TribuneIndonesia.com I Deli Serdang-Zafira Nafisah Pane berdiri di hadapan pejabat daerah dengan membawa cerita tentang cita-citanya. Siswi kelas lima Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 itu tidak membawa laporan, proposal, ataupun serangkaian angka. Ia membawa keberanian untuk berbicara.
Pada Senin, 10 Agustus 2026, Zafira mendapat kesempatan menyampaikan storytelling saat berkunjung ke Kantor Bupati. ceritanya berkisar pada cita-cita dan hal yang ingin dilakukan ketika dewasa. Dua rekannya, Asahy Nuzla Khairin br Purba dan Fazli Aulia Aqil, siswa kelas empat, ikut hadir.
Pertemuan itu memperlihatkan persoalan yang lebih luas ketimbang hanya penampilan tiga siswa. Anak-anak kerap dinilai dari hasil belajar, angka rapor, atau prestasi perlombaan. Padahal, kemampuan berbicara, menyusun gagasan, dan berani tampil juga memperlihatkan proses tumbuh seorang anak.
dr H Asri Ludin Tambunan memberi perhatian pada keberanian tersebut. Ia mengatakan bakat anak perlu dikenali sejak dini. orangtua dan guru, menurut dia, mempunyai peran penting untuk mengarahkan perkembangan cara berpikir anak.
anak-anak harus diberikan ruang untuk menunjukkan bakat dan menyampaikan apa yang ada dalam pikirannya,” ujar Asri Ludin.
Pernyataan itu membawa persoalan pada satu hal.bagaimana bakat anak dikenali sebelum terlambat. Sekolah bukan hanya tempat mengejar nilai. cara seorang anak berbicara, bercerita, bertanya, bahkan menyampaikan gagasan dapat menjadi petunjuk awal atas potensi yang dimilikinya.(Ilham Gondrong)


















