TribuneIndonesia.com I Medan-Angka kunjungan wisatawan India ke Indonesia mencapai sekitar 497 ribu orang pada 2025. namun arus sebaliknya jauh lebih kecil.sekitar 43 ribu wisatawan Indonesia tercatat berkunjung ke India. Selisih itu membuka ruang yang menarik untuk dibaca.pasar wisata India belum sepenuhnya tergarap, sementara Sumatera menawarkan sejumlah destinasi yang berpotensi dipasarkan ke negeri tersebut.
Peluang itu muncul di Hotel Grand Mercure, Medan pada Senin, 10 Agustus 2026. Forum Sumatera-India Tourism Promotion mempertemukan pejabat, pelaku usaha pariwisata, asosiasi, dan perwakilan diplomatik India serta Indonesia.
Lom Lom Suwondo hadir membawa tawaran potensi wisata dari wilayahnya. Ia menyebut wisata alam, budaya, dan kuliner sebagai komoditas yang dapat diperkenalkan kepada wisatawan India.
namun promosi wisata tidak berhenti pada daftar destinasi. ada soal akses, jaringan penerbangan, kesiapan pelaku usaha, strategi pemasaran, serta kemampuan mengubah kunjungan menjadi perputaran ekonomi lokal. faktor-faktor itu justru menjadi ujian bagi tawaran pariwisata Sumatera.
Konsul Jenderal India di Medan Ravi Shanker Goel menyoroti empat hal.promosi, wisata budaya dan sejarah, kerja sama bisnis pariwisata, serta konektivitas. Pernyataan itu menunjukkan persoalan yang lebih besar dari urusan memperkenalkan tempat wisata. Wisatawan tidak hanya membutuhkan tujuan, tetapi juga jalur perjalanan yang mudah, informasi yang kuat, layanan yang memadai, dan produk wisata yang sesuai dengan karakter pasar India.
India memiliki pasar wisata yang besar. Karena itu, angka 497 ribu kunjungan ke Indonesia pada 2025 bukan hanya soal statistik. Angka itu menunjukkan adanya pasar yang sudah bergerak. tantangannya adalah bagaimana Sumatera memperoleh bagian lebih besar dari arus tersebut.
Joint Secretary Ministry of Tourism Government of India Shri Harikishore S, yang mengikuti forum secara virtual, menyebut hubungan India dan Indonesia memiliki akar panjang melalui perdagangan maritim, pertukaran peradaban, dan warisan budaya.
Ia menyebut jumlah perjalanan wisatawan Indonesia ke India pada 2025 sekitar 43 ribu orang. Perbedaan angka tersebut memperlihatkan ketimpangan arus wisata yang masih terbuka untuk diperbaiki.
Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata Dedy Ahmad Kurnia mengingatkan satu persoalan lain. Indonesia terlalu sering dipersepsikan melalui Bali. Padahal Sumatera memiliki karakter wisata yang berbeda.
Danau Toba, budaya Batak, kuliner Sumatera Barat, serta Taman Nasional Gunung Leuser disebut sebagai bagian dari potensi yang dapat ditawarkan kepada wisatawan India.
Persoalannya kemudian bergeser dari soal potensi menjadi soal kesiapan.
Destinasi yang indah belum tentu otomatis menjadi produk wisata. Wisatawan membutuhkan paket perjalanan yang jelas, transportasi yang terhubung, pemandu yang memahami pasar, fasilitas yang layak, informasi yang mudah diakses, serta promosi yang tepat sasaran.
Forum itu juga mempertemukan pelaku industri pariwisata Sumatera Utara dengan mitra dari India. Pertemuan tersebut membuka ruang penjajakan bisnis, pertukaran informasi dan pemasaran destinasi.
Bagi Lom Lom, peluang itu dapat digunakan untuk memperkenalkan potensi wisata wilayahnya ke pasar India. Ia menyebut peluang investasi dan promosi sebagai bagian dari kepentingan pengembangan pariwisata.
tetapi promosi hanyalah pintu masuk. ukuran keberhasilannya akan terlihat dari apa yang terjadi setelah forum berakhir: apakah muncul paket perjalanan baru, bertambahnya kunjungan wisatawan India, masuknya investasi, atau justru kegiatan berhenti sebagai pertemuan antarpelaku industri.
di titik itu, angka kunjungan akan menjadi ukuran yang lebih sulit dibantah ketimbang pidato promosi.
Sumatera punya modal destinasi. India punya pasar wisatawan. Yang belum terjawab adalah seberapa jauh keduanya dapat dipertemukan melalui konektivitas, produk wisata, dan transaksi bisnis yang berkelanjutan.
Forum Medan itu baru membuka pintu. Selebihnya, pasar yang akan menentukan siapa yang benar-benar masuk.(Ilham Gondrong)



















