BIREUEN/Tribuneindonesia.com
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Aceh menggelar kegiatan Pendidikan dan Peningkatan Pemahaman Etika dan Budaya dalam Berpolitik dengan mengusung tema “Peran Strategis Kebijakan Politik Daerah dalam Menjaga Stabilitas dan Pembangunan” di Hotel Bireuen Jaya, Kabupaten Bireuen, Rabu (29/07/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Aceh melalui Kesbangpol untuk meningkatkan literasi politik masyarakat, memperkuat budaya demokrasi yang sehat, serta membangun kesadaran kolektif dalam menjaga stabilitas politik dan pembangunan daerah. Program ini didukung melalui DPA-SKPA Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Aceh Tahun Anggaran 2026.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Badan Kesbangpol Aceh, Dr. Munawar, M.A. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pendidikan politik harus mampu melahirkan masyarakat yang cerdas, dewasa, dan berintegritas dalam menjalankan kehidupan demokrasi.
Menurutnya, politik tidak hanya berbicara tentang perebutan kekuasaan, tetapi juga tentang bagaimana membangun peradaban melalui etika, akhlak, serta tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
“Mari kita berpolitik dengan mengedepankan etika, akhlak yang mulia, saling menghargai perbedaan, serta menjaga persatuan. Di era digital saat ini, masyarakat juga harus bijak dalam menerima maupun menyebarkan informasi. Jangan mudah percaya terhadap berita yang belum jelas kebenarannya dan hindari penyebaran hoaks yang dapat memecah belah persaudaraan,” tegas Dr. Munawar.
TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan literasi digital sehingga mampu menjadi pengguna media sosial yang cerdas, bertanggung jawab, dan berkontribusi menciptakan ruang informasi yang sehat, damai, serta produktif.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 100 peserta yang berasal dari berbagai unsur, di antaranya perwakilan partai politik nasional dan partai politik lokal, Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Bireuen, Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kabupaten Bireuen, Panitia Pengawas Pemilihan (Panwas) Kabupaten Bireuen, mahasiswa dari Universitas Almuslim (Umuslim), Universitas Islam Aceh (UIA) Bireuen, Universitas Ummah, mahasiwa Universitas Kebangsaan Negeri Bireuen UNIKI, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), tokoh masyarakat, pelajar SLTA sederajat, serta sejumlah organisasi dan lembaga kemasyarakatan lainnya.
Dalam forum tersebut, peserta mendapatkan pembekalan dari tiga narasumber, yakni Kepala Badan Kesbangpol Aceh Dr. Munawar, M.A. yang menyampaikan materi “Peran Pemerintah Aceh dalam Pembinaan Politik”, Ketua KIP Kabupaten Bireuen Saiful Hadi dengan materi “Perkembangan Sistem Ketatanegaraan dan Tata Kelola Pemilu, Pilkada”, serta Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Bireuen Dr. Mukhtaruddin, S.H., M.H. yang membawakan materi “Pembinaan Politik dalam Rangka Mendukung Pembangunan di Kabupaten Bireuen.”
Seluruh materi disampaikan secara interaktif dan dilanjutkan dengan sesi diskusi serta tanya jawab, sehingga peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai etika politik, sistem demokrasi, tata kelola kepemiluan, hingga pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kondusivitas daerah.
Melalui kegiatan ini, Kesbangpol Aceh berharap pendidikan politik tidak hanya meningkatkan pengetahuan masyarakat, tetapi juga mampu membentuk budaya politik yang santun, demokratis, beretika, berakhlak, serta memperkuat daya tangkal masyarakat terhadap penyebaran informasi palsu. Dengan demikian, stabilitas daerah dapat terus terjaga sebagai fondasi utama dalam mendukung pembangunan Aceh yang maju, damai, dan berkelanjutan, khususnya di Kabupaten Bireuen.


















