BNPB Verifikasi 26 Ribu Rumah Dampak Bencana Hidrometeorologi yang di Bireuen

- Editor

Jumat, 23 Januari 2026 - 02:10

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bireuen/Tribuneindonesia.com

BNPB sedang melakukan proses verifikasi 26 ribu unit rumah yang terdampak bencana hidrometeorologi di Bireuen.Untuk mempercepat proses verifikasi, BNPB menugaskan 200 orang verifikator yang saat ini sedang bekerja di lapangan.

Plt Kalak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bireuen, Doli Mardian, Kamis, 22 Januari 2026, menjelaskan tim verifikasi rumah terdampak bencana hidrometeorologi di Bireuen telah mengikuti bimbingan teknis pada Senin, 19 Januari 2026.Doli menerangkan tim verifikasi sudah bekerja selama dua hari di lapangan.

Sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, tim tersebut bekerja selama satu minggu.
“Tim sedang bekerja di lapangan melakukan verifikasi. Jumlah mereka 200 orang. Setiap desa ditugaskan dua orang petugas verifikasi,” terang Doli Mardian.

Verifikator bertugas memverifikasi data rumah yang hilang/rusak berat, rusak sedang, dan rusak ringan. Setelah proses verifikasi rumah terdampak bencana hidrometeorologi, akan dilakukan proses uji publik.

Data daftar rumah-rumah tersebut akan diumumkan di desa masing-masing.Setelah proses uji publik selesai, maka dilanjutkan ke tahapan selanjutnya.
Pada kesempatan itu Doli menjelaskan, untuk rumah hilang/rusak berat yang oleh pemiliknya memilih hunian tetap (huntap) mandiri, pembangunannya akan dilakukan oleh BNPB.

“Untuk korban yang memilih hunian tetap mandiri, maka pembangunannya dilakukan oleh BNPB,” terangnya. Terkait kapan akan dimulai pembangunan huntap di Bireuen? Doli mengatakan prosesnya akan dilanjutkan pada awal Februari 2026.

Baca Juga:  KPK Tahan 8 Tersangka Pemerasan Izin Tinggal WNA di Kementerian Imigrasi

Sebelumnya di Gampong Balee Panah,Juli, sudah dibangun tiga unit rumah contoh oleh BNPB. Data Huntap Terpusat Sudah Dikirim ke PKP.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Bireuen, Ir. Fadli, S.T.,M.SM dalam keterangan terpisah mengatakan pihaknya sudah mengirimkan data hunian tetap terpusat kepada Kementerian Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

Adapun jumlah huntap terpusat berjumlah 48 unit, seluruhnya berada di Gampong Krueng Simpo, Kecamatan Juli.

Fadli menjelaskan, dari 48 unit huntap terpusat tersebut, 31 unit berada di Dusun Bivak, dan 17 Unit di Dusun Alue Keumiki.
“Data huntap terpusat sudah kami kirim ke Kementerian PKP,” kata Fadli. Ia menjelaskan, Kementerian PKP hanya membangun huntap yang terkonsentrasi pada satu titik.

“Jadi mereka membangun hunian tetap seperti komplek. Berada di satu titik dalam jumlah tertentu,” kata Fadli.

Fadli berharap, mudah-mudahan Kementerian PKP juga akan membangun huntap mandiri di desa terdampak, seperti yang dilakukan BNPB.

Berita Terkait

Akreditasi RSUD dr. Fauziah, Wabup Tekankan Pelayanan Aman dan Bermutu
Polres Bireuen Tingkatkan Patroli Cegah Gangguan Keamanan dan Kriminalitas
Demi Keselamatan Raja Ampat, Kepala BPBD Ingatkan Warga Hentikan Pembakaran Lahan
BREAKING NEWS: Lonobi Membara, Tim Gabungan Berjibaku di Tebing Terjal
Rp1,27 Triliun di APBD Perubahan 2026, Wabup Raja Ampat Ajak Semua Pihak Kawal Pembangunan
Ketika Sensasi Menggeser Etika: Geuchik Aron Geulumpang VII Disudutkan Berita Pungli Diduga Tanpa Konfirmasi
Saweu Keude Kopi, Kapolsek Idi Tunong Ajak Warga Waspadai Hoaks dan Narkoba
Minimalisir Dampak Banjir, BWS Diminta Bangun Tanggul Pengaman Lawe Bula
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 03:44

Video TikTok Dipersoalkan, GRPK Desak TikTok Beri Klarifikasi

Selasa, 29 September 2026 - 02:50

Akreditasi RSUD dr. Fauziah, Wabup Tekankan Pelayanan Aman dan Bermutu

Selasa, 29 September 2026 - 02:37

Polres Bireuen Tingkatkan Patroli Cegah Gangguan Keamanan dan Kriminalitas

Selasa, 29 September 2026 - 01:56

Subuh Keliling, Langkah Kapolres Aceh Timur Merawat Harkamtibmas

Selasa, 29 September 2026 - 01:45

​Gubernur Yulius Selvanus dan Menteri ESDM Bahas Percepatan Izin Tambang Rakyat Sulut

Senin, 28 September 2026 - 15:29

BREAKING NEWS: Lonobi Membara, Tim Gabungan Berjibaku di Tebing Terjal

Senin, 28 September 2026 - 14:25

Imigrasi Ngurah Rai Deportasi 18 WNA dalam Sepekan, Diantaranya Terlibat Prostitusi

Senin, 28 September 2026 - 12:21

Tiga Aplikasi, Ujian Baru Perizinan

Berita Terbaru

Headline news

Video TikTok Dipersoalkan, GRPK Desak TikTok Beri Klarifikasi

Selasa, 29 Sep 2026 - 03:44

TNI dan Polri

Subuh Keliling, Langkah Kapolres Aceh Timur Merawat Harkamtibmas

Selasa, 29 Sep 2026 - 01:56