Resmi Disumpah sebagai Advokat, Dedi Kurniawan Memulai Perjalanan Membela Keadilan

- Editor

Kamis, 13 Agustus 2026 - 11:34

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TribuneIndonesia.Com I Ruang sidang Pengadilan Tinggi Medan pada 12 Agustus 2026 menjadi titik penting bagi Dedi Kurniawan, S.H., M.H. Hari itu, putra Labuhanbatu Raya tersebut mengucapkan sumpah/janji sebagai advokat.

di balik toga dan sumpah profesi, ada tanggung jawab yang tidak ringan. Gelar advokat membawa Dedi memasuki wilayah pekerjaan yang berhadapan langsung dengan konflik, hak warga, kepentingan hukum, dan keputusan-keputusan yang dapat menentukan nasib seseorang.

Dedi menempuh proses profesi advokat melalui Organisasi Advokat PERADAN. Sebelum sampai ke ruang pengucapan sumpah, ia lebih dulu menyelesaikan pendidikan hukum hingga jenjang Magister Hukum di Universitas Islam Sumatera Utara (UISU).

Perjalanan akademik itu menjadi modal awal. Namun dunia advokat tidak berhenti pada ijazah. di ruang praktik, kemampuan membaca persoalan, menyusun argumentasi, memahami posisi klien, sekaligus menjaga batas-batas etika profesi akan menjadi ukuran yang sesungguhnya.

Dedi tumbuh sebagai putra Labuhanbatu Raya. Latar belakang tersebut menjadi bagian dari perjalanan yang membawanya ke dunia profesi hukum di Sumatera Utara.

Ia dikenal memiliki kemampuan komunikasi yang cukup kuat. Sifat terbuka dan mudah berinteraksi dengan berbagai kalangan menjadi modal ketika berhadapan dengan masyarakat yang datang membawa persoalan hukum.Tetapi perkara hukum tidak selalu datang dalam bentuk dokumen dan pasal.

di balik sebuah laporan pidana ada orang yang merasa dirugikan. di balik sengketa perdata ada harta, keluarga, atau hubungan bisnis yang dipertaruhkan. di balik perkara lain bisa terdapat seseorang yang sedang mempertaruhkan kebebasan, pekerjaan, bahkan masa depannya.di titik itulah pekerjaan advokat memperoleh maknanya.

Seorang advokat dituntut bukan hanya memahami konstruksi hukum, melainkan mampu membaca persoalan manusia yang berada di balik perkara.Pengucapan sumpah di Pengadilan Tinggi Medan bukan garis akhir perjalanan Dedi. Justru dari sinilah pekerjaan sebenarnya dimulai.

Profesi advokat memberi ruang untuk mendampingi dan membela kepentingan hukum masyarakat. namun ruang tersebut sekaligus menempatkan advokat pada tuntutan profesionalitas, independensi, integritas, kecermatan, serta kepatuhan terhadap kode etik.

Karena itu, reputasi seorang advokat tidak dibentuk oleh gelar yang melekat di depan nama.Reputasi dibangun dari perkara demi perkara.dari cara menangani klien. dari ketepatan membaca hukum. dari keberanian menyampaikan pendapat. dari kemampuan menjaga rahasia. dan dari kesanggupan mempertahankan kepentingan hukum klien tanpa keluar dari koridor hukum.Dedi kini berada pada tahap awal untuk membuktikan semua itu.

Baca Juga:  Dugaan Korupsi Proyek AMI PLN Rp5 Triliun, Relawan Desak KPK dan Kejagung Lakukan Penyelidikan

Dunia hukum terus berubah. Persoalan yang dihadapi masyarakat semakin beragam, sementara akses terhadap bantuan hukum dan pemahaman mengenai hak-hak hukum masih menjadi persoalan di banyak tempat.Kehadiran advokat muda membuka harapan sekaligus menghadirkan tuntutan.

harapan muncul karena generasi baru membawa energi, perspektif, serta cara komunikasi yang lebih dekat dengan perubahan zaman. Tuntutannya sederhana tetapi berat. jangan sampai idealisme berhenti setelah sumpah diucapkan.Dedi menyatakan visi advokasinya bertumpu pada gagasan keadilan untuk semua.

Gagasan itu akan memperoleh arti ketika diterjemahkan ke dalam pekerjaan yang  nyata.memberikan pendampingan yang profesional, memperjuangkan hak orang yang didampingi, serta menyampaikan argumentasi hukum berdasarkan fakta dan aturan yang berlaku.

ada kecenderungan melihat profesi advokat dari sisi gelar dan penampilan. Padahal, pekerjaan ini memiliki sisi lain yang jauh lebih berat.Advokat berhadapan dengan hukum sekaligus manusia.

Kesalahan membaca perkara dapat berakibat panjang. Salah mengambil langkah dapat merugikan klien. Sementara keberpihakan yang berlebihan dapat mengaburkan batas antara membela kepentingan hukum dengan mengabaikan etika profesi.

Karena itu, gelar Advokat Dedi Kurniawan, S.H., M.H. bukan mahkota. Ia lebih tepat dibaca sebagai tanda dimulainya sebuah kewajiban.

kewajiban menjaga kehormatan profesi, Kewajiban mempertahankan independensi,Kewajiban bekerja berdasarkan hukum,dan kewajiban memahami bahwa setiap perkara memiliki manusia yang sedang mempertaruhkan sesuatu.dari Labuhanbatu Raya, Dedi Kurniawan kini memasuki panggung profesi hukum di Sumatera Utara.

Pendidikan Magister Hukum, pengalaman yang telah dilalui, kemampuan berkomunikasi, dan semangat belajar menjadi bekalnya. Selebihnya akan ditentukan oleh perjalanan profesional yang akan ia jalani.

Sebab dalam dunia advokat, sumpah hanya diucapkan sekali. Tetapi tanggung jawab di balik sumpah itu harus dijalankan setiap hari.Pada 12 Agustus 2026, Dedi resmi menyandang profesi advokat.

Besok dan hari-hari berikutnya, masyarakat akan menilai sejauh mana sumpah tersebut menjelma menjadi kerja.Advokat muda, energi baru. Berilmu, berintegritas, dan berdiri untuk keadilan.(Ilham Gondrong)

Berita Terkait

Nelayan Meosmanggra Temukan Dugaan Bom Ikan di Waigeo Barat, Ketua HMNI Desak Aparat Bertindak
Setahun Kasus Kecelakaan Laut Tewaskan Dua Orang di Muna Tak Jelas, Kuasa Hukum Soroti Kinerja Penyidik Polres
Surat Pembatalan Tugas dr. Laura Belum Dijawab Bupati, Dokter Tetap Layani Pasien Anak
Surat Pembatalan Penugasan dr. Laura Belum Jelas, Pemkab Raja Ampat Belum Beri Kepastian
Polemik Penugasan dr. Laura Christanty: Antara Dasar Hukum dan Keberlanjutan Layanan RSUD Waisai
GEGER! Kasus Pemindahan dr. Laura Cristanty,S.p.A.,Jadi Sorotan Nasional, Ribuan Pengguna Instagram Bereaksi
Layani Klien Internasional dalam Tiga Bahasa Asing, PW Law Firm Medan Terpilih Menerima Asia Best Choice Award 2026
DPRK Raja Ampat dan TAPD Ikuti Bimtek APBD 2027, Ketua Taufik Sarasa Tekankan Pemahaman Regulasi
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 04:08

Diduga Dipicu Dendam Pribadi dan Oknum PPPK, Aksi GPM di CV Menara Biru Bakal Dihadang Massa BPPKB Banten

Minggu, 1 November 2026 - 03:03

Polsek Peusangan Intensifkan Patroli dan Sosialisasi Maklumat Kapolda Aceh Mencegah Karhutla

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 05:34

Brigjen TNI Kohir Raih Star Iconic Awards 2026 

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 03:33

Proyek P3-TGAI Desa Salang Alas Diduga Asal Jadi dan Diperjualbelikan, Polres Agara Didesak Turun Tangan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 02:02

Mencetak Generasi Holistik di Kota Santri, LATANSA Boarding School Bireuen Resmi Hadirkan Konsep Pendidikan Berbasis 5 Pilar Utama

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:59

Bireuen Darurat Judol & Narkoba: Kapolres AKBP Yulhendri Tabuh Genderang Perang!

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:29

PT Jasa Raharja (Persero) Kantor Wilayah Utama DKI Jakarta Dukung Operasi Patuh Jaya 2026, Perkuat Sinergi Wujudkan Lalu Lintas Berkeselamatan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:27

PT Jasa Raharja (Persero) Kantor Wilayah Utama DKI Jakarta Berkolaborasi dalam menangani Kemacetan dan Keselamatan Lalu Lintas Bersama Stakeholders

Berita Terbaru

Sosial

Brigjen TNI Kohir Raih Star Iconic Awards 2026 

Sabtu, 31 Okt 2026 - 05:34