Data Jadi Penentu Arah Pembangunan, Sekda Deli Serdang Dorong Sinkronisasi Indikator Makro Daerah

- Editor

Rabu, 20 Mei 2026 - 04:35

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TribuneIndonesia.com I Deli Setdang-Kabupaten Deli Serdang menempatkan akurasi data sebagai instrumen utama dalam menentukan arah pembangunan daerah. Hal itu ditegaskan Sekretaris Daerah Kabupaten Deli Serdang, Dedi Maswardy SSos MAP, saat membuka Forum Group Discussion (FGD) Indikator Makro Sosial dan Ekonomi bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Deli Serdang dan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), di Aula Cendana Lantai II Kantor Bupati Deli Serdang, Selasa (19/5/2026).

Forum tersebut difokuskan pada penyelarasan, validasi, dan penguatan indikator makro sosial serta ekonomi daerah sebagai dasar perumusan kebijakan pembangunan yang terukur dan berkelanjutan.

dalam arahannya, Sekda menekankan bahwa kualitas pembangunan daerah sangat ditentukan oleh kualitas data yang dimiliki pemerintah. Menurutnya, data statistik yang akurat, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan menjadi fondasi penting dalam menyusun program pembangunan yang tepat sasaran.

data yang valid dan akurat sangat dibutuhkan dalam menentukan arah pembangunan daerah. Karena itu, sinergi antara OPD dan BPS harus terus diperkuat agar data yang dihasilkan benar-benar berkualitas,” ujar Dedi Maswardy.

Ia menilai konsistensi dan keterbukaan data antarperangkat daerah menjadi faktor krusial dalam menghasilkan indikator makro yang komprehensif. Dengan basis data yang kuat, pemerintah daerah dapat mengambil keputusan strategis secara lebih presisi, mulai dari sektor ekonomi, pendidikan, kesehatan hingga kesejahteraan masyarakat.

FGD tersebut juga menjadi ruang evaluasi terhadap capaian pembangunan Kabupaten Deli Serdang sepanjang tahun 2025, sekaligus memperkuat integrasi data lintas sektor guna mendukung efektivitas perencanaan pembangunan daerah.

Baca Juga:  REJE ATU GAJAH: ANGGARAN TIPIS, BAU BUSUK MENGUAT

Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Deli Serdang, Elly Suharyadi, memaparkan sejumlah indikator utama sosial dan ekonomi daerah tahun 2025. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Deli Serdang tercatat sebesar 4,55 persen secara year on year (c-to-c), melambat dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 5,36 persen.

Adapun Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku (ADHB) pada tahun 2025 mencapai Rp162,24 triliun, sedangkan PDRB atas dasar harga konstan (ADHK) tercatat sebesar Rp87,59 triliun.

di sisi lain, tingkat kesejahteraan masyarakat memperlihatkan tren positif. Angka kemiskinan Kabupaten Deli Serdang tahun 2025 berada pada level 3,11 persen atau turun 0,33 persen dibandingkan Maret 2024. Capaian tersebut menempatkan Deli Serdang di antara daerah dengan tingkat kemiskinan terendah di Sumatera Utara.

tidak hanya itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Deli Serdang tahun 2025 mencapai angka 78,29 dan menempatkan daerah ini pada peringkat kedelapan tertinggi dari 33 kabupaten/kota di Sumatera Utara.

dalam paparannya, BPS menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan manusia tidak dapat diukur dari satu indikator tunggal. Pembangunan harus dipandang secara menyeluruh melalui keterpaduan aspek kesehatan, pendidikan, dan daya beli masyarakat sebagai indikator utama kualitas hidup.

melalui sinkronisasi indikator makro tersebut, Pemerintah Kabupaten Deli Serdang diharapkan mampu menyusun arah pembangunan yang lebih adaptif, berbasis data, dan responsif terhadap dinamika sosial maupun ekonomi masyarakat.

Ilham Gondrong

Berita Terkait

Gebyar PAUD dan Cara Anak Belajar Menang
Aspal Setelah Puluhan Tahun di Tandem Hilir
Ubah Pola, Awasi Proyek
Mengejar Pajak di Ujung Tahun
Proyek Siluman Irigasi Rp199 Juta di Aceh Tenggara: Dinas PUPR dan CV Jambu Lele Service Diduga Kongkalikong, LSM KPK RI Desak Penegak Hukum Tangkap Pemilik Perusahaan!
Dipimpin Kades Novian, SE, Pemerintah Desa Sinabang Tetapkan Prioritas Pembangunan 2027 Melalui Musyawarah RKPDesa
Kasus BPBD Simeulue  Jadi Pelajaran Berharga  : Evaluasi Menyeluruh Terhadap Tata Kelola Proyek !
Tiga Besar PPD 2026, Asri Ludin Adu Data Pembangunan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 08:32

Pilkades Gunung Bakti Bersengketa, Pemerintah Didesak Tegakkan Ketentuan Hukum Tanpa Tebang Pilih

Kamis, 3 September 2026 - 13:57

Saparuda Kecam Dugaan Pengeroyokan Nasabah oleh Debt Collector FIF Group

Kamis, 3 September 2026 - 07:53

GRPK Telusuri Proyek Lampu Jalan di Ruas Jalan Nasional, BPTD II Diminta Buka Data Anggaran dan Pelaksanaan

Kamis, 3 September 2026 - 04:12

Proyek Lampu Jalan 22 Titik di Aras Kabu GRPK Minta Dishub Sumut Klarifikasi

Kamis, 3 September 2026 - 01:19

​Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana, Walikot Bitung Hadiri Apel Gelar Pasukan Penanganan Karhutla

Rabu, 2 September 2026 - 15:10

Proyek Siluman Irigasi Rp199 Juta di Aceh Tenggara: Dinas PUPR dan CV Jambu Lele Service Diduga Kongkalikong, LSM KPK RI Desak Penegak Hukum Tangkap Pemilik Perusahaan!

Rabu, 2 September 2026 - 14:59

Ditreskrimsus Polda Sumut Tindaklanjuti Laporan GRPK, PT Sari Inco Food Corporation Segera Dipanggil

Rabu, 2 September 2026 - 14:26

Sejumlah Siswa SMA Negeri 1 Lubuk Pakam Sakit Perut, Penyebab Masih Menunggu Hasil Pemeriksaan

Berita Terbaru

Pemerintahan dan Berita Daerah

Gebyar PAUD dan Cara Anak Belajar Menang

Jumat, 4 Sep 2026 - 01:21

Pemerintahan dan Berita Daerah

Aspal Setelah Puluhan Tahun di Tandem Hilir

Kamis, 3 Sep 2026 - 15:58