Belasan Miliar Dipertanyakan, Proyek Jalan Simpang Semadam–Lawe Sigala-Gala Tanpa Plang Informasi

- Editor

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:35

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kutacane/Tribuneindonesia.com

Berdasarkan pantauan awak media di lokasi pekerjaan, pelaksanaan Proyek Preservasi Jalan (PJNW) Pekerjaan Jalan Nasional Provinsi Aceh desa Lawe Serke ruas Simpang Semadam–Lawe Sigala-Gala, Kabupaten Aceh Tenggara, menuai sorotan. Proyek yang disebut menelan anggaran belasan miliar rupiah tersebut diduga minim transparansi lantaran tidak terlihat papan informasi proyek di area pekerjaan.

Saat tim media meninjau langsung ke lokasi, aktivitas pengerjaan jalan masih berlangsung dengan sejumlah alat berat beroperasi. Material timbunan dan proses pengaspalan tampak dilakukan di beberapa titik ruas jalan. Namun, papan plang proyek yang seharusnya memuat informasi penting seperti nilai kontrak, sumber anggaran, nama pelaksana, volume pekerjaan, masa pengerjaan, hingga identitas perusahaan pelaksana, tidak terlihat terpasang di sekitar lokasi.

Tidak adanya papan proyek tersebut membuat pihak ketiga atau perusahaan (PT) yang mengerjakan proyek tersebut tidak diketahui secara pasti. Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat maupun awak media terkait siapa pelaksana pekerjaan yang bertanggung jawab atas proyek tersebut.

Padahal, keterbukaan identitas perusahaan pelaksana dinilai sangat penting agar publik dapat mengetahui pihak yang mengerjakan proyek sekaligus memastikan adanya pengawasan terhadap mutu dan kualitas pekerjaan di lapangan.

Salah seorang masyarakat yang melintas di lokasi dan meminta identitasnya tidak disebutkan mengaku heran dengan minimnya informasi pada proyek tersebut.

“Kalau proyek sebesar ini seharusnya jelas siapa yang mengerjakan. Sampai sekarang tidak ada papan proyek, jadi masyarakat tidak tahu PT mana yang mengerjakan. Ini yang jadi tanda tanya bagi kami,” ujarnya kepada media, Minggu (17/05/2026).

Baca Juga:  Ramadhan Berkah, Polres Bireuen Berbagi Takjil Untuk Masyarakat

Ia menambahkan, berdasarkan informasi yang beredar di masyarakat, proyek tersebut disebut menelan anggaran belasan miliar rupiah, namun kondisi pekerjaan di lapangan dinilai perlu mendapat pengawasan ketat.

“Kami dengar anggarannya besar, belasan miliar. Karena itu kualitas pekerjaan harus benar-benar diawasi dan dijamin sesuai standar. Jangan sampai nanti cepat rusak,” tambahnya.

Menurutnya, keberadaan papan proyek sangat penting sebagai bentuk transparansi sekaligus memudahkan masyarakat dan awak media untuk melakukan kontrol sosial terhadap progres maupun kualitas pekerjaan.

“Kalau identitas perusahaan pelaksananya jelas, tentu pengawasan dari masyarakat juga lebih maksimal. Ini demi memastikan hasil pekerjaannya benar-benar berkualitas,” katanya.

Tidak adanya papan informasi proyek dinilai bertentangan dengan prinsip Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, serta ketentuan pengadaan barang dan jasa pemerintah yang mewajibkan setiap pekerjaan konstruksi memasang papan nama proyek di lokasi yang mudah dilihat masyarakat.

Awak media dan masyarakat berharap instansi terkait segera memberikan penjelasan resmi mengenai identitas perusahaan pelaksana, besaran anggaran, progres pekerjaan, serta target penyelesaian proyek tersebut agar pengawasan publik terhadap kualitas pekerjaan dapat berjalan maksimal.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana maupun instansi terkait mengenai tidak terlihatnya papan proyek serta identitas perusahaan yang mengerjakan Proyek Preservasi Jalan Simpang Semadam–Lawe Sigala-Gala Aceh Tenggara tersebut.

Press~abdulgani (gasekk

Berita Terkait

Pemkab Aceh Selatan Percepat Pengusulan Sembilan Wilayah Pertambangan Rakyat Untuk Kepastian Hukum Masyarakat
Wakil Bupati Bireuen Buka Lomba Masak Serba Ikan Tingkat Kabupaten Bireuen
Tak Sekadar Memantau, Polsek Darul Hasanah Dampingi Warga Melintasi Jalur Darurat
DI BALIK KEKAYAAN SUMBER DAYA ALAM: PARADOKS KETERTINGGALAN DAN KETIMPANGAN KEADILAN EKOLOGIS DI DAERAH PERIFERI
Babinsa Posramil Peulimbang Bantu Petani Cabut Bibit Padi, Dukung Percepatan Musim Tanam
Tak Sekadar Bangun Rumah, Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0102/Pidie Hadirkan Kolam Lele untuk Kemandirian Pangan Masyarakat
Minta Transparansi Dana BOS di SDN 2 Biak Muli, LKGSAI Cium Ketidaksesuaian Data dan Honor Non-ASN
Baru Selesai Dikerjakan Proyek Pokir DPRK Kembali Amblas
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:19

​Pelindo Bitung Tekan Potensi Gangguan Kamtibmas Lewat Koordinasi Strategis Bersama Polres

Selasa, 21 Juli 2026 - 10:18

Jejak Kerikil di Balik Kaca Pecah

Senin, 20 Juli 2026 - 05:31

​Peringati Hari Koperasi ke-79, Wali Kota Hengky Honandar Dorong Modernisasi Ekonomi di Bitung

Minggu, 19 Juli 2026 - 10:17

Kilau Benang Emas di Panggung PRSU

Minggu, 19 Juli 2026 - 09:47

Penghormatan Terakhir untuk Khairul Arzani

Minggu, 19 Juli 2026 - 04:21

​Wujud Kepedulian Nyata, Begini Momen Hangat Wali Kota Bitung Saat Membaur di Rumah Duka Warga

Minggu, 19 Juli 2026 - 00:47

Jumat, 17 Juli 2026 - 15:11

Panen Padi, Jawaban Cepat untuk Sawah Ramunia

Berita Terbaru