GEMUKA Balik Sorot Pemerintah Soal Video Emak-Emak Joget di Kantor Bupati: Satpol PP dan WH Kemana?

- Editor

Selasa, 9 Juni 2026 - 12:10

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh SSingkil | tribuneindonesia.com  Viral di media sosial, video yang memperlihatkan sejumlah emak-emak berjoget di teras Kantor Bupati Aceh Singkil saat aksi demonstrasi menuai beragam reaksi publik. Namun di tengah derasnya kritik terhadap peserta aksi, Gerakan Masyarakat Kemukiman Pemuka (GEMUKA) justru mempertanyakan peran pemerintah dan aparat yang berada di lokasi saat kejadian berlangsung.

Koordinator Lapangan GEMUKA, Buyung Sanang, membenarkan video tersebut merupakan bagian dari suasana aksi penyampaian aspirasi masyarakat korban banjir dan tanah longsor yang berlangsung pada Senin, 8 Juni 2026.

Menurut Buyung, peristiwa itu terjadi saat massa menunggu kepastian penandatanganan surat pernyataan oleh Bupati Aceh Singkil terkait tuntutan masyarakat yang selama ini menanti realisasi bantuan pasca-bencana.

“Yang harus dipahami, masyarakat datang bukan untuk berjoget. Mereka datang membawa harapan dan tuntutan yang menyangkut nasib korban banjir dan tanah longsor. Namun mereka harus menunggu berjam-jam tanpa kepastian yang jelas,” ujar Buyung, Selasa (09/06/2026).

Ia menilai ramainya perdebatan mengenai aksi joget tersebut justru berpotensi mengalihkan perhatian publik dari persoalan utama yang sedang diperjuangkan masyarakat.

“Jangan sampai perhatian publik hanya tertuju pada video yang viral, sementara penderitaan korban banjir yang menjadi alasan utama aksi ini justru terlupakan. Itu yang seharusnya menjadi fokus bersama,” katanya.

Buyung juga menyoroti fakta bahwa saat kejadian berlangsung, lokasi tidak hanya diisi oleh peserta aksi. Sejumlah pejabat daerah, ASN, personel Satpol PP, Wilayatul Hisbah (WH), hingga staf Kantor Bupati juga berada di sekitar lokasi dan menyaksikan langsung peristiwa tersebut.

Baca Juga:  MPC Pemuda Pancasila Aceh Tamiang Kecam Pengalihan Empat Pulau Aset Aceh: "Pengkhianatan terhadap Pancasila"

“Kalau memang dianggap tidak pantas atau mencederai marwah daerah, pertanyaannya sederhana. Saat itu Satpol PP di mana? WH di mana? Pejabat pemerintah juga ada di lokasi. Mengapa tidak ada upaya pencegahan atau pembinaan saat kejadian berlangsung?” tegasnya.

Menurutnya, penyelenggara aksi tidak bisa serta-merta mengambil tindakan keras terhadap peserta karena berisiko memicu gesekan yang dapat mengganggu jalannya demonstrasi.

“Kami memilih menjaga situasi tetap kondusif. Jangan sampai tindakan yang salah justru memicu keributan yang lebih besar,” jelas Buyung.

Terkait kritik yang disampaikan berbagai pihak, termasuk pandangan dari unsur ulama dan tokoh masyarakat, Buyung menyatakan pihaknya menghormati semua masukan tersebut. Namun ia berharap masyarakat juga melihat persoalan secara menyeluruh.

“Peristiwa ini adalah cerminan bahwa masyarakat sedang lelah menunggu. Aceh Singkil saat ini sedang tidak baik-baik saja. Banyak warga korban bencana yang masih menanti kepastian bantuan dan penyelesaian berbagai persoalan yang dijanjikan pemerintah,” ujarnya.

Buyung menegaskan bahwa sejak awal tujuan aksi adalah memperjuangkan hak-hak masyarakat terdampak banjir dan tanah longsor, bukan untuk menciptakan kontroversi.

“Yang seharusnya menjadi perhatian bersama adalah bagaimana nasib korban banjir hari ini. Jangan sampai satu video viral menutupi substansi perjuangan masyarakat yang sedang menuntut haknya,” tutupnya.[]

Berita Terkait

Harga Bahan Pokok Terus Meroket, Warga Keluhkan Dampak MBG dan Minta Pemerintah Evaluasi
Diduga Diwarnai Kecurangan, Warga Sidoharjo I Jati Baru Geruduk Kantor Camat Pagar Merbau Tuntut Evaluasi Hasil Pilkades
Viral dan Dinilai Memalukan! Puluhan Emak-Emak Joget DJ Saat Demo di Kantor Bupati Aceh Singkil, Tuai Kritik Keras Publik
Ruslan Mantapkan Niat Maju sebagai Calon Kepala Kampong Dah, Usung Semangat Siap Melayani, Bukan Dilayani
Piagam Batu Bara Digulirkan, Lapas Labuhan Ruku Didesak Direformasi Total
Demi Masyarakat Sehat, Brimob Aceh Gelar Program Indonesia ASRI di GOR Kota Subulussalam
Makin Dekat Kenakan Bintang Perwira, 11 Calon Taruna-Taruni Akpol Aceh Raih Hasil Gemilang
Chaidir Toweren Serahkan Pimpinan PJS Aceh kepada M. Isa Alima
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:12

Harga Bahan Pokok Terus Meroket, Warga Keluhkan Dampak MBG dan Minta Pemerintah Evaluasi

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:56

Diduga Diwarnai Kecurangan, Warga Sidoharjo I Jati Baru Geruduk Kantor Camat Pagar Merbau Tuntut Evaluasi Hasil Pilkades

Selasa, 9 Juni 2026 - 07:05

Viral dan Dinilai Memalukan! Puluhan Emak-Emak Joget DJ Saat Demo di Kantor Bupati Aceh Singkil, Tuai Kritik Keras Publik

Selasa, 9 Juni 2026 - 06:33

Ruslan Mantapkan Niat Maju sebagai Calon Kepala Kampong Dah, Usung Semangat Siap Melayani, Bukan Dilayani

Minggu, 7 Juni 2026 - 11:26

Piagam Batu Bara Digulirkan, Lapas Labuhan Ruku Didesak Direformasi Total

Minggu, 7 Juni 2026 - 06:05

Demi Masyarakat Sehat, Brimob Aceh Gelar Program Indonesia ASRI di GOR Kota Subulussalam

Minggu, 7 Juni 2026 - 04:55

Makin Dekat Kenakan Bintang Perwira, 11 Calon Taruna-Taruni Akpol Aceh Raih Hasil Gemilang

Sabtu, 6 Juni 2026 - 17:29

Chaidir Toweren Serahkan Pimpinan PJS Aceh kepada M. Isa Alima

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

Deli Serdang Pacu Sensus Ekonomi 2026

Selasa, 9 Jun 2026 - 14:34