Arief Martha Rahadyan: Sektor Pariwisata Dapat Menjadi Motor Penguatan Ekonomi Indonesia

- Editor

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:14

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA/Tribuneindonesia.com

Di tengah dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, sektor pariwisata dinilai menjadi tumpuan yang krusial bagi Indonesia. Pengamat Ekonomi dan Pariwisata Arief Martha Rahadyan, menegaskan bahwa pariwisata harus diposisikan sebagai strategi utama untuk menjaga resiliensi ekonomi nasional.

Menurut Arief, ketika rupiah melemah, Indonesia membutuhkan sektor riil yang mampu menghasilkan devisa dengan cepat dan berkelanjutan.

“Pariwisata adalah jawaban paling rasional. Pelemahan nilai tukar rupiah sebenarnya bukan sekadar tantangan, melainkan peluang besar untuk menarik lebih banyak wisatawan mancanegara. Dengan kurs yang lebih kompetitif, biaya berwisata di Indonesia menjadi jauh lebih menarik dibandingkan negara negara pesaing di Asia,” ujar Arief.

Strategi Akselerasi Pariwisata sebagai Mesin Devisa

Untuk menjadikan pariwisata sebagai motor penggerak ekonomi yang tangguh, Arief memaparkan lima langkah strategis yang harus segera diimplementasikan oleh pemerintah:

Agresivitas Promosi Digital: Pemerintah perlu memperluas jangkauan promosi internasional ke negara negara dengan potensi pasar besar seperti India, kawasan Timur Tengah, Tiongkok, Eropa, dan Australia melalui pendekatan pemasaran digital yang lebih modern dan terintegrasi.

Optimalisasi Konektivitas: Aksesibilitas menjadi kunci. Pemerintah harus fokus menambah frekuensi penerbangan langsung (direct flight) menuju destinasi wisata unggulan agar wisatawan mancanegara dapat menjangkau daerah tujuan dengan lebih mudah dan efisien.

Fokus pada Wisata Kualitas: Pergeseran tren wisatawan global saat ini mengarah pada pengalaman premium. Fokus pengembangan harus diarahkan pada wisata budaya, ekowisata, wisata kesehatan (wellness tourism), hingga sport tourism, daripada hanya sekadar wisata massal.

Pemberdayaan UMKM Lokal: Manfaat ekonomi pariwisata harus dirasakan langsung oleh masyarakat akar rumput. Penguatan UMKM di sektor kuliner, penginapan rakyat (homestay), serta produk ekonomi kreatif daerah harus menjadi prioritas agar tercipta dampak berganda (multiplier effect) bagi ekonomi domestik.

Menjamin Keamanan dan Kenyamanan: Persepsi internasional mengenai stabilitas keamanan adalah faktor penentu utama. Keamanan destinasi harus terus dijaga guna meningkatkan kepercayaan wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Indonesia.

Momentum Kebangkitan Ekonomi

Arief optimistis bahwa jika kelima strategi tersebut dijalankan secara serius dan konsisten, sektor pariwisata tidak hanya akan menjadi penyumbang devisa yang signifikan, tetapi juga mampu meredam tekanan terhadap rupiah.

“Jika dikelola dengan tepat, pariwisata akan menjadi ‘mesin devisa’ baru yang memperkuat fondasi ekonomi nasional, menjaga stabilitas nilai tukar, dan sekaligus membuka lapangan kerja luas bagi masyarakat,” pungkasnya.

Dengan sinergi antara pemerintah dan para pelaku industri, sektor pariwisata diharapkan mampu menjadi benteng pertahanan Indonesia dalam menghadapi fluktuasi ekonomi global di masa depan.

Baca Juga:  Penanaman Distan Agara Dipertanyakan.Jagung 3sak dengan Biaya Perawatan senilai 25 JT per KK

Berita Terkait

Wali Kota Langsa Buka Langsa Expo 2026, Dorong Kebangkitan UMKM dan Ekonomi Kreatif
Kapolres Bitung Imbau Warga Terdampak Tol Tak Blokir Jalan: Silakan Aspirasi, Tetap Taat Hukum
Dukung Program Ketahanan Pangan, Rutan Cipinang Dorong Kemandirian Warga Binaan melalui Produksi Tempe
KRI SRIWIJAYA RESMI PERKUAT ARMADA TNI AL, PANGKORMAR HADIRI PERESMIAN KAPAL INDUK PERTAMA INDONESIA
Jum’at Berkah Berbagi Bersama BRI Pondok Gede
Kasus Dugaan Pencabulan Dinilai Jalan di Tempat, Keluarga Korban Minta Atensi Kapolresta Deli Serdang
Menjaga Marwah Jurnalisme: Mengembalikan Fakta di Atas Dominasi Narasi
Pemda Raja Ampat Bayar Tiga Asrama Mahasiswa di Manado, Jogja dan Manokwari
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 22:04

Jamin Pendataan Menyeluruh, BPS Bitung Sisir Ulang Sensus Ekonomi 2026 di Girian Permai

Jumat, 25 September 2026 - 13:58

Perjelas Status Hukum Warga dan Aset Daerah, Bitung Bagikan Sertifikat PTSL

Jumat, 25 September 2026 - 07:29

Pemda Raja Ampat Bayar Tiga Asrama Mahasiswa di Manado, Jogja dan Manokwari

Jumat, 25 September 2026 - 06:22

21,6 Ton Beras Digelontorkan ke Waisai, 720 Warga Masuk Daftar Penerima

Jumat, 25 September 2026 - 03:26

Gedung Baru SMP Kavri Diresmikan, Asri Ludin Tambunan Dorong Kesetaraan Pendidikan

Kamis, 24 September 2026 - 15:17

APBD Perubahan Maybrat di Depan Mata, Yongki Kosamah Ajak Masyarakat Kawal Anggaran dari Hulu hingga Hilir

Kamis, 24 September 2026 - 14:40

Alun-Alun Talun Kenas Mulai Dibangun, Diharapkan Jadi Ruang Publik dan Penggerak UMKM

Kamis, 24 September 2026 - 11:52

Ancaman TPPO Makin Nyata, Wali Kota Bitung Minta Semua Pihak Bergerak Cegah Korban Baru

Berita Terbaru

Petugas BPS saat melakukan Kunjungan Kerumah Warga di wilayah Girian Permai.  (ft. talia)

Pemerintahan dan Berita Daerah

Jamin Pendataan Menyeluruh, BPS Bitung Sisir Ulang Sensus Ekonomi 2026 di Girian Permai

Jumat, 25 Sep 2026 - 22:04

‎Walikota Hengky Honandar, S.E, Sast membagikan Sertifikat kepada warga.  (Dok. Istimewa)

Pemerintahan dan Berita Daerah

Perjelas Status Hukum Warga dan Aset Daerah, Bitung Bagikan Sertifikat PTSL

Jumat, 25 Sep 2026 - 13:58