TribuneIndonesia.com I Deli Serdang-Lapangan Astaka akan menjadi panggung Festival Olahraga Masyarakat Provinsi Sumatera Utara (FORPROVSU) I 2026 pada 23–28 Oktober. Sebanyak 8.000 penggiat ditargetkan ikut serta, sementara 20 ribu orang diproyeksikan hadir. Angka itu membawa acara olahraga masyarakat ke wilayah yang lebih luas. pariwisata, UMKM, serta perputaran ekonomi.
Rencana tersebut dibicarakan Bupati Asri Ludin Tambunan saat menerima pengurus Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Sumatera Utara, Selasa, 11 Agustus 2026. Pertemuan berlangsung di Kantor Bupati.
Asri Ludin menyebut ada dua agenda besar yang akan berlangsung di wilayah itu. Ia meminta persiapan dilakukan secara matang, termasuk kesiapan atlet serta koordinasi KORMI setempat dengan dinas yang menangani kebudayaan, kepemudaan, olahraga dan pariwisata.
Prinsipnya kami mendukung sesuai kemampuan,” kata Asri. Ia juga membuka kemungkinan pembiayaan FORPROVSU masuk anggaran daerah jika kegiatan tersebut rutin digelar dua tahun sekali.
Pernyataan itu memperlihatkan satu hal penting.penyelenggaraan festival olahraga masyarakat bukan cuma soal pertandingan. ada kebutuhan fasilitas, pembiayaan, mobilisasi peserta, pengelolaan lokasi, sampai peluang ekonomi yang ikut dipertaruhkan.
Ketua KORMI Sumatera Utara, M Daffasya Sinik, menyebut FORPROVSU akan berlangsung enam hari. Target 8.000 penggiat dan 20 ribu pengunjung menunjukkan skala acara yang cukup besar untuk ukuran festival olahraga masyarakat.
Daffasya membawa gagasan sport tourism. Olahraga masyarakat, menurut dia, harus memberi ruang bagi kegiatan yang sehat, bugar dan menggembirakan. Kemenangan bukan satu-satunya ukuran.
namun angka peserta dan pengunjung juga menyisakan pekerjaan teknis. Ribuan orang berarti kebutuhan transportasi, konsumsi, sanitasi, keamanan, fasilitas pertandingan dan ruang bagi pelaku usaha ikut meningkat. Semua kebutuhan itu membutuhkan perencanaan serta pembiayaan yang terukur.
KORMI setempat menyatakan telah mengirim 200 peserta untuk mengikuti 12 cabang olahraga masyarakat. organisasi itu juga sebelumnya aktif menggelar car free day serta sejumlah perlombaan.
Kepala Dinas Budporapar Yudi Himawan menyebut peluang kerja sama terbuka pada sektor UMKM dan olahraga masyarakat. hubungan dengan KORMI sebelumnya telah berjalan melalui sejumlah kegiatan.
di sinilah FORPROVSU berhadapan dengan ukuran keberhasilan yang lebih luas. Festival tidak cukup dihitung dari jumlah peserta atau banyaknya pertandingan. Perputaran ekonomi bagi pedagang kecil, keterlibatan komunitas olahraga, penggunaan fasilitas, serta manfaat bagi warga sekitar ikut menentukan apakah festival tersebut meninggalkan hasil atau hanya selesai setelah panggung dibongkar.
Pemerintah daerah menyatakan dukungan sesuai kemampuan anggaran. Pernyataan itu sekaligus menempatkan persiapan pada tahap yang lebih konkret.berapa kebutuhan biaya, fasilitas apa yang tersedia, apa yang masih harus disiapkan, dan siapa yang menanggung setiap kebutuhan.
FORPROVSU I 2026 akhirnya bukan hanya urusan KORMI. Ia akan menguji kemampuan penyelenggara mengelola ribuan peserta dan puluhan ribu pengunjung, sekaligus membuktikan apakah olahraga masyarakat benar-benar mampu bergerak bersama pariwisata dan ekonomi lokal.(Ilham Gondrong)



















