Jangan Paksa Rakyat Pilihan Kendaraan, Bangunlah Kemandirian dan Pilihan yang Adil

- Editor

Jumat, 14 Agustus 2026 - 07:50

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bekasi/Tribuneindonesia.com

Program pengalihan kendaraan berbahan bakar minyak ke kendaraan listrik diklaim sebagai langkah penghematan energi dan peningkatan investasi. Namun pertanyaan mendasar tetap menggantung: mengapa harus dipaksakan kepada seluruh rakyat?

Indonesia negeri yang kaya raya. Cadangan minyak bumi melimpah, temuan baru di Blok Masela saja diperkirakan mencukupi ratusan tahun ke depan. Mengapa justru anggaran membengkak untuk impor energi dan komponen kendaraan listrik, di saat kemampuan memproduksi baterai sendiri belum berdiri tegak? Artinya ketergantungan impor justru makin besar, bukan berkurang. Jumat 14 Agustus 2026

Pengamat publik Rocky Gerung pernah menegaskan: “Mobil listrik diproduksi dengan batu bara, tetap saja udara kotor.” Ia pun mempertanyakan logika kebijakan tersebut — dari pembangkit listrik hingga infrastruktur pengisian belum memadai, sehingga seluruh kemewahan yang dibayangkan pemerintah, secara realita belum bermanfaat bagi rakyat luas. Rocky Gerung menyindir, kebijakan semacam ini seolah-olah dibuat untuk kepentingan investasi dan pengusaha tertentu, bukan murni demi kebutuhan rakyat. “Jangan paksa rakyat,” pesannya tegas. Rakyat berhak memilih.

Baca Juga:  Xplore Indonesia Luncurkan Antologi Pemikiran Tokoh Nasional, Gaungkan Semangat Kebangsaan di Hari Sumpah Pemuda

Lihatlah tetangga kita: Malaysia dan Singapura. Di sana kendaraan listrik hadir sebagai alternatif, bukan kewajiban. Bahan bakar minyak tetap tersedia. Tidak ada paksaan. Kebijakan tidak membelenggu rakyat, tidak memaksa beralih di saat negeri belum mampu berdiri sendiri memproduksi teknologi utuh.

Pemerintah dan para pejabat, jika yakin kendaraan listrik adalah masa depan — silakan gunakanlah sendiri. Jadikan teladan. Namun jangan memaksakan kehendak kepada seluruh rakyat. Kendaraan listrik seharusnya menjadi pilihan, bukan satu-satunya jalan yang dipaksakan. Jangan sampai kebijakan energi negeri ini justru menjadikan kita pasar bagi produk bangsa lain, sementara kekayaan alam sendiri terabaikan.

Bangunlah kemandirian negeri terlebih dahulu. Barulah rakyat beralih dengan sukarela. Itulah kebijakan yang bijaksana — menghormati hak rakyat memilih, bukan dipaksa oleh kepentingan bisnis dan investor di atas kertas.

Berita Terkait

Nelayan Meosmanggra Temukan Dugaan Bom Ikan di Waigeo Barat, Ketua HMNI Desak Aparat Bertindak
Surat Pembatalan Tugas dr. Laura Belum Dijawab Bupati, Dokter Tetap Layani Pasien Anak
Dari Sampah Menjadi Karya Seni: Miftahussakdan Dorong Kreativitas dan Kesadaran Lingkungan Melalui SavExpo
Surat Pembatalan Penugasan dr. Laura Belum Jelas, Pemkab Raja Ampat Belum Beri Kepastian
Xplore Indonesia Luncurkan Antologi Pemikiran Tokoh Nasional, Gaungkan Semangat Kebangsaan di Hari Sumpah Pemuda
Polemik Penugasan dr. Laura Christanty: Antara Dasar Hukum dan Keberlanjutan Layanan RSUD Waisai
GEGER! Kasus Pemindahan dr. Laura Cristanty,S.p.A.,Jadi Sorotan Nasional, Ribuan Pengguna Instagram Bereaksi
GEGER! DPRK Raja Ampat Kompak Tolak Pemindahan dr. Laura, Bupati Diminta Batalkan Surat Tugas
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 18:24

KAL Patola VIII-27 Dikerahkan dalam Operasi SAR Kapal MT Mika Zain Terbakar di Perairan Bitung

Minggu, 1 November 2026 - 12:15

Destinasi Wisata Kota Batu Kecamatan Simtim Kabupaten Simeulue Dipadati Wisatawan Lokal Saat Hari Reha

Minggu, 1 November 2026 - 10:24

PAJAK KAMI DITAGIH SAMPAI KE LIANG LAHAT, TAPI HAK KORBAN BANJIR DIABAIKAN?” PEPABRI, PENA PUJAKESUMA DAN TAMPERAK SOROT BANTUAN REHAB RUMAH ACEH TAMIANG

Minggu, 1 November 2026 - 06:56

Terpusat di Jakarta Secara Hibrida: Menkum RI Pimpin Penyerahan SK Kewarganegaraan Nasional yang Hubungkan Daerah dan Luar Negeri

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 03:59

Selesaikan Persoalan Tanpa Dokumen, Ratusan Warga Keturunan Filipina di Bitung Jalani Verifikasi Faktual Terakhir

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 00:57

Antisipasi Kemacetan Nataru 2027, IWO Bali Minta Komisi III DPRD Bali Perjuangkan Perbaikan Jalur Gilimanuk

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:40

Rumah Hampir Rampung, PBG di Percut Sei Tuan Dipertanyakan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:49

Tragedi Kebakaran Melanda Rumah Makan Rusni di Jantung Kota Bitung

Berita Terbaru