Lubuk Pakam I TribuneIndonesia.com – Pemerintah Kabupaten Deli Serdang terus memperkuat transformasi digital di tingkat desa melalui percepatan program Smart Village sebagai bagian dari penguatan tata kelola pemerintahan desa yang modern, efektif, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan, saat menghadiri kegiatan Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian dalam Negeri Republik Indonesia tentang Peningkatan Kapasitas Pemerintahan Desa dalam Penerapan Smart Village Menuju Optimalisasi Pemerintahan Desa berdampak, di Aula Cendana Lantai II Kantor Bupati Deli Serdang, Kamis (7/5/2026).
kegiatan itu dihadiri Direktur pengembangan Kapasitas Pemerintahan Desa, Data dan Evaluasi Perkembangan Desa Ditjen Bina Pemerintahan Desa Kemendagri RI Muhammad Noval, unsur Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sumatera Utara, perangkat daerah, para camat, kepala desa, akademisi, tokoh masyarakat, hingga lembaga kemasyarakatan desa.
dalam sambutannya, Bupati Asri Ludin Tambunan menegaskan bahwa penerapan Smart Village menjadi langkah strategis untuk mempercepat kemajuan desa di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat.
menurutnya, Deli Serdang memiliki potensi besar dalam pengembangan desa berbasis digital karena didukung jumlah desa yang luas dan kesiapan infrastruktur yang terus berkembang.
Deli Serdang memiliki 380 desa dan menjadi salah satu kabupaten dengan jumlah desa terbanyak di Sumatera Utara. Sebagian besar desa saat ini telah berkembang dengan dukungan teknologi dan akses internet yang semakin memadai,” ujar Bupati.
Ia menjelaskan, sejumlah desa di Deli Serdang bahkan telah menunjukkan kesiapan menuju desa mandiri yang mampu mengadopsi sistem pemerintahan berbasis digital secara bertahap.
Penguatan Smart Village, lanjutnya, bukan hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi, melainkan juga menyangkut peningkatan kualitas pelayanan publik, transparansi pemerintahan, serta penguatan partisipasi masyarakat desa dalam pembangunan.
pengembangan Smart Village sangat memungkinkan diterapkan di Kabupaten Deli Serdang karena kesiapan infrastruktur dan kemampuan masyarakat desa dalam mengikuti perkembangan teknologi informasi terus meningkat,” ungkapnya.
Bupati juga menekankan bahwa pembangunan desa menjadi bagian penting dari arah pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menempatkan desa sebagai ujung tombak pertumbuhan dan pemerataan kesejahteraan masyarakat.
Desa yang kuat akan memperkuat kota dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. Karena itu, penguatan desa harus dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan,” tegasnya.
Ia berharap kegiatan peningkatan kapasitas tersebut mampu memperkuat kompetensi aparatur desa dalam menghadapi tantangan pemerintahan modern, sekaligus mempercepat terwujudnya desa yang inovatif, adaptif, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Sementara itu, Direktur Pengembangan Kapasitas Pemerintahan Desa, Data dan Evaluasi Perkembangan Desa Ditjen Bina Pemerintahan Desa Kemendagri RI, Muhammad Noval, menyampaikan bahwa penguatan kapasitas aparatur desa menjadi kebutuhan mendesak di tengah meningkatnya peran strategis desa dalam menjalankan program-program prioritas nasional.
menurutnya, pemerintahan desa saat ini tidak lagi hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga dituntut mampu menghadirkan pelayanan publik yang efektif serta memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ia menjelaskan, penguatan pemerintahan desa berdampak dilakukan melalui peningkatan kapasitas aparatur, penguatan partisipasi masyarakat, transparansi berbasis digital, kolaborasi lintas sektor, hingga penguatan kelembagaan desa.
dalam kesempatan tersebut, Muhammad Noval turut mengungkapkan bahwa Kabupaten Deli Serdang menjadi salah satu dari 434 kabupaten di Indonesia yang terpilih dalam program Desa Berdampak.
Dua desa di Deli Serdang, yakni Desa Sei Merah dan Desa Bandar Baru, ditetapkan sebagai perwakilan dalam program “Kepala Desa Masuk Kampus”.
Program tersebut melibatkan perguruan tinggi dalam penguatan kapasitas kepala desa melalui pendekatan akademik dan praktik lapangan yang disesuaikan dengan potensi serta kearifan lokal masing-masing desa.
Program ini diharapkan mampu menjadi model pengembangan kapasitas pemerintahan desa yang dapat diterapkan di berbagai daerah lain di Indonesia.
Ilham Gondrong
















