APBK Aceh Tenggara 2025 Jebol Lagi, Defisit Rp41,3 Miliar!

- Editor

Kamis, 25 September 2025 - 13:21

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kutacane | TribuneIndonesia.com

Rancangan Qanun (Raqan) Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) Aceh Tenggara tahun 2025 kembali mengalami defisit. Nilainya mencapai Rp41,371 miliar. Kondisi ini menegaskan betapa rapuhnya kemandirian fiskal daerah berjuluk Bumi Sepakat Segenep tersebut.

Dalam rapat paripurna DPRK, Kamis (25/9), Bupati Aceh Tenggara HM Salim Fakhry membacakan nota pengantar keuangan di hadapan 23 anggota dewan dari total 30 kursi DPRK. Hadir pula Sekda Yusrizal, ST, para asisten, kepala OPD, camat, dan tamu undangan lainnya.

“Total Raqan Perubahan APBK tahun 2025 direncanakan sebesar Rp1,350 triliun, dengan defisit Rp41,371 miliar yang ditutup dari Silpa tahun sebelumnya,” tegas Bupati.

Dari sisi pendapatan, Aceh Tenggara hanya mampu mengumpulkan PAD Rp142,849 miliar. Angka ini jelas masih jauh dari ideal untuk menopang kebutuhan daerah. Sementara, porsi terbesar tetap bergantung pada transfer pusat Rp1,092 triliun.

Baca Juga:  Warga Soroti Dugaan Ketidakterbukaan Program Ketapang dan BUMDes Desa Gunungbatu

“Ketergantungan ini membuat APBK rawan jebol jika ada keterlambatan transfer atau pemangkasan dana pusat,” kata salah satu anggota DPRK yang enggan disebutkan namanya.

Struktur belanja daerah justru menelan anggaran jumbo. Belanja pegawai Rp473,581 miliar, barang dan jasa Rp339,854 miliar, hibah Rp18,805 miliar, hingga belanja modal Rp156,985 miliar. Ditambah belanja tak terduga Rp5 miliar dan transfer Rp337,788 miliar.

Tak heran, hasil akhir perhitungan menunjukkan lubang defisit yang semakin lebar.

Kondisi defisit ini menjadi alarm keras bahwa Aceh Tenggara belum mampu lepas dari bayang-bayang dana pusat. PAD minim, belanja pegawai menelan porsi besar, dan proyek infrastruktur jalan hingga irigasi tetap menyedot ratusan miliar.

“Jika pola ini tidak berubah, setiap tahun APBK akan terus bernasib sama: defisit dan tambal sulam dengan Silpa,” kritik seorang pengamat ekonomi daerah. (##)

Berita Terkait

Surat Resmi Berubah Jadi Alarm Bahaya ! Dugaan Perampasan Lahan Sawah di Batang Kuis Seret 2  Nama Anggota DPRD
Semangat Hardiknas 2026, SMP Negeri 1 Manyak Payed Teguhkan Komitmen Pendidikan Berkualitas
TAMPERAK dan LHI Soroti Ketidakakuratan Data Desil: Ancaman Serius bagi Kebijakan Publik
Hardiknas 2026 Bupati Deli Serdang Bongkar Realita Pendidikan dan Tancap Gas Reformasi Menyeluruh
PERWAL : Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Langsa, Antara Gebrakan Awal dan Ujian Bencana
TAMPERAK : Jika Tak Mampu Tuntaskan Jadup, Plt Kadinsos Aceh Tamiang Sebaiknya Diganti Saja
TPI Paluh Manan Belum Diresmikan, Bupati Deli Serdang Pastikan Fasilitas Lengkap Dari Cold Storage hingga Bantuan Rumah Layak Huni
Bayi 3 Minggu Diduga Tewas di Tangan Ayah Kandung, Luka Kecil yang Mengguncang Hati Nurani
Berita ini 14 kali dibaca
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 15:43

Maling Teriak Maling: Cermin Retaknya Integritas di Lingkar Kekuasaan

Senin, 27 April 2026 - 02:12

Waspada El Niño ! Ancaman Panas Ekstrem Mengintai, Masyarakat Diminta Siaga Sejak Dini

Selasa, 21 April 2026 - 13:12

Perempuan Tidak Boleh Lagi Diam: Wajib Berpendidikan, Mandiri, dan Berani Melawan Ketidakadilan

Selasa, 14 April 2026 - 05:39

Kemitraan  atau Penjinakan? Saat Media Dipaksa Tunduk, Pemerintah Abai pada Keadilan

Kamis, 9 April 2026 - 21:49

Pemkab Aceh Tenggara Terapkan WFH Setiap Jumat, Ini Aturan Lengkapnya

Minggu, 5 April 2026 - 05:43

Kesalahan Terindah

Jumat, 3 April 2026 - 08:33

Rutin Konsumsi Bawang Merah Setiap Hari, Ini Manfaat dan Risikonya bagi Kesehatan

Selasa, 31 Maret 2026 - 06:30

Lalat di Minuman Antara Hadits, Sains, dan Kesehatan Modern

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x