Tunduk, Pemerintah Abai pada Keadilan

Kamis, 9 April 2026 - 21:49

Pemkab Aceh Tenggara Terapkan WFH Setiap Jumat, Ini Aturan Lengkapnya

Minggu, 5 April 2026 - 05:43

Kesalahan Terindah

Jumat, 3 April 2026 - 08:33

Rutin Konsumsi Bawang Merah Setiap Hari, Ini Manfaat dan Risikonya bagi Kesehatan

Selasa, 31 Maret 2026 - 06:30

Lalat di Minuman Antara Hadits, Sains, dan Kesehatan Modern

Sabtu, 28 Maret 2026 - 04:51

Peta Tubuh di Telapak Kaki Antara Mitos, Terapi, dan Fakta Medis

Rabu, 25 Maret 2026 - 14:00

“Wak Labu ! Raja Licik yang Paling Pintar… Mengelabui Rakyat Sendiri”

Selasa, 24 Maret 2026 - 15:17

TTI Mendesak Kajari Aceh Besar Usut Kasus THR dan Gaji ke 13 Guru di Kabupaten Aceh Besar sejumlah Rp.17,44 Milyar.

Berita Terbaru

Headline news

Wakil Bupati Simeulue Buka Musrenbang RKPD Tahun 2027

Selasa, 21 Apr 2026 - 14:41

Sosial

Bupati Sahuti Kritik dan Saran GeRAK

Selasa, 21 Apr 2026 - 13:40

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x