SIMEULUE Tribune Indonesia.com
Mantan Ketua BPC Gapensi Simeulue yang kini menjabat sebagai Wakil Sekretaris BPD Gapensi Aceh, meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Simeulue dan BUMN pelaksana proyek Inpres untuk memprioritaskan penggunaan kontraktor serta vendor lokal dalam setiap proyek pembangunan di Pulau Simeulue. Langkah ini penting agar anggaran pembangunan benar-benar berputar di daerah dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat setempat, bukan malah dinikmati oleh pihak luar. Jumat 4/9/2026
Selama ini, kontraktor lokal terbukti memiliki tanggung jawab penuh terhadap daerahnya. Meski masih menghadapi berbagai keterbatasan, belum pernah ada riwayat kontraktor asli Simeulue yang menelantarkan pekerjaan atau melarikan uang proyek. Hal ini berbeda dengan beberapa kasus penyedia jasa dari luar yang pergi begitu saja saat proyek bermasalah.
Yan Irawansyah juga menyoroti kapasitas tukang lokal yang masih memerlukan pembinaan. Tenaga kerja lokal wajib terus diberi kesempatan dan diberdayakan agar semakin terbiasa mengerjakan proyek dengan standar mutu serta kualitas yang tinggi. Tanpa diberikan kesempatan kerja di negeri sendiri, kompetensi pekerja lokal tidak akan pernah berkembang.
Selain masalah SDM, pelaku usaha konstruksi di Simeulue menghadapi kendala teknis yang cukup berat. Kualitas material lokal kerap belum memenuhi standar, ditambah dengan tingginya ongkos angkut barang ke pulau. Sayangnya, nilai dan harga material di dalam kontrak kerja saat ini dinilai belum mencerminkan keadilan lokasi dan realitas biaya di Simeulue.
Oleh karena itu, Yan Irawansyah Wakil BPD Gapensi Aceh mendesak BUMN agar tidak lagi memaksakan penggunaan vendor dari luar pulau untuk proyek-proyek di Simeulue.
Pemda Simeulue juga diharapkan dapat menyesuaikan standar harga satuan kontrak yang lebih adil dan realistis sesuai kondisi geografis daerah kepulauan.
Pemberdayaan pengusaha lokal bukan sekadar memberi pekerjaan, melainkan investasi jangka panjang untuk kemandirian ekonomi masyarakat Simeulue. Pemda dan BUMN diimbau untuk duduk bersama mencari solusi atas kendala material serta biaya angkut demi terciptanya iklim konstruksi daerah yang sehat dan adil dan memberikan peluang kontraktor lokal untuk maju dan berkembang di daerah nya sendiri
” Fungkas Yance.


























