Bireuen/Tribuneindonesia.com
Pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia mulai menyalurkan dana stimulan ekonomi dan bantuan isian perabotan tahap I bagi korban banjir dan tanah longsor di Kabupaten Bireuen. Bantuan tersebut menyasar 4.759 kepala keluarga (KK) yang telah dinyatakan lolos verifikasi dan validasi.
Setiap kepala keluarga menerima total bantuan sebesar Rp8 juta, yang terdiri dari Rp5 juta dana stimulan ekonomi dan Rp3 juta untuk isian perabotan rumah tangga. Penyaluran dilakukan melalui PT Pos Indonesia.
Ribuan penerima manfaat tersebut tersebar di sejumlah kecamatan, antara lain Gandapura, Jangka, Jeumpa, Juli, Kota Juang, Kuala, Kutablang, Makmur, Jeunib, Peudada, Peusangan, Peusangan Selatan, Peusangan Siblah Krueng, dan Samalanga.
Secara keseluruhan, total anggaran yang dikucurkan pada tahap I ini mencapai Rp38,07 miliar untuk korban bencana hidrometeorologi di Kabupaten Bireuen.
Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan oleh Bupati Bireuen H. Mukhlis, didampingi Kepala Dinas Sosial Bireuen Ismunandar, di Pendopo Bireuen, Senin (20/4/2026).
Pemerintah memastikan bahwa penerima bantuan akan dihubungi melalui kepala desa masing-masing oleh pihak PT Pos Indonesia. Bantuan ini diperuntukkan bagi warga dengan kategori rumah rusak ringan, rusak sedang, hingga rusak berat atau hilang, berdasarkan hasil verifikasi tahap I oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Saat ini, Pemerintah Kabupaten Bireuen melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tengah mempersiapkan proses verifikasi tahap II. Tahapan ini direncanakan berlangsung pada pekan ketiga April 2026 dengan jumlah sasaran mencapai 26.741 KK.
Selain itu, warga yang sebelumnya dinyatakan tidak memenuhi kriteria (TMK) dan telah mengajukan sanggahan akan kembali diverifikasi pada tahap II. Pemerintah juga mengimbau pemilik rumah dan aparatur desa untuk mendampingi proses verifikasi guna memastikan keakuratan data.


















