SUNGGAL I TribuneIndonesia.com–Upaya memperkuat perlindungan terhadap perempuan dan anak terus didorong melalui berbagai pendekatan, salah satunya lewat penguatan ekonomi keluarga di tingkat desa. hal inilah yang menjadi sorotan utama dalam kunjungan kerja Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Arifatul Choiri Fauzi, ke Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Medan Krio, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Jumat (24/4/2026).
dalam kunjungan tersebut, Menteri PPPA menyampaikan apresiasi atas peran aktif koperasi desa yang dinilai tidak hanya sebagai penggerak roda ekonomi masyarakat, tetapi juga sebagai wadah pemberdayaan perempuan yang memiliki dampak langsung terhadap ketahanan keluarga.
penguatan ekonomi keluarga melalui koperasi merupakan salah satu kunci penting dalam menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak. Ketika ekonomi keluarga kuat, maka potensi konflik dan kerentanan dalam rumah tangga juga dapat ditekan,” ujar Menteri Arifatul.
Kehadiran Menteri PPPA didampingi Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo, serta sejumlah pejabat dari tingkat pusat, provinsi, hingga daerah. Rombongan disambut hangat oleh pengurus koperasi, kader PKK, dan masyarakat Desa Medan Krio yang tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut.
dalam sambutannya, Menteri Arifatul menegaskan bahwa koperasi desa memiliki posisi strategis dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat. Ia menilai, konsep Koperasi Desa Merah Putih yang berorientasi pada pemenuhan kebutuhan dari, oleh, dan untuk masyarakat desa merupakan langkah nyata dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang berkelanjutan.
menurutnya, meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak terlepas dari berbagai faktor, seperti tekanan ekonomi, pola asuh yang kurang tepat, hingga pengaruh negatif media sosial. Oleh karena itu, perempuan perlu diberikan ruang dan akses yang luas untuk mengembangkan potensi serta berkontribusi dalam menopang ekonomi keluarga.
koperasi ini menjadi ruang yang sangat baik bagi perempuan untuk berdaya. Dengan akses ekonomi yang kuat, perempuan dapat menjadi pilar utama dalam membangun keluarga yang tangguh dan harmonis,” tuturnya.
Lebih jauh, Menteri PPPA juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam membentuk karakter anak sejak dini. Ia menekankan bahwa perlindungan terbaik bagi anak bukan hanya dari sisi fisik, tetapi juga dari nilai-nilai moral dan spiritual yang ditanamkan dalam keluarga.
Benteng terbaik bagi anak-anak bukanlah tembok, melainkan benteng hati. Orang tua harus mampu menanamkan nilai benar dan salah sejak dini agar anak memiliki kekuatan untuk melindungi dirinya sendiri di tengah perkembangan zaman,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo, menyambut baik kunjungan Menteri PPPA sebagai bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap upaya pemberdayaan perempuan di daerah. Ia menilai, kehadiran Menteri menjadi energi baru bagi kaum perempuan untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga.
kehadiran Ibu Menteri di Koperasi Merah Putih Medan Krio menjadi bukti nyata bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam pembangunan ekonomi. Ibu-ibu di sini telah menunjukkan kemampuan luar biasa dalam mengelola dan mengembangkan koperasi,” ujarnya.
Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Deli Serdang untuk terus memperkuat sinergi antara koperasi desa dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk dalam mendukung program nasional seperti pemenuhan gizi masyarakat.
kami akan terus mendorong kolaborasi, termasuk dengan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi, agar koperasi mampu menjadi motor penggerak ekonomi sekaligus mendukung program Makan Bergizi Gratis. dengan begitu, hasil produksi masyarakat dapat dikelola dan dipasarkan secara optimal,” tambahnya.
Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah tokoh dan pejabat penting, di antaranya Anggota Komisi VIII DPR RI, M. Husni, Kepala Dinas P3AKB Sumatera Utara Dwi Endah Purwanti, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Deli Serdang Miska Gewasari, unsur Forkopimcam, serta para penggiat perempuan dan masyarakat setempat.
Kunjungan kerja ini menjadi bukti bahwa pembangunan berbasis desa, khususnya melalui penguatan koperasi dan pemberdayaan perempuan, mampu menjadi fondasi penting dalam menciptakan keluarga yang sejahtera, sekaligus memperkuat perlindungan terhadap perempuan dan anak di Indonesia.
Ilham Gondrong
















