RAJA AMPAT, TRIBUNEINDONESIA.COM — Pemerintah Kabupaten Raja Ampat melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan memastikan pembayaran biaya tiga asrama mahasiswa Raja Ampat di sejumlah kota studi telah diselesaikan.
Tiga asrama tersebut berada di Manado, Yogyakarta, dan Manokwari. Pembayaran mencakup kebutuhan asrama selama satu tahun, terhitung sejak Januari hingga Desember 2026.
Hal tersebut disampaikan Linda Moom, pegawai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Raja Ampat bidang PAUD yang dipercaya menangani administrasi asrama mahasiswa Raja Ampat di sejumlah kota studi.
Saat dikonfirmasi media ini melalui sambungan telepon WhatsApp, Jumat (25/9/2026), Linda menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah menyelesaikan pembayaran biaya asrama untuk periode satu tahun.
“Dari dinas sudah menyelesaikan pembayaran satu tahun, terhitung bulan Januari 2026 sampai Desember 2026 untuk mahasiswa Raja Ampat yang ada di kota studi tersebut,” jelas Linda.
Menurutnya, pembayaran tersebut telah dilakukan pada Jumat, 25 September 2026. Dengan demikian, biaya asrama mahasiswa Raja Ampat di tiga kota studi tersebut untuk tahun 2026 telah diselesaikan.
“Jadi kami sudah bayar hari ini untuk satu tahun. Nanti baru tahun depan kami bayar lagi,” ujar Linda.
Pembayaran tersebut mencakup tiga lokasi asrama mahasiswa Raja Ampat, yakni Manado, Yogyakarta, dan Manokwari.
Pemkab Raja Ampat melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sebelumnya juga menjadi perhatian terkait pemenuhan kebutuhan mahasiswa Raja Ampat yang menempuh pendidikan di luar daerah, khususnya menyangkut biaya asrama dan dukungan pendidikan.
Dengan diselesaikannya pembayaran hingga Desember 2026, mahasiswa Raja Ampat di tiga kota studi tersebut diharapkan dapat menjalani aktivitas perkuliahan tanpa terbebani persoalan administrasi pembayaran asrama.
Pemkab Raja Ampat melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sebelumnya juga menjadi perhatian terkait pemenuhan kebutuhan mahasiswa Raja Ampat yang menempuh pendidikan di luar daerah, khususnya menyangkut biaya asrama dan dukungan pendidikan.
Dengan diselesaikannya pembayaran hingga Desember 2026, mahasiswa Raja Ampat di tiga kota studi tersebut diharapkan dapat menjalani aktivitas perkuliahan tanpa terbebani persoalan administrasi pembayaran asrama.















