TribuneIndonesia.com I Deli Serdang-Target eliminasi Tuberkulosis (TB) di Pancur Batu kini diuji lewat angka. Sedikitnya 500 orang menjadi sasaran skrining yang digelar RSUD Pancur Batu di Alun-Alun Kecamatan Pancur Batu, pada Kamis, 4 September 2026. hingga siang, jumlah peserta telah melampaui sasaran. di balik layanan kesehatan gratis itu, ada persoalan yang lebih besar. seberapa jauh kasus TB dapat ditemukan sebelum penyakit tersebut menular lebih luas.
dr H Asri Ludin Tambunan mendorong Pancur Batu menjadi kecamatan pertama di wilayahnya yang berhasil mengeliminasi TB. Target tersebut tidak cukup hanya mengandalkan pelayanan di rumah sakit. Penelusuran kasus harus bergerak sampai puskesmas, desa, bahkan dusun. ini ikhtiar bersama untuk mengeliminasi TB, khususnya di Pancur Batu. Saya berharap Pancur Batu menjadi kecamatan pertama yang berhasil mengeliminasi TB,” kata Asri Ludin
RSUD Pancur Batu dan puskesmas diminta memperkuat skrining serta penelusuran terhadap warga yang memiliki indikasi TB. mereka yang terdeteksi perlu segera memperoleh pemeriksaan lanjutan dan pengobatan.
Persoalan muncul ketika deteksi dini tidak menjangkau warga yang berisiko. Karena itu, desa mempunyai peran penting untuk memastikan pemeriksaan tidak berhenti pada lokasi pelayanan yang mudah dijangkau masyarakat.
Desa yang telah melakukan skrining TB juga didorong terus memberikan edukasi. Kesadaran warga untuk memeriksakan diri menjadi salah satu kunci, terutama karena TB dapat menular melalui udara dan kerap luput dari perhatian pada fase awal.
Pelayanan di Pancur Batu tidak hanya menyasar TB. RSUD menyediakan pemeriksaan IVA, layanan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), donor darah, pelayanan keluarga berencana dan PUSPAGA, serta edukasi kesehatan gigi dan mulut bagi pelajar.
data yang disampaikan Direktur RSUD Pancur Batu, drg Dina Saraswaty, memperlihatkan tingginya kebutuhan layanan. Sasaran skrining dan penelusuran TB sebanyak 500 orang telah terlampaui hingga siang. Pemeriksaan IVA juga mencapai 120 perempuan usia subur, melebihi target 100 orang. Pelayanan lainnya mencatat 111 balita dan 82 ABK.
angka-angka tersebut memperlihatkan satu persoalan penting. akses layanan kesehatan masih menjadi kebutuhan besar bagi warga. Ketika layanan dibawa lebih dekat, jumlah warga yang datang untuk memeriksakan kondisi kesehatan ikut meningkat.
Asri Ludin juga mengingatkan pentingnya kebiasaan hidup sehat sejak usia sekolah. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, kedisiplinan, serta pendidikan mengenai kesehatan gigi dan mulut perlu diterapkan sebagai kebiasaan anak. ia hadir bersama Lom Lom Suwondo, Ketua TP PKK Jelita Asri Ludin Tambunan, serta Staf Ahli I TP PKK Asniar Lom Lom Suwondo. usai menghadiri pelayanan kesehatan, Asri Ludin meninjau sejumlah bagian RSUD Pancur Batu dan menyapa pasien serta tenaga kesehatan.
namun, keberhasilan eliminasi TB tidak dapat diukur dari ramainya pelayanan kesehatan satu hari. ukurannya berada pada kemampuan menemukan kasus, memastikan pasien memperoleh pengobatan, memantau proses penyembuhan, serta mencegah penularan kepada orang lain.(Ilham Gondrong)


























