Bitung | Tribuneindonesia.com – Komitmen mewujudkan operasional pelabuhan yang aman dan andal kembali ditegaskan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Bitung.
Langkah nyata ini diwujudkan melalui gelaran Apel Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang berlangsung di area Pelabuhan Bitung pada Senin (7/9).
Seluruh insan pelabuhan yang hadir memanfaatkan momentum tersebut untuk menyatukan tekad dalam memperkuat budaya keselamatan.
Penguatan K3 ini ditujukan untuk memitigasi risiko kecelakaan kerja di tengah tingginya dinamika aktivitas bongkar muat dan pelayanan jasa maritim di wilayah Bitung.
Manajemen Pelindo Bitung James David Hukom menekankan lima pilar utama yang wajib dipatuhi oleh setiap pekerja tanpa terkecuali.
Prosedur standar tersebut meliputi kewajiban penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) secara lengkap, pemeriksaan berkala terhadap kondisi alat kerja, pelaporan cepat atas potensi bahaya, kepatuhan penuh pada Standard Operating Procedure (SPO), serta saling peduli antar rekan kerja.
Disiplin yang ketat dan konsistensi penuh dalam menerapkan K3 menjadi kunci utama manajemen untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, produktif, dan terpercaya.
Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan performa operasional sekaligus memberikan kualitas pelayanan terbaik bagi masyarakat dan para pengguna jasa pelabuhan.
Melalui penerapan standar keselamatan yang mantap, Pelindo Bitung optimistis mampu menekan angka kecelakaan kerja hingga titik nol (zero accident).
Lingkungan kerja yang kondusif dipastikan membawa dampak langsung pada kelancaran arus logistik nasional di kawasan Indonesia Timur.
Rangkaian kegiatan apel ini diakhiri dengan penegasan kembali pesan utama yang menjadi pegangan seluruh pekerja.
Slogan “Bekerja Aman, Pulang dengan Selamat” disepakati bukan sekadar jargon, melainkan misi bersama yang harus diwujudkan dalam setiap denyut aktivitas operasional di Pelabuhan Bitung. (kiti)




















