TribuneIndonesia.com I Deli Serdang-Lapangan Alun-Alun Pancur Batu menjadi panggung perebutan trofi ketika hujan mengguyur laga final Piala Bergilir Ketua DPD Pemuda Karya Nasional Sumatera Utara Cup I 2026, pada Ahad, 9 Agustus.di bawah guyuran air, dua kesebelasan bertarung hanya untuk mengejar angka, tetapi juga nama yang akan tercatat sebagai juara pertama turnamen tersebut.
Pertandingan berakhir 3-2. Batak United mengunci gelar juara setelah menundukkan OKKA FC. TGM menempati posisi ketiga, disusul Suka Raya pada urutan keempat.
Turnamen itu dimulai 12 Juli 2026. Puluhan pertandingan membawa pemain dari berbagai daerah ke lapangan yang sama. Penonton datang menyaksikan pertandingan, sementara pengurus organisasi dan tokoh setempat melihat kompetisi itu sebagai salah satu jalan mencari pemain muda berbakat.
namun ukuran keberhasilan turnamen sepak bola tidak berhenti pada trofi. Pertanyaan berikutnya adalah apa yang terjadi setelah pertandingan usai. Pemain yang tampil menonjol membutuhkan pembinaan, latihan terukur, kompetisi lanjutan, serta jalur yang jelas menuju jenjang prestasi lebih tinggi.
Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo SS, yang hadir pada penutupan, menilai pertandingan semacam itu dapat menjadi sarana pembentukan karakter dan pencarian bibit atlet.
Walaupun diguyur hujan deras, para pemain tetap menunjukkan semangat yang luar biasa. Ini menjadi gambaran bahwa olahraga mampu membentuk generasi muda yang sehat jasmani dan rohani,” kata Lom Lom.
Pernyataan itu menyisakan pekerjaan lanjutan bagi penyelenggara. Turnamen dapat menemukan pemain berbakat, tetapi penemuan talenta baru hanyalah tahap awal. Tanpa sistem pembinaan, pemain muda berisiko kembali ke klub asal tanpa memperoleh jalur pengembangan yang terarah.
Ketua Harian DPP PKN, Tuangkus Harianja, menyebut tingginya minat masyarakat sebagai alasan kompetisi semacam itu perlu diteruskan. Ia berharap turnamen menjadi tempat pencarian pemain yang dapat berkembang ke tingkat lebih tinggi.
melalui turnamen seperti ini, kita dapat menemukan bibit-bibit pemain yang nantinya bisa dibina dan dikembangkan untuk membawa nama daerah maupun Indonesia,” ujarnya.
Ketua DPD PKN Sumatera Utara, Edi Suranta Gurusinga, melihat sepak bola dari sisi lain. Baginya, pertandingan bukan cuma perkara skor. Lapangan juga menjadi tempat bertemunya kelompok masyarakat dengan latar belakang berbeda.
olahraga menjadi sarana yang efektif untuk mempererat silaturahmi, membangun solidaritas, dan memperkuat persatuan antargenerasi muda,” kata Edi.
di sisi lapangan, hujan tak mengubah hasil pertandingan. Adu kemampuan berlangsung sampai peluit akhir. Skor 3-2 mengantar Batak United mengangkat trofi, sedangkan OKKA FC harus puas sebagai runner-up.
ada hal yang lebih penting dari hasil itu: apakah turnamen pertama tersebut akan berhenti sebagai pertandingan tahunan dengan penyerahan piala, atau berkembang menjadi jalur pembinaan pemain muda.
Jawabannya bergantung pada apa yang dilakukan setelah lampu lapangan padam. Pemain berbakat membutuhkan kompetisi berikutnya. Pelatih membutuhkan program pembinaan. Penyelenggara membutuhkan sistem seleksi yang terukur. Masyarakat membutuhkan ruang untuk melihat anak-anak muda mereka tumbuh melalui olahraga.
Penutupan turnamen ditandai penyerahan trofi dan penghargaan kepada para pemenang. hadir Ketua Umum DPP PKN Mikail TP Purba, Camat Pancur Batu Feri Sepnanda Ginting bersama unsur Forkopimcam, jajaran pengurus PKN, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta pendukung dari berbagai daerah.
Trofi sudah berpindah tangan. Pertanyaan berikutnya justru lebih panjang.siapa pemain yang akan ditemukan dari turnamen ini, siapa yang akan membinanya, dan apakah kompetisi berikutnya mampu menjawab harapan tersebut.(Ilham Gondrong)

















