Dana Stimulan Banjir Menggerakkan Ekonomi Langsa, Daya Beli Warga Mulai Pulih

- Editor

Kamis, 25 Juni 2026 - 02:21

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Langsa | TribuneIndonesia.com – Pencairan dana stimulan bagi korban dan masyarakat terdampak banjir oleh Pemerintah Kota Langsa dinilai tidak hanya membantu meringankan beban masyarakat, tetapi juga mulai memberikan dampak positif terhadap roda perekonomian di daerah tersebut. Perputaran uang di sejumlah sektor usaha terlihat meningkat seiring masyarakat mulai membelanjakan bantuan yang diterima untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Ketua Persatuan Wartawan Kota Langsa (PERWAL), Chaidir Toweren, menilai pencairan dana stimulan tersebut menjadi suntikan ekonomi yang cukup signifikan bagi masyarakat pascabanjir.

“Daya beli masyarakat mulai meningkat. Kita bisa melihat aktivitas di pasar tradisional, toko bangunan, toko perabot rumah tangga hingga pelaku UMKM mulai kembali bergeliat. Dana yang disalurkan pemerintah ternyata bukan hanya membantu korban, tetapi juga menghidupkan kembali perputaran ekonomi lokal,” ujar Chaidir.

Menurutnya, bencana banjir sebelumnya membuat banyak warga kehilangan perabot rumah tangga, mengalami kerusakan tempat tinggal, bahkan kehilangan sebagian mata pencaharian. Kondisi tersebut menyebabkan masyarakat menahan pengeluaran karena keterbatasan ekonomi.

Namun setelah bantuan mulai dicairkan, masyarakat kembali membeli kebutuhan pokok, perabot rumah tangga, material bangunan hingga perlengkapan lainnya. Dampaknya mulai dirasakan oleh para pedagang yang sebelumnya mengeluhkan lesunya transaksi.

“Efek berganda (multiplier effect) mulai terlihat. Ketika masyarakat memiliki uang, maka mereka akan berbelanja. Pedagang memperoleh keuntungan, distributor kembali bergerak, dan ekonomi daerah ikut berputar. Ini menjadi bukti bahwa bantuan sosial yang disalurkan secara tepat sasaran mampu menggerakkan ekonomi masyarakat,” katanya.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Langsa juga memberikan kepastian kepada masyarakat yang hingga kini belum menerima bantuan. Pemerintah menyampaikan bahwa warga yang memenuhi persyaratan namun belum terakomodasi akan diupayakan masuk dalam pencairan tahap ketiga. Pernyataan tersebut diharapkan mampu memberikan kepastian sekaligus mengurangi keresahan masyarakat yang masih menunggu realisasi bantuan.

Baca Juga:  Bau Busuk Anggaran Kesehatan Aceh Tenggara? Saidul LKGSAI Tantang Audit Total Puluhan Miliar!

Meski demikian, Chaidir mengingatkan agar proses pendataan dan penyaluran pada tahap berikutnya dilakukan secara transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik pilih kasih. Menurutnya, keadilan dalam penyaluran bantuan merupakan kunci untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah.

“Jangan sampai muncul persepsi adanya warga yang layak justru terlewat, sementara yang tidak memenuhi kriteria menerima bantuan. Pemerintah harus memastikan seluruh proses dilakukan secara terbuka agar tidak menimbulkan polemik baru di tengah masyarakat,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Langsa yang tetap berkomitmen melanjutkan penyaluran bantuan bagi warga yang belum menerima haknya. Langkah tersebut dinilai menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi pascabencana.

Ke depan, masyarakat berharap proses pencairan tahap ketiga dapat segera direalisasikan sehingga seluruh korban dan warga terdampak banjir memperoleh hak yang sama. Dengan demikian, pemulihan ekonomi dapat berlangsung lebih cepat, usaha-usaha kecil kembali tumbuh, dan aktivitas perdagangan di Kota Langsa semakin menggeliat.

Pencairan dana stimulan ini menjadi bukti bahwa bantuan pemerintah bukan sekadar bentuk kepedulian terhadap korban bencana, tetapi juga instrumen strategis untuk menggerakkan ekonomi daerah. Ketika bantuan tersalurkan tepat sasaran dan tepat waktu, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh penerima, melainkan juga oleh pelaku usaha dan masyarakat secara luas. Pemerintah kini ditantang untuk memastikan tahap ketiga berjalan lebih cepat, lebih tepat, dan lebih transparan agar proses pemulihan Kota Langsa semakin kuat dan merata. (I)

Berita Terkait

​Atasi Warga Undocumented Person, Wali Kota Hengky Honandar Resmi Teken Kerja Sama Lintas Instansi
Ketua Asrama Raja Ampat di Manado Desak Dinas Pendidikan Segera Bayar Kontrak Asrama
​Kasal Pimpin Gerakan “Aku Cinta Laut”, TNI AL Manado Bagikan Sembako untuk Nelayan Megamas
Johan Jalla Desak Depo Pertamina dan Pemda Simeulue Responsif Atasi Kelangkaan BBM
Samsul Pengusaha SPBU Klarifikasi Tentang Pemberitaan Kelangkaan BBM Solar Di Simeulue
Yan Irawansyah Mantan ketua BPC gapensi simeulue dan wakil sekretaris BPD Gapensi Aceh. Minta Pemda dan BUMN Prioritaskan Kontraktor Lokal​
Pilkades Gunung Bakti Bersengketa, Pemerintah Didesak Tegakkan Ketentuan Hukum Tanpa Tebang Pilih
Pemegang Saham Pengendali pimpin RUPSLB Bank Aceh
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 03:31

Selamat Hari Kemerdekaan ke-81 Bangsa Indonesia

Senin, 17 Agustus 2026 - 01:35

Mengapa Bangsa Ini Tidak Maju?

Senin, 17 Agustus 2026 - 01:20

Pemimpin yang Membangun, Pemimpin yang Menghancurkan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:04

Kemerdekaan yang Tak Selesai di Atas Kertas

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 03:11

Jangan Jadi Pemimpin Ambisius — Peradaban Bangsa Dibangun oleh Guru

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 01:51

Maju ke Listrik, Tetapi Jangan Hilangkan Minyak Sebelum Siap

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 01:49

Janji Manis Tanpa Bukti — Kesejahteraan Guru yang Selalu Ditunda

Jumat, 14 Agustus 2026 - 16:18

Transisi Energi: Yang Listrik Silakan, Yang Minyak Tetap Berjalan

Berita Terbaru

Perusahaan, Perkebunan dan Peternakan

Dari Jalan hingga Air Bersih, Hutama Karya Percepat Pemulihan Aceh Pascabencana

Selasa, 8 Sep 2026 - 04:09

Pemerintahan dan Berita Daerah

Dapur Gizi dan Perburuan Pangan Lokal

Selasa, 8 Sep 2026 - 01:00