Alfred Salindeho Tegaskan Makna Gelar Adat Walikota: Pemimpin Harus Menjaga Banua dengan Hati

- Editor

Kamis, 29 Januari 2026 - 15:34

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bitung, Sulut | TribuneIndonesia.com

Nuansa sakral menyelimuti Lapangan Kantor Walikota Bitung pada Jumat (30/01/26), saat Pemerintah Kota Bitung bersama masyarakat Sangihe, Sitaro, dan Talaud (IKSSAT) kembali menggelar upacara adat Tulude.

Tradisi tahunan ini bukan sekadar seremoni rutin, melainkan manifestasi rasa syukur mendalam kepada Tuhan Yang Maha Esa atas penyertaan sepanjang tahun, sekaligus upaya konkret dalam menjaga eksistensi nilai leluhur di era modern.

​Momentum utama yang mencuri perhatian adalah penganugerahan gelar adat kepada Walikota Bitung, Hengky Honandar, S.E. Beliau secara resmi menyandang gelar “Bataha Ikamanggi Torehe Tulung Banua”, sebuah kehormatan yang merepresentasikan sosok pemimpin arif dan bijaksana.

Gelar ini membawa filosofi mendalam tentang tanggung jawab besar dalam menjaga, memelihara, serta melindungi kedaulatan negeri demi kesejahteraan rakyat.

​Selain itu, acara dibuka dengan arak-arakan megah Kue Tamo, yang melambangkan simbol persatuan banua dan rasa terima kasih yang utuh.

Setelah prosesi penganugerahan gelar yang sarat akan kekhidmatan, suasana berubah meriah dengan berbagai pertunjukan seni budaya.

Salah satu daya tarik utama adalah lomba Masamper, yang tidak hanya menampilkan harmonisasi suara tetapi juga menyisipkan pesan-pesan moral serta religius yang kuat bagi para penonton.

​Keberhasilan acara ini merupakan buah dari kolaborasi apik antara tokoh adat, jajaran Pemkot Bitung, seniman, hingga generasi muda.

Keterlibatan unsur masyarakat lintas etnis menegaskan bahwa Tulude telah menjadi ruang perjumpaan yang inklusif.

Baca Juga:  Belasan Miliar Dipertanyakan, Proyek Jalan Simpang Semadam–Lawe Sigala-Gala Tanpa Plang Informasi

Pesta rakyat yang digelar di penghujung acara menjadi bukti nyata bagaimana tradisi mampu menyatukan berbagai lapisan masyarakat dalam satu semangat persaudaraan.

​Sementara itu, Ketua Panitia Tulude 2026, Alfred Salindeho, S.E., M.M. dalam keterangannya menekankan bahwa perayaan tahun ini mengusung tema “Harmony In Diversity”.

Menurut Direktur Utama Perumda Air Minum Dua Sudara Kota Bitung, tema tersebut sangat relevan dengan dinamika Kota Bitung yang multietnis.

Alfred menegaskan bahwa Tulude adalah identitas budaya yang berfungsi sebagai perekat sosial, mengajarkan kebijaksanaan dan kepemimpinan yang berakar kuat pada nilai-nilai tradisi.

​“Tulude bukan sekadar seremoni, melainkan pesan kebudayaan yang hidup. Di tengah keberagaman, nilai-nilai dari Sangihe, Sitaro, dan Talaud hadir untuk mengajarkan kita tentang harmoni. Gelar adat yang diberikan kepada Walikota adalah pengingat bahwa kepemimpinan sejati adalah tentang melayani masyarakat dengan hati dan menjaga banua tetap kokoh,”

Ujar Alfred Salindeho di sela-sela acara.

​Menutup rangkaian kegiatan, Alfred kembali mengingatkan pentingnya memandang perbedaan sebagai kekuatan.

Ia berharap semangat Tulude dapat menginspirasi seluruh elemen warga untuk tetap berdiri teguh pada akar budaya namun tetap terbuka terhadap persatuan.

Melalui sinergi ini, Tulude diharapkan terus menjadi warisan budaya yang inklusif dan lestari bagi generasi mendatang di Kota Bitung. (*-Kiti)

Berita Terkait

Addressing the Geopolitical Crisis Involving the Middle East and Saudi Arabia: Here Is the Official Statement from the King of Morocco
Tim Sepak Bola Kecamatan Kota Juang berhasil Final Piala Bupati Bireuen
Cegah Penyalahgunaan Medsos, Judol dan Pinjol, Propam Polres Bireuen Sidak HP Personel
BREAKING NEWS! APBD Perubahan Raja Ampat Disahkan, Mansur Shadan: Setiap Rupiah Harus Berdampak ke Rakyat
Dibantah Kepala Satpol PP, Endi Tetap Bawa Dugaan Ancaman Wartawan ke Polda PBD”.
UBHARA JAYA RAYAKAN DIES NATALIS KE-31, 497 LULUSAN DILANTIK  
GEGER! Kantor Desa Paya Metah Karang Baru Diduga Numpang di Rumah Pribadi Datok, Dana Sewa Kemana?
Eks GAM Denmark: Aceh Harus Melegalisasi Izin Tambang Emas Rakyat
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 15:41

BREAKING NEWS! APBD Perubahan Raja Ampat Disahkan, Mansur Shadan: Setiap Rupiah Harus Berdampak ke Rakyat

Selasa, 29 September 2026 - 13:57

Dibantah Kepala Satpol PP, Endi Tetap Bawa Dugaan Ancaman Wartawan ke Polda PBD”.

Selasa, 29 September 2026 - 12:20

Job Fair 2026. Lowongan Terbuka, Kompetensi Masih Jadi Soal

Selasa, 29 September 2026 - 11:02

JALAN NASIONAL DESA KUNING I ACEH TENGGARA HANCUR LEBUR BAK KUBANGAN KERBAU, LSM KPK-RI SEMPROT TEGAS KINERJA BPJN

Selasa, 29 September 2026 - 05:22

Selamat datang Peserta Pendidikan dan Pelatihan Laskar Gerindra Kabupaten Simeulue Tahun 2026.

Senin, 28 September 2026 - 16:33

Demi Keselamatan Raja Ampat, Kepala BPBD Ingatkan Warga Hentikan Pembakaran Lahan

Senin, 28 September 2026 - 15:29

BREAKING NEWS: Lonobi Membara, Tim Gabungan Berjibaku di Tebing Terjal

Senin, 28 September 2026 - 12:21

Tiga Aplikasi, Ujian Baru Perizinan

Berita Terbaru