Bitung | Tribuneindonesia.com – Hari Buruh Internasional menjadi momentum krusial bagi Pemerintah Kota Bitung untuk memperkuat jaring pengaman sosial bagi para pahlawan devisa daerah, Kamis (07/05/26).
Bertempat di pusat kota, tepatnya di Taman Adipura, suasana peringatan tahun ini terasa berbeda karena dibalut dengan aksi nyata pemberian santunan bagi keluarga pekerja yang tertimpa musibah.
Langkah konkret ini menjadi bukti bahwa kesejahteraan buruh bukan sekadar slogan tahunan.
Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, S.E., turun langsung memimpin jalannya peringatan yang diinisiasi oleh Dinas Tenaga Kerja Kota Bitung tersebut.
Kehadiran orang nomor satu di Bitung ini bersama jajaran perangkat daerah menegaskan posisi pemerintah sebagai pelindung sekaligus mitra strategis bagi seluruh buruh.
Kehadiran fisik para pimpinan daerah ini memberikan suntikan moral yang besar bagi ratusan pekerja yang memadati area tersebut.
Sorotan utama dalam agenda ini adalah penyerahan santunan jaminan kematian serta beasiswa pendidikan dari BPJS Ketenagakerjaan kepada sejumlah ahli waris.
Langkah ini dipandang sebagai bentuk mitigasi risiko yang efektif bagi keberlangsungan hidup keluarga yang ditinggalkan oleh tulang punggung mereka.
Melalui skema bantuan ini, negara hadir untuk memastikan bahwa anak-anak pekerja tetap memiliki akses pendidikan meskipun di tengah duka.
Hengky Honandar dalam sambutannya menekankan bahwa para pekerja merupakan pilar utama yang menggerakkan roda pembangunan ekonomi di Kota Bitung.
Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja harus terus dijaga agar tercipta iklim kerja yang kondusif.
Dukungan yang diberikan hari ini diharapkan mampu memicu semangat kolektif untuk membangun daerah yang lebih inklusif dan ramah terhadap hak-hak buruh.
Peringatan Hari Buruh tahun ini tidak lagi sekadar menjadi ajang refleksi atas kerja keras di masa lalu, melainkan sebuah pernyataan komitmen jangka panjang.
Pemerintah Kota Bitung berjanji akan terus memperluas cakupan perlindungan sosial dan meningkatkan standar kesejahteraan. Fokus utama ke depan adalah menciptakan ekosistem kerja yang menjamin masa depan lebih cerah bagi seluruh lapisan buruh tanpa terkecuali.
Acara ditutup dengan semangat kebersamaan yang tercermin dalam semboyan “Satu Tekad, Satu Tujuan, Sejahtera Bersama.”
Melalui peringatan yang penuh empati ini, Kota Bitung mengirimkan pesan kuat ke seluruh penjuru daerah bahwa kolaborasi adalah kunci utama mencapai kemakmuran.
Kesejahteraan buruh bukan lagi menjadi tanggung jawab sepihak, melainkan misi bersama demi kedaulatan ekonomi daerah. (talia)

















