Bedah Rumah dan Saringan Zakat

- Editor

Senin, 7 September 2026 - 05:16

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TribuneIndonesia.com I Deli Serdang-Atap rapuh, dinding yang tak lagi kokoh, serta kehidupan keluarga berpenghasilan rendah menjadi dasar penyaluran bantuan bedah rumah. Program ini menempatkan data kemiskinan sebagai pintu awal, tetapi kondisi rumah di lapangan menjadi penentu berikutnya.

Pada Sabtu, 5 September 2026, Asri Ludin Tambunan mendatangi Kantor Baznas setempat. Pertemuan itu membahas penyaluran zakat untuk warga miskin melalui perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Asri Ludin meminta dana zakat yang dihimpun dari aparatur sipil negara dan masyarakat tidak berhenti sebagai angka pada laporan. Dana tersebut diarahkan kepada keluarga yang benar-benar membutuhkan, termasuk mereka yang tinggal di rumah dengan kondisi memprihatinkan. Zakat dikelola secara amanah dan disalurkan tepat sasaran sehingga lebih banyak masyarakat yang membutuhkan menerima bantuan,” kata Asri Ludin

Baznas setempat menggunakan data Dinas Sosial sebagai dasar penyaringan calon penerima. Kelompok desil 1 dan 2 mendapat prioritas. Klasifikasi itu mengacu pada tingkat kesejahteraan keluarga, tetapi data administratif tidak selalu identik dengan kondisi yang ditemukan petugas ketika turun ke lapangan.

Ketua Baznas setempat, H Surya, mengatakan verifikasi dilakukan melalui survei. hasil pemeriksaan lapangan dapat mengubah penilaian awal. Keluarga yang tercatat pada desil lebih tinggi masih mungkin memperoleh bantuan apabila kondisi hunian dan kehidupannya memenuhi kriteria.

kami sudah survei ke lokasi penerima berdasarkan data Dinas Sosial. diprioritaskan untuk masyarakat desil 1dan 2. namun, data valid di lapangan tetap ditindaklanjuti, misalnya ada desil 4 yang kondisi rumah dan kehidupannya memang tidak layak,” ujar Surya. Pernyataan itu memperlihatkan satu celah penting. angka kemiskinan pada basis data bukan satu-satunya ukuran. Rumah menjadi salah satu alat pembuktian.

Baca Juga:  Bersatu Mewujudkan Deli Serdang Bersih dan Sehat, Sinergi TNI dan Warga Sugiharjo Sampai Ke Pelosok Desa

Program bedah rumah menyasar Tanjung Morawa, Namorambe, Lubuk Pakam, Patumbak, Pantai Labu, serta Hamparan Perak. Lokasi-lokasi itu menjadi tempat pengujian apakah proses seleksi berbasis data mampu menemukan keluarga yang benar-benar membutuhkan.

ada persoalan lain yang ikut dibawa program tersebut. Pekerjaan fisik rumah melibatkan tenaga lokal. artinya, bantuan tidak berhenti pada bangunan yang diperbaiki, tetapi juga membuka penghasilan bagi warga sekitar.

namun ukuran keberhasilan program tidak cukup dihitung dari jumlah rumah yang selesai diperbaiki. yang lebih menentukan ialah siapa penerimanya, bagaimana proses verifikasi dilakukan, berapa dana yang disalurkan, serta apakah hasil pembangunan sesuai kebutuhan keluarga penerima.

Zakat memiliki sumber dana yang berbeda dari anggaran belanja daerah. Karena itu, proses penyalurannya menuntut pencatatan dan pemeriksaan yang jelas. data calon penerima, hasil survei, nilai bantuan, serta hasil pekerjaan menjadi bagian penting untuk memastikan dana tersebut sampai kepada keluarga yang memenuhi kriteria. Asri Ludin meminta Baznas memperluas jangkauan bantuan. Surya menyatakan proses verifikasi tetap menjadi penyaring utama.

di antara data dan rumah yang nyaris roboh, persoalan sebenarnya terletak pada ketepatan sasaran. Sebab satu keluarga yang terlewat berarti satu rumah yang mungkin tetap dihuni dengan kondisi yang sama, sementara dana zakat terus dikumpulkan dari para pembayar zakat.(Ilham Gondrong)

 

Berita Terkait

Amputasi Andri dan Masa Depan yang Dipertaruhkan
UMKM Center dan Hitungan Omzet Pedagang
Jati Merah dan Tobat Ekologis
Johan Jalla Desak Depo Pertamina dan Pemda Simeulue Responsif Atasi Kelangkaan BBM
Beras Bantuan dan Data Penerima
​Wujudkan Bitung Bebas Sampah, Tim Rompi Hijau Sterilkan Area Depan SPBU Giper
Samsul Pengusaha SPBU Klarifikasi Tentang Pemberitaan Kelangkaan BBM Solar Di Simeulue
Yan Irawansyah Mantan ketua BPC gapensi simeulue dan wakil sekretaris BPD Gapensi Aceh. Minta Pemda dan BUMN Prioritaskan Kontraktor Lokal​
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 06:03

Wakil Bupati Ir. H. Razuardi, M.T. Pimpin Upacara Peringatan Hardikda Aceh ke-67

Senin, 7 September 2026 - 04:14

SKPA di Aceh Diminta Publikasikan Setiap Kegiatan dan Proyek kepada Publik

Senin, 7 September 2026 - 03:51

LEWAT NGOPI KAMTIBMAS, POLSEK GANDAPURA SEBAR PESAN-PESAN KEPOLISIAN DAN TAMPUNG ASPIRASI

Minggu, 6 September 2026 - 18:53

Laka Maut Subuh di Madidir Bitung: Pemotor Meninggal Dunia Usai Tabrak Truk Box Parkir

Minggu, 6 September 2026 - 11:41

Aqila Mirzani Amir,usia 12 Tahun ke Maluku Utara Demi Menggapai Prestasi

Minggu, 6 September 2026 - 06:17

GBI BUDI MURNI RAYAKAN HUT KE-9 DENGAN SUKACITA

Sabtu, 5 September 2026 - 13:29

Dua Tahun Kasus Wartawan Digantung, Suta Widhya: Reformasi Polri Mirip Kerupuk Masuk Angin, Siap Laporkan ke Kadiv Propam Mabes Polri

Sabtu, 5 September 2026 - 11:45

Pelantikan Pengurus dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus meningkatkan pembinaan atlet pencak silat di berbagai daerah.

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

Bedah Rumah dan Saringan Zakat

Senin, 7 Sep 2026 - 05:16